Senin, 12 November 2018

10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga


Ada sepuluh orang sahabat nabi yang dijamin masuk surga yang tercatat dalam “ARRIYADH ANNADHIRAH FI MANAQIBIL ‘ASYARAH” dari sahabat Abu Dzar Ra, bahwa Rosulullah Saw masuk ke rumah Aisyah Ra dan bersabda :
“Wahai Asyah inginkah engkau mendengar kabar gembira?” Aisyah lalu menjawab, “tentu ya Rosullulah.” Lalu baginda Nabi Saw bersabda : “Ada sepuluh orang yang mendapat kabar gembira masuk surga, yaitu : Ayahmu (Abu Bakar) masuk surga dan kawannya adalah Ibrahim; Umar masuk surga dan kawannya Nuh; Ustman masuk surga dan kawannya aku; Ali masuk surga dan kawannya Yahya bin Zakaria; Thalhah masuk surga dan kawannya Daud; Azzubair masuk surga dan kawannya Ismail; Sa’ad bin Abi Waqqash masuk surga dan kawannya Sulaiman; Said bin Zaid masuk surga dan kawannya Musa bin Imran; Abdurrahman bin Auf masuk surga dan kawannya Isa bin Maryam; Abu Ubaidah Ibnul Jarrah masuk surga dan kawannya Idris Alaihissalam.”
Kesepuluh sahabat nabi adalah :
1.  Abu Bakar as Shiddiq 
2.  Umar Bin Khotob 
3.  Ustman bin Affan 
4.  Ali bin Abi Thalib
5.  Thalhah 
6.  Azzubair
7.  Sa’ad bin Abi Waqqash
8.  Said bin Zaid
9.  Abdurrahman bin Auf 
10. Abu Ubaidah Ibnul Jarrah 

Berikut adalah alasan mengapa kesepuluh sahahabat ini dipilih oleh Rosulullah sebagai orang yang dijamin masuk surga.

1. Abu Bakar Bin Abi Qohafah (Assidiq)
Abubakar assidiq telah meraih ketinggian budi dan kesempurnaan iman, hal ini disaksikan sendiri oleh Rosulullah dalam sabdanya: “Jika ditimbang keimanan Abubakar assidiq dengan keimanan seluruh umat akan lebih berat keimanan Abubakar assidiq.” (HR. Albihaqi dalam asysiib). Alquran pun banyak mengisyaratkan sikap dan tindakan Abubakar assidiq seperti pada Alquran surat : Al Lail: 5-7, Al Lail:17-21, Fushlat : 30 dan AtTaubah 40.

Abubakar assidiq mengajak manusia kepada Islam. Ahli sejarah Ibnu Ishaq berkata : “ Setelah Abubakar memeluk agama Islam dan menyatakan keislamannya secara terbuka, dia mengajak orang-orang kepada Allah SWT.” Orang yang menerima ajakannya antara lain adalah : Azzubair ibnu Awwam, Ustman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Sa’ad bin Abi Waqosh dan Abdurrahman bin Auf.

Keimanan Abubakar assidiq tanpa ragu, karena setelah Rosulullah mengajak Abubakar kepada Allah maka Abubakar langsung menerimanya tanpa ragu, oleh karena itu Rosulullah bersabda : “ Tiada aku mengajak seorang masuk Islam, tanpa ada hambatan, keraguan, tanpa mengemukakan pandangan dan alasan, hanya Abubakar lah. Ketika aku menyampaikan ajakan tersebut, dia langsung menerimanya tanpa ragu sedikitpun.” (Dari kitab Albidayah Wannihayah)

Sikap Abubakar mencerminkan kekuatan Iman, hal ini dibuktikan saat setelah peristiwa Isra’, orang yang mendustakannya mendatangi abubakar seraya berkata, ”Apakah kamu mendengar apa yang diceritakan kawanmu?” maka Abubakar tanpa ragu menjawab : “ Demi Allah kalau memang itu yang diucapkannya pasti benar. Dia (Muhammad) memberitahu aku bahwa berita-berita dari langit sampai ke bumi hanya dalam waktu satu jam, malam atau siang dan aku mempercayainya, sedang itu lebih aneh dari yang kalian herankan.”

Kecintaan Abubakar kepada Rosulullah sangat besar, dan hal ini dibuktikan saat Abubakar dan Rosulullah pergi ke gua untuk menghindari kejaran orang kafir, maka Abubakar kadang berjalan di depan Rosulullah karena takut pengintaian orang kafir dari depan, dan kadang Abubakar berjalan di belakang Rosulullah karena takut ada lawan yang mengejar dari belakang karena bagi Abubakar lebih baik dia yang celaka dari pada Rosulullah. Begitu pula saat akan memasuki gua, abubakar meminta agar dirinya masuk ke gua lebih dahulu untuk mengamankan gua, setelah itu baru Rosulullah masuk ke gua. Karenanya Rosulullah pernah bersabda bahwa satu malam dari Abubakar adalah lebih baik dari seluruh keluarga Umar.

Abubakar pernah membenarkan dan membuat Rosulullah tenang yaitu saat menghadapi perang Badar, saat itu Abubakar menghampiri Rosulullah dan berkata, ”Ya Rosulullah, tenangkan dirimu dan mantapkan hatimu. Sesungguhnya Allah pasti akan menepati janjiNya dan sekali-kali tidak akan mengecewakanmu. ”Maka setelah mendenagr pekataan itu hati Rosulullah menjadi mantap dan tenang, karenannya Rosulullah mengelarinya Assidiq yaitu orang yang selalu benar dan membenarkan Muhammad sebagai RosulNya.

Abubakar tetap beriman kepada kebenaran Rosulullah di saat kaum muslimin lain meragukan sabda RosulNya.
Abubakar memang patut masuk surga seperti sabda Rosulullah berikut ini : “ Jikalau aku boleh menunjuk dari hamba-hamba Allah seorang Kholil (kawan kesayangan) maka aku akan menunjuk Abubakar seorang kholil, tapi karena kesetiakawanan, persaudaraan dan keimananlah sehingga Allah mengumpulkan kita bersama di sisiNya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

2. Umar Ibnu Khattab (Al Faruq)
Keislaman umar adalah perintis, pembuka jalan, dan pendorong kaum muslimin menyatakan keislaman mereka secara terbuka. Dengan adanya Umar mereka berani melakukan shalat secara terang-terangan di depan masyarakat Quraisy tanpa takut diganggu.

Hijrahnya Umar merupakan kemenangan, sebab dialah yang paling bersikap tegas terhadap kaum munafik di Madinah. Kepemimpinannya adalah rahmat, karena pada waktu itu kaum muslim benar-benar dapat menghayati kehidupannya. Oleh karena itu tidak heran jika Rosulullah Saw bersabda :
“ Sesungguhnya Haq adalah di lidah dan di hati Umar”

Umar adalah orang yang pertama kali dalam banyak hal antara lain yaitu
·         Mendirikan baitul maal
·         Menulis tarikh dari hijrah atau tahun hijriah.
·         Menyunahkan Sholat Tarawih di masjid
·         Melakukan penyelidikan dan pengawasan pada malam hari.
·         Menghukum perbuatan mencaci maki
·         Menghukum dera delapan kali peminum arak.
·         Yang mengharamkan kaum mut’ah.
·         Melarang menjual budak wanita yang mempunyai anak.
·         Mengumpulkan orang-orang untuk sholat jenazah.
·         Memperluas kekuasaan ke wilayah-wilayah lain, baik Persia, Irak, Syam maupun Mesir.
·         Mengirim bahan makanan melalui laut merah dari Mesir ke Madinah.
·         Menetapkan faraidh (pembagian waris).
·         Menetapkan pengenaan zakat atas ternak kuda.
·         Menetapkan hakim-hakim di daerah-daerah.
·         Dijuluki amirum mukminin.
·         Menyediakan gudang yang berisi gandum bagi orang-orang yang kehabisan makanan.
·         Memperluas masjid nabawi dan menaburi tanahnya dengan batu kerikil.
·         Menciptakan uang logam.
·         Menggunakana pos untuk pengiriman surat-surat.
·         Mengngkat pejabat yang mengawasi harga-harga dan yang mengatur tata tertib kesopanan dan susila.
·         Membuat parit-parit dan jembatan-jembatan.
·         Mengirimkan pasukan penjaga di tempat strategis, mereka ini diberi nama alajnaad.
·         Mengangkat pejabat yang ditugasi khusus memantau berita-berita tentang para petugas di daerah dan menerima keluhan-keluhan mereka yang dikirimkan kepada khalifah. Petugas tersebut bernama Muhammad bin Maslamah.
Umar mendapat pujian dari Rosulullah karena kecintaaan beliau sehingga beliau bersabda : “ Yang paling kokoh dalam agama Allah dari umatku adalah Umar”. Rosulullah juga pernah bersabda seperti yang diriwayatkan Aisyah, “ Sesungguhnya setan setan meyingkir apabila bertemu dengan Umar.”

Umar selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan berzikir di tengah malam dan di penghujung siang. Setelah diangkat menjadi khalifah Umar selalu berdoa :“ Ya Allah, sebagaimana engkau tahu, aku ini berwatak keras, oleh karena itu lunakanlah aku. Aku ini lemah ya Allah, maka kuatkan lah aku. Aku ini kikir , maka jadikanlah aku hambaMu yang pengasih, pemurah dan dermawan.”

3. Ustman Ibnu Affan (Dzunnurain)
Ustman mempunyai sifat yang pemalu dan menurut Rosulullah itulah kelebihannya sehingga Rosulullah bersabda bahwa kelebihan para sahabat merupakan kelebihan mereka yang dapat dijadikan contoh : “ Orang yang paling kasih sayang dari umatku ialah Abubakar, dan yang paling teguh dalam memelihara ajaran Allah adalah Umar, dan yang paling pemalu adalah Ustman. (HR. Ahmad, Ibnu Maajah, Alhakim, Attirmidzi)

Ustman pernah mengatasi kesulitan air bagi kaum Muhajirin saat hijrah dengan membeli sebuah sumur milik orang Yahudi dan airnya digunakan untuk keperluan kaum muhajirin.

Ustman merupakan orang yang berjasa dalam pembuatan mushaf Al Quran. Ustman membentuk panitia untuk mengumpulkan ayat-ayat yang telah ditulis di masa khalifah Abubakar yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit. Al Quran tersebut kemudian dibukukan dan diberi nama “Al Mushhaf”.

Ustman adalah seorang yang bertakwa, selalu bersikap wara’. Tengah malam tak pernah ia sia-siakan. Ia manfaatkan untuk mengaji Al Quran dan setiap tahun ia menunaikan ibadah haji. Bila sedang berzikir dari matanya mengalir air mata haru. Ia selalu bersegera dalam segala amal kebajikan dan kepentingan umat. Ia juga dermawan dan penuh welas asih, ia telah melakukan hijrah sebanyak dua kali, pertama ke Habasyah dan yang kedua ke Madinah.

Para ahli sejarah menganggap masa Ustman merupakan jaman kemenangan kaum muslimin dan jaman penaklukan kekuatan-kekuatan Romawi, Parsi dan Turki.

4. Ali bin Abi Thalib
Ali dilahirkan di dalam Ka’bah dan Allah telah memuliakan wajahnya (karramallahu wajlahu) untuk tidak bersujud kepada berhala-berhala yang ada di Ka’bah dan sekitarnya. Ali masuk Islam saat berusia 10 tahun setelah secara sembunyi-sembunyi melihat Rosulullah dan Khadijah melaksanakan Sholat. Ali merupakan satu-satunya orang yang menerima ajakan Rosulullah untuk mengikuti dan mendukung kepada Allah saat Rosulullah mengajak kaum Quraisy di depan Ka’bah.

Ali merupakan orang yang pertama yang bersedia berkorban untuk Rosulullah Saw ketika sedang tidur di tempat Nabi Saw, pada waktu rumah beliau dikepung dan akan dibunuh menjelang hijrah ke Madinah.
Ali dikenal sebagai orang yang tidak dapat dikalahkan oleh lawan, setelah berduel dan membunuh Amru bin Wudd saat perang Khandak.

5. Thalhah bin Ubaidilah (syahid yang masih hidup)
Thalhah merupakan salah satu dari delapan orang yang pertama masuk Islam dimana pada saat itu satu orang bernilai seribu orang, Beliau masuk Islam melalui anak pamannya yaitu Abu baker assidiq RA.
Thalhah mempunyai sifat murah dan dermawan yang patut diteladani. Dalam hidupnya Thalhah mempunyai tujuan utama yaitu bermurah dalam pengorbanan jiwa.

Thalhah seorang lelaki yang gagah berani, tidak takut menghadapi kesulitan, kesakitan dan segala macam ujian lainnya. Ia seorang yang kokoh dalam mempertahankan pendirian meskipun ketika di jaman jahiliyah.
Thalhah merupakan salah satu di antara mujahid yang melindungi Rosulullah dengan tulus ikhlas. Saat perang uhud ia melindungi Rosulullah dengan cara memeluk Rosulullah dengan tangan kiri dan dadanya. Sementara pedang yang ada di tangannya ia ayunkan ke arah lawan yang mengelilinginya seperti laron yang tidak memperdulikan maut. Maka sejak saat itu Thalhah dijuluki “Burung elang dari uhud”.
Thalhah juga dijuluki “Thalhah si dermawan”, Thalhah si pengalir harta”, Thalhah kebaikan dan kebajikan”, karena Thalhah merupakan orang yang dermawan yang mendermakan uang, sandang dan pangannya. Ia pernah membagikan seluruh uangnya tanpa sisa sepeserpun kepada fakir miskin.

6. Azzubair Ibnul Awwam (pengikut setia Rosulullah Saw)
Azzubair masuk islam pada usia 15 tahun dan hijrah pada usia 18 tahun setelah mendapat penganiayaan yang bertubi-tubi karena mempertahunkan keimanannya.

Azzubair adalah prajurit dakwah yang selalu menyandang senjata untuk melawan orang-orang yang menghendaki gugurnya dakwah islamiah selagi dalam kandungan. Keimanannya telah tampak pertama kali pada perang Badar. Pada saat itu Azzubair berhasil mengalahkan Ubaidah yang pada saat itu memakai baju besi dengan menggunakan lembing yang diarahkan ke mata Ubaidah sehingga Ubaidah tewas.

Rosulullah sangat merasa bangga pada Azzubair, dan ia bersabda :“ Setiap Nabi mempunyai pengikut pendamping yang setia (hawari) dan hawariku adalah Azzubair ibnul Awwam.”

Kecintaan Rosulullah pada Azzubair disebabkan Azzubair merupakan seorang pemuda yang setia, ikhlas, jujur, kuat, berani, murah tangan dan telah menjual diri dan hartanya kepada Allah Swt.
Azzubair merupakan orang yang pertama menyambut panggilan jihad, oleh karena itu Azzubair tidak pernah absen berjihad.

7. Abdurrahman bin Auf (pedagang besar yang sukses)
Aburrahman bin Auf merupakan orang ke delapan yang pertama kali masuk islam dan orang kelima yang diIslamkan oleh Abubakar dan terjadi sebelum Rosulullah menetapkan rumah Alarqom bin abi alarqam sebagai pusat dakwah.

Perang Uhud telah memberi bekas pada Abdurrahman, lebih dari dua puluh luka dalam tubuhnya dan salah satu lukanya menyebabkan beberapa giginya rontok sehingga mempengaruhi ucapan dan tutur katanya.
Setelah menerima gangguan dan siksaan yang ganas, Abdurrahman hijrah ke Habasyah. Sekembalinya dari Habasyah ia mendapat gangguan dan gangguan itu semakin memuncak tatkala ia kembali hijrah ke Habasyah untuk kedua kalinya. Hijrahnya ini ia lakukan karena keadaannya sudah sangat tertindas.

Sebagai seorang pedagang yang sukses dan kaya, Abdurrahman berlomba dengan Ustman dalam membiayai pasukan islam yakni dengan menyerahkan seperuh kekayaannya kepada Rosulullah Saw. Saat ajalnya mendekat, Abdurrahman berwasiat agar setiap kaum muslimin peserta perang Badar yang masih hidup diberi empat ratus dinar dari harta warisannya, dan ternyata peserta perang Badar yang masih hidup berjumlah 100 orang. Dia juga berwasiat agar sejumlah besar uangnya diberikan kepada ummahatul mukminin (janda-janda Nabi Saw).

8. Sa’ad bin Abi Waqash (orang pertama yang terkena panah fisabilillah)
Sa’ad merupakan kabilah dari Zuhroh sama dengan ibu Rosulullah Saw dan Sa’ad anak paman Aminah (ibunda Nabi Saw).

Sa’ad seorang yang teguh dan tahan menghadapi kekerasan dan penderitaan. Selama tiga tahun saat dikucilkan di Syi’ib Mekah, ia bersama Rosulullah makan daun daunan sehingga kotorannya seperti kotoran domba dan kedua sisi mulut mereka luka-luka akibat makan daun-daunan.

Ibunda Sa’ad berang saat mengetahui Sa’ad masuk Islam hingga mogok makan dan minum, tapi Sa’ad tetap berpegang teguh kepada Islam, sekalipun ibunya kepayahan dan jatuh pingsan, sehingga dengan kejadiannya ini turunlah ayat Al ankabut : 8.

Karya terbesar Sa’ad adalah tercapainya kemenangan yang gilang gemilang atas musuh mereka, tentara parsi dalam perang Alqodisyiyyah yang dasyat.

9. Said bin Zaid (salah seorang yang dicintai Allah)
Nama lengkapnya adalah Sa’id bin Zaid bin ‘Amru bin Nufail bin Abduluzza bin Al’adwa. Said memeluk Islam sebelum Umar Bin Khattab. Istrinya adalah adik Umar yaitu Fatimah bintul khattab.

Allah telah memberi hidayah kepada tiga orang tanpa melalui kitab atau Nabi mereka, yaitu kepada Zaid bin Amru bin Nufail, Abu Dzar Alghifari, Salman Alfarisi.

Said adalah seorang pemberani, tidak takut celaan orang yang suka mencela selama dia di jalan Allah. Ia juga murah tangan dan dermawan, kuat menahan diri dari hawa nafsu dan termasuk orang yang dikabulkan do’anya. Banyak dari kalangan lemah dan miskin berkumpul di rumahnya untuk mencari ketentraman dan keamanan. Di rumah Said mereka memperoleh makanan penghilang lapar. Mereka juga mendapatkan keamanan dan ketenangan dari rasa takut.

10. Abu Ubaidah Ibnul Jarrah 
(pemegang amanat umat dan amanat Rosulullah Saw)
Rosulullah pernah bersabda : “ Tiap-tiap umat ada orang pemegang amanat, dan pemegang amanat umat ini ialah Abu Ubaidah ibnul Jarrah.”

Ketika perang Badar, Abu Ubaidah ikut memperkokoh dan membela kaum muslimin, sedang ayahnya berada dalam barisan kaum Quraisy yang musrik dan kafir dan dalam pertempuran tersebut Abu Ubaidah terpaksa membunuh ayahnya yang terus mendesak dan melawannya, walaupun hatinya terasa berat tapi ini dilakukannya demi menegakkan amanat Allah dan RosulNya.

Pada saat perang Uhud Abu Ubaidah pernah mencabut besi tajam yang menancap ke dalam kedua sisi rahang Rosulullah dengan giginya sehingga gigi depannya tanggal. Peristiwa ini sangat mengharukan bagi Rosulullah dan Abubakar. Sejak itu Abu Ubaidah dikenal di kalangan kaum muslimin sebagai si ompong.

Abu Ubaidah merupakan seorang yang memegang amanat, saat kaum Najran meminta Rosulullah untuk mengirim seseorang untuk mengajarkan hokum-hukum agama Islam maka Rosulullah menjawab, “Aku akan mengutus bersama kalian seorang yang benar-benar Amin, benar-benar Amin, benar-benar Amin .(beliau mengulangnya sampai tiga kali). Dan setelah itu Rosulullah mengutus Abu Ubaidah untuk pergi.

Jumat, 09 November 2018

Prilaku Zuhud

Berkaitan dengan harta dan gaya hidup, KH Abdullah Gymnastiar (A'a Gym) dalam ceramahnya menjelaskan bahwa manusia dibagi menjadi empat tipe:
Pertama, orang kaya yang hidup mewah. Orang seperti ini masih dinilai wajar karena secara finansial sebenarnya tidak terlalu bermasalah, sesuai dengan penghasilannya.  Namun dia akan menjadi hina kalau bersikap sombong dan merendahkan orang lain yang dianggap tak selevel dengan dia.  Apalagi kalau bersikap kikir dan tidak mau membayar zakat atau mengeluarkan sedekah.  Sebaliknya, ia akan terangkat kemuliaannya dengan kekayaannya itu jikalau ia rendah hati dan dermawan.
Kedua, orang miskin yang hidup sederhana.  Orang seperti ini juga dinilai wajar karena secara finansial memang tidak mampu untuk hidup mewah, apalagi memperlihatkan hartanya.  Dia akan hina kalau menjadi beban bagi orang lain dengan menjadi peminta-minta yang tidak tahu diri. Namun dia akan menjadi mulia jika sangat menjaga kehormatan dirinya dengan tidak menunjukan berharap dikasihani, tak menunjukan kemiskinannya, ikhlas dan sabar dengan tetap menjaga harga diri.
Ketiga, orang miskin tapi hidup mewah. Orang seperti ini juga dinilai tidak wajar alias aneh. Ini yang disebut orang dengan istilah besar pasak daripada tiang. Orang seperti ini tidak bisa menerima kenyataan, sehingga akan merasa malu dan tersiksa bila dianggap sebagai orang yang tak mampu secara finansial.  Dia akan memaksakan diri dengan berbagai cara untuk menutupi kekurangannya, sekalipun dengan cara yang tercela bahkan tidak halal. Orang seperti ini hidupnya amat menderita, dan sudah barang tentu ia menjadi hina dan bahkan menjadi bahan tertawaan orang lain yang mengetahui keadaan yang sebenarnya.
Keempat, orang kaya tapi hidup sederhana.  Inilah orang yang mulia, meskipun dia mampu membeli apapun yang dia inginkan namun berhasil menahan dirinya untuk hidup sederhana.  Orang seperti ini biasanya suka bersedekah, mempunyai kepedulian dan empati tinggi terhadap sesama.   Dia tidak akan menjadi bahan iri dengki orang lain, bahkan akan menjadi kekaguman bagi banyak orang,  Baginya tertutup peluang menjadi sombong dan takabur. Sungguh ia akan punya pesona kemuliaan tersendiri. Pribadinya menjadi lebih kaya dan lebih berharga dibanding seluruh harta yang dimilikinya.  Hidup seperti ini biasa dikenal dengan hidup zuhud.

Apa itu Zuhud?
Zuhud sering diartikan oleh banyak orang sebagai ungkapan atau refleksi sikap yang anti dunia, atau menjauh dari hal-hal yang bersifat duniawi, sehingga menimbulkan kesan seakan-akan bahwa seseorang yang sedangmenjalani hidup  zuhud harus mengosongkan diri dari segala hal yang berbau keduniawian.  Kesan selanjutnya bahwa ia harus menjalani kehidupan seorang yang miskin, berpakaian lusuh, compang-camping, dan sebagainya.
Pandangan seperti ini tentu tidak tepat. Perlu kita pahami bahwa zuhud terhadap dunia bukan berarti tidak mempunyai hal-hal yang bersifat duniawi, semacam harta benda, sarana dan kekayaan lainnya, melainkan harta benda bukan menjadi kebanggaan apalagi tujuan.
Allah swt melarang kita untuk hanya memikirkan akhirat saja, tetapi dunia juga harus kita raih dengan sebaik-baiknya. Allah swt berfiman yang artinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (QS. Al Qashshash: 77).
Telah dicontohkan oleh sejarah bahwa para Nabi itu kaya. Kabarnya nabi Ibrahim berkurban seratus onta, yang menunjukkan bahwa dia orang kaya. Nabi Sulaiman jelas terkaya di dunia hingga akhir jaman. Nabi Ayyub juga kaya. Demikian juga Rasulullah Muhammad Saw. sebagai pengusaha kaya.
Ketika Rasulullah menikahi Siti Khadijah, beliau memberikan mahar sebanyak 100 ekor unta. Bayangkan berapa kekayaan yang dimiliki oleh Rasulullah saat itu (100 x Rp.15 juta = Rp. 1,5 miliar), tetapi dengan kekayaan yang melimpah beliau tidak hidup bermewah-mewahan.  Dan itulah perilaku zuhud.  Kesimpulannya bahwa para nabi adalah orang kaya tetapi juga hidup zuhud.

Hakikat zuhud bukan menghindari kenikmatan duniawi, tetapi tidak meletakkan nilai yang tinggi terhadap masalah duniawi.   Zuhud terumuskan dalam dua kalimat Alquran.  ”Supaya kamu tidak bersedih karena apa yang lepas dari tanganmu, dan tidak bangga dengan apa yang diberikan kepadamu.” (QS. Al-Hadid: 23).
Zahid, yaitu orang yang berperilaku zuhud diperbolehkan (bahkan dianjurkan) untuk kaya harta, tetapi harta kekayaannya tidak untuk memenuhi syahwat duniawi melainkan untuk sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bagi para sufi, zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang lebih dari kebutuhan hidup, walaupun sudah jelas kehalalannya.  Harta merupakan sarana untuk memperoleh kebaikan, bukan menjadi kebanggaan yang justru akan mencelakakan.

Prilaku dan hikmah hidup Zuhud
Karena prinsip hidup zuhud adalah membebaskan diri dari pengaruh dan godaan duniawi yang berbentuk kemewahan harta benda, maka prilaku orang-orang zuhud adalah: hidup sederhana (tidak mewah), rendah hati (tidak sombong), suka bersedekah, dan sabar dalam menjalani kehidupan, serta bekerja dan beribadah dengan sunguh-sungguh karena Allah.
Kehidupan yang mewah cenderung membawa perasaan sombong dan membanggakan diri.  Dua perasaan itu amat tidak disukai oleh Allah Swt, sebagaimana firman-Nya, Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (QS. Lukman: 18).
Dengan hidup sederhana maka orang beriman cenderung untuk bersikap rendah hati, dan harta kekayaan yang dimilikinya akan cenderung digunakan untuk sedekah membantu orang lain.
Perawi hadis, Ibnu Majah mengisahkan, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Saw dan berkata, ”Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu perbuatan yang jika aku lakukan, maka aku akan dicintai oleh Allah dan juga oleh manusia.”   Rasulullah menjawab, ”Berlaku zuhud-lah kamu terhadap kenikmatan dunia niscaya kamu akan dicintai Allah, dan berlaku zuhud-lah kamu di tengah manusia niscaya kamu akan dicintai oleh mereka.”
Ayat al-Quran dan hadis di atas mengisyaratkan bahwa Allah Swt tidak menyukai prilaku orang yang sombong dan membanggakan diri. Sebaliknya perilaku zuhud dapat mengantarkan seseorang meraih kebahagiaan, yaitu meraih cinta Allah Swt dan cinta manusia
Prilaku-prilaku mulia orang yang zuhud itu akan melahirkan hikmah bagi orang yang mempraktekkannya.  Diantara hikmah orang yang hidup zuhud adalah hidupnya menjadi tenang, tidak mudah gelisah, tidak menimbulkan iri dengki bagi orang lain, serta sabar dan ikhlas dalam menerima ujian Allah Swt.

Kisah orang zuhud.
Adalah Zaenal, seorang manajer sebuah perusahaan swasta di Jakarta yang cukup sukses. Dalam perjalanannya dari Jakarta menuju Cipanas, ia sempat mampir di masjid At Ta’awun , sebuah masjid megah dan berarsitek sangat indah di Puncak Bogor.
Ketika berada di koridor toilet dan tempat wudlu, Zaenal melihat seseorang seperti sahabat lama semasa SMP dulu, namanya Ahmad.  Berkaos oblong dan celana digulung sampai lutut ia terlihat begitu tekun membersihkan tempat wudlu dengan sikat bertangkai.
Setelah di tegur, ternyata benar bahwa ia adalah Ahmad, sahabatnya yang sudah sekian lama tidak pernah berjumpa.  Dalam perbincangan singkat, Zainal berniat mau menolong Ahmad untuk bekerja di kantornya daripada sekedar sebagai pembantu marbot masjid.
Seusai shalat, Zainal mencari Ahmad namun tidak menjumpainya. Setelah menemui salah seorang marbot masjid, ia mendapat penjelasan bahwa Ahmad yang disangka sebagai pembantu marbot yang membersihkan toilet tadi adalah orang kaya yang membangun masjid At Ta’awun itu.  Pak Haji Ahmad adalah pemilik beberapa hotel dan penginapan di kawasan Puncak Bogor. Setiap hari Jumat beliau selalu datang ke masjid untuk membantu marbot membersihkan masjid.
Betapa terkejut dan malu Zaenal, karena ia telah menyangka bahwa Ahmad adalah seorang pembantu marbot masjid.  Namun ia juga bangga dan kagum mempunyai sahabat seperti Ahmad.  Ia sangat bersyukur mendapatkan pelajaran hikmah dari seorang yang zuhud.
Kisah ini secara lengkap bisa kita browsing di google dengan judul “Kisah Inspiratif dari Masjid At Ta’awun”.
Pelajaran lain tentang hidup zuhud adalah kisah hidup pak Abdullah, seorang mantan direktur bank swasta di Pekalongan yang sudah pensiun.  Setiap Jumat pagi ia selalu datang ke masjid At-Taqwa Wiradesa Pekalongan. Seperti biasanya, dia datang selalu dengan sepeda ontel dan kostum kaos training.  Kemudian dia langsung mengambil ember dan kain lap lalu membersihkan kaca dan mimbar khatib.
Ketika ditanya kenapa ia selalu melakukan pekerjaan itu, dia menjawab, “Dulu sebelum pensiun saya bekerja hanya untuk diri saya dan keluarga, tidak sempat untuk sosial. Saat ini saya mempunyai banyak waktu bekerja untuk sesama. Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan panjang umur untuk mengabdi”
Pak Abdullah orang kaya di Wiradesa.  Tetapi kalau tidak kenal pasti menyangka dia orang biasa saja karena penampilannya yang sederhana. Ia bahagia menjalani kehidupan zuhud. Kisah ini saya dapatkan dari kakak saya yang tinggal di Wiradesa Pekalongan.

Penutup
Zuhud bukanlah sikap hidup yang anti dunia, atau menghindari kenikmatan duniawi, sehingga seseorang harus menjalani kehidupan layaknya orang yang miskin. Zuhud terhadap dunia bukan pula berarti tidak mempunyai hal-hal yang bersifat duniawi, melainkan harta benda bukan menjadi kebanggaan apalagi tujuan.
Zuhud adalah sikap hidup sederhana, sebagai upaya membebaskan diri dari pengaruh dan godaan duniawi berbentuk kemewahan, yang cenderung mendorong seseorang menjadi sombong dan membanggakan diri.
Dan sesungguhnya hakekat hidup zuhud adalah meninggalkan sesuatu yang lebih dari kebutuhan hidup walaupun sudah jelas kehalalannya, karena harta merupakan sarana untuk memperoleh kebaikan, bukan menjadi kebanggaan yang justru akan mencelakakan.

Setiap Muslim hendaknya mampu menanamkan zuhud dalam hidupnya agar memperoleh  kehidupan dunia yang tenang, tidak mudah gelisah, tidak menimbulkan iri dengki bagi orang lain, serta sabar dan ikhlas dalam menerima ujian Allah Swt.

Hakekat Kebahagiaan

1. Hakekat Kebahagiaan

"Kebahagiaan tidak selalu berada pada orang yang hidupnya penuh dengan kemudahan tanpa masalah, tetapi justru kebahagiaan seringkali dirasakan oleh orang yang selalu berhasil dalam mengatasi berbagai persoalan hidup". Itulah pandangan Prof. William James (1842-1910),  tokoh pragmatisme yang telah memberi kontribusi besar pada pemikiran filsafat dunia Barat.
Menurut William, orang yang mempunyai banyak persoalan hidup tetapi ia selalu dapat mengatasinya itulah orang yang senantiasa bahagia. Sedangkan orang yang tidak pernah mempunyai persoalan hidup, yang perjalanan hidupnya adem ayem dan mulus-mulus saja, maka dia tak akan merasakan kebahagiaan. Ia hanya merasakan kehidupan yang datar, hambar, tidak dinamis dan menjemukan. Sebuah kehidupan yang "tidak hidup".
Prof. William, penulis buku Pragmatism (1907) dan TheMeaning of Truth (1909) itu menambahkan bahwa kebahagiaan itu dibangun oleh pikiran, "Engkau bukanlah yang engkau kira, tetapi apa yang engkau pikirkan. 
Kalau engkau memikirkan kebahagiaan, engkau akan bahagia. Kalau engkau berpikiran sedih, engkau menjadi sedih. Dan kalau engkau berpikiran takut, engkau akan menjadi takut". 
Pendapat  itu senada dengan pandangan DR. Dale Carnegie, pakar psikologi dan motivator terkemuka di AS : "Hidup kita dibentuk oleh pikiran kita. Orang tidak terlalu terluka oleh apa yang terjadi, tetapi oleh pendapatnya (pikirannya) tentang apa yang terjadi".  Meski kehidupan seseorang nampak berat, tetapi jika ia berpikiran senang maka ia akan merasa bahagia.

Definisi kebahagiaan, sesuai wikipedia adalah keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan, ketenangan, kesenangan, cinta hingga kegembiraan hidup yang intens

2. Kebahagiaan dari Sikap Hati
Kekayaan, ketenaran, kecantikan dan kekuasaan bukan jaminan untuk memperoleh kebahagiaan.  Buktinya, Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman mengakhiri hidup dengan cara menabrakkan tubuhnya ke kereta api. Michael Jackson, penyanyi terkenal dunia dari USA tewas setelah meminum obat penenang hingga overdosis.  
Marilyn Monroe, artis cantik dari USA  juga  tewas akibat kebanyakan mengkonsumsi obat anti depresi.  Demikian pula Getulio Vargas, presiden Brazil yang begitu berkuasa bunuh diri dengan cara menembakan pistol ke jantungnya.
Ternyata bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, populernya, cantiknya, kuasanya, atau se-sukses apapun hidupnya.  Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah sikap hati orang itu sendiri.

Alkisah... Ada seorang Raja yang begitu berkuasa tengah termenung memikirkan hidupnya sambil memandang taman di depan istananya.  Ia sering gelisah karena sulit menemukan ketenangan dan susah merasakan kebahagiaan. Ia susah tidur akibat banyaknya pikiran yang mengganggu. Padahal selama ini ia tidur di kamar mewah di atas kasur yang empuk.

Ketika sedang melamun, sang raja melihat seorang tukang kebunnya yang sedang bekerja sambil bernyanyi dan tertawa ria. Setiap hari ia datang dengan senyuman dan pulang dengan keceriaan. 
Padahal gajinya pas-pasan dan rumahnya begitu sederhana. Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya.  Saat dia pulang keluarganya telah menunggu dengan hidangan makan seadanya dan keluarga kecil ini pun makan dengan bahagia.

Raja pun heran melihat orang ini. Ia memanggil penasihatnya dan bertanya, "Telah lama aku hidup di tengah kegelisahan, padahal aku memiliki segalanya. Tapi aku sungguh heran melihat si tukang kebun itu. Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya. Kadang-kadang ia tertidur di bawah pohon, seperti tak ada beban dalam hidupnya. Padahal ia tidak memiliki apa-apa."

Sang penasehat memberi penjelasan, "Padukan raja, tukang kebun bisa hidup bahagia seperti itu karena ia mensyukuri apa yang telah ia peroleh. Ia ikhlas dengan keadaan yang telah ditakdirkan.  Ia tidak berusaha mencari sesuatu di luar mimpinya"

3. Letak kebahagiaan 
Kalau kebahagiaan bisa dibeli, tentu orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu dan orang miskin akan sulit mendapatkannya karena sudah diborong oleh mereka yang kaya.  Dan kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti belahan lain di bumi ini akan kosong, karena semua orang akan ke sana untuk memdapatkan hidup bahagia.  Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia, sehingga kita tidak perlu membeli atau bersusah payah pergi mencari kebahagiaan itu.
Ungkapan bijak mengatakan, "Jika engkau ingin mencari kebahagiaan maka kebahagiaan itu ada di luar. Namun jika engkau ingin merasakan kebahagiaan maka kebahagiaan itu ada di dalam."  Orang-orang berada di tempat-tempat hiburan malam, diskotik, berdansa ria seraya mengkonsumsi narkoba, sesungguhnya ia adalah orang yang sedang mencari kebahagiaan. Karena hidupnya yang tidak bahagia, maka ia mencari kebahagiaan di luar.  Sedangkan orang yang menikmati teh hangat dan kue ringan bersama keluarga sambil bercanda ria, itulah orang yang bahagia. Mereka sedang merasakan kebahagiaan yang ada pada diri mereka.
Nabi Muhammad bersabda, "Hendaklah engkau berbahagia bila mempunyai hati yang bersyukur, lidah yang berzikir, dan istri (suami) yang membantunya dalam urusan akhirat" (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Di sisi lain, Nabi Muhammad juga menyampaikan bahwa ada 4 hal yang membuat hidup seseorang bahagia, yaitu (1) istri yang salihah, (2) anak-anak yang menyenangkan, (3) lingkungan (sahabat-sahabat) yang baik, serta (4) mempunyai penghidupan yang diusahakan di negeri sendiri. (HR Dailami).

4. Memberi Itu Membahagiakan
Dikisahkan ada seorang gadis mengontrak rumah bersebelahan dengan rumah seorang ibu miskin dengan 2 anak.  Pada satu malam tiba-tiba listrik padam, dan lampu peneranganpun mati. Dengan bantuan cahaya HP dia ke dapur mau mengambil lilin.  Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Ternyata anak miskin sebelah rumah.
Anak itu bertanya : "Kakak, punya lilin ?" Gadis itu berpikir: Jangan pinjamkan nanti jadi kebiasaan.  Maka si gadis menjawab , "Tidak Ada!!".
Saat itulah si anak miskin berkata riang: "Saya sudah duga kakak tidak punya lilin, Ini ada 2 lilin untuk kakak. Kami khawatir karena kakak tinggal sendiri dan tidak punya lilin."
Hati anak miskin itu sangat bahagia. Sementara gadis itu merasa sangat bersalah, dalam linangan airmata, dia memeluk anak kecil itu erat-erat.
Ternyata memberi itu membahagiakan lagi menentramkan hati.  Kata bijak dari Mahatma Gandhi, "kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat anda berikan, bukan pada apa yang anda peroleh".  Karena kekayaan tidak tergantung berapa banyak "kita punya", tetapi seberapa banyak "kita bisa memberi"
Sesungguhnya hakekat "orang kaya" adalah orang yang selalu merasa cukup, sehingga dia terus berbagi. Sedangkan "orang miskin"  adalah orang yang selalu merasa kurang, sehingga dia terus mencari.

Hakekat hidup mencari kebahagiaan: https://blogkalimana.blogspot.com/2019/01/hakikat-hidup-mencari-keahagiaan.html
https://www.kompasiana.com/kalimana/5b76a1aa43322f068b6eee7b/memahami-hakekat-kebahagiaan?page=all

Enam Kiat Sederhana untuk Bahagia

Pernahkah anda menyaksikan video motivasi tentang kebahagiaan mempengaruhi kesuksesan? Video presentasi dalam bahasa inggris itu telah menjadi viral di sosial media. Ada lima poin konten video tersebut sebagai berikut:
Satu, selama ini kita diajarkan bahwa kerja keras akan menghasilkan sukses, dan kemudian akan membuat bahagia.  Pola pikir itu salah. Riset membuktikan bahwa bahagia adalah syarat utama mempengaruhi kesuksesan. Jadi KEBAHAGIAAN akan mendorong KERJA KERAS, dan akan menghasilkan KESUKSESAN. Bukan sebaliknya.
Dua, pengetahuan membuktikan bahwa tubuh kita dilengkapi dengan sistem syaraf yang akan bekerja maksimal saat kita merasa bahagia.
Tiga, pada hati bahagia dan bersikap positif dalam hidup, maka tubuh kita menghasilkan zat kimia yang mengurangi rasa cemas dan meningkatkan konsentrasi & solusi.
Empat, penelitian menunjukkan bahwa orang yang gembira selalu tenang dalam situasi sesulit apapun, tidak gampang stress, dan lebih bersemangat.
Lima, perasaan dan sikap kita terhadap hidup semua tergantung pada pikiran kita. Ingat kita terus menerus dipengaruhi lingkungan yang negatif. Jika kita ingin perubahan, kitalah yang harus menciptakan perubahan. Dan kita mulai dengan bersikap positif dan hati gembira.

Nah intinya adalah kita harus membahagiakan diri terlebih dulu agar hidup sukses (bukan sebaliknya, “kita harus sukses dulu agar kita hidup bahagia”   Sayangnya dalam tayangan video itu tidak dijelaskan bagaimana cara membuat bahagia. Dari beberapa referensi, saya dapatkan informasi tentang BAHAGIA.
Seorang pemimpin agama Buddha, Dalai Lama, mengatakan, ”Saya percaya bahwa tujuan utama kehidupan kita adalah untuk mencari KEBAHAGIAAN.” Ia kemudian menjelaskan bahwa kebahagiaan dapat diperoleh dengan melatih atau mendisiplin pikiran dan hati. Pikiran adalah perlengkapan paling mendasar yang kita butuhkan untuk memperoleh kebahagiaan penuh.
Kebahagiaan yang sejati tak dapat dibeli dengan uang atau harta apa pun. Keikhlasan dan kesyukuran adalah sumber dan landasan dari kebahagiaan yang sejati.  
Jika uang adalah kunci kebahagiaan, maka hanya orang-orang kaya yang menari gembira di bawah hujan. Kenyataannya terbalik. Anak-anak dari keluarga miskin adalah jiwa-jiwa yang mampu mewadahi kebahagiaan dan merayakannya dalam sarana-sarana yang paling sederhana.
Tidak mudah memang untuk meraih kebahagiaan karena hidup manusia bisa di atas bisa di bawah dan kadang diberi ujian dari Tuhan yang cukup berat. Oleh karena itu jika anda ingin selalu bahagia, anda perlu tahu rahasia meraih bahagia.

ENAM KIAT SEDERHANA UNTUK BAHAGIA :
Pertama, senantiasa senyum dan ramah.  Senyum dan sikap ramah terhadap orang-orang disekitar akan menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan.   Senyum akan menciptakan suasana ceria dan gembira karena terpancar dari sorot mata dan aura positif pada wajah, Gemar tersenyum akan membawa dampak yang baik pada psikologis kita serta terhadap orang-orang di sekitar kita. Senyum jangan sampai berlebihan karena bisa mengganggu orang di sekitar kita karena rishi, sehingga tersenyum bisa dilakukan dalam hati. Bersikap ramah pada orang sekitar kita akan menciptakan suasana ceria dan gembira. Hal pertama yang harus dilakukan untuk bersikap ramah adalah membiasakan mengatakan 3 kata sederhana yaitu “terima kasih”, “maaf” dan “tolong”.  Tiga kata tersebut adalah “the three magic words” (tiga kata ajaib), meski sederhana dan ringan diucapkan namun  memiliki kekuatan yang luar biasa dan bermakna positif dalam membangun hubungan sosial yang baik antar manusia.  Sekecil apapun bantuan orang lain yang kita terima, sampaikan “terima kasih”, sekecil apapun kesalahan kita, sampaikan permohonaan “maaf”, dan Sekecil apapun bantuan yang kita minta, awali dengan kata “tolong”.
Kedua, hidup sederhana. “Keluar dari kesederhanaan berarti lenyapnya kebahagiaan sejati“ begitu kata Goethe, salah seorang tokoh berpengaruh di Jerman. Sifat manusia sesungguhnya begitu tamak dalam memperbanyak harta. Manusia tidak pernah merasa puas dan bahagia dengan apa yang ada. Nabi Muhammad bersabda "Andai kata manusia telah memiliki satu lembah emas, niscaya ia masih ingin memiliki satu lembah lagi. Tidak ada yang dapat mengisi penuh mulutnya (hawa nafsu) melainkan tanah (maut), kecuali mereka yang selalu bersyukur dan merasa cukup."
Ketiga, bersyukur & berbagi (bersedekah). Mensyukuri apa yang telah kita dapati juga menjadi kunci kebahagiaan. Beramal baik dengan mengeluarkan kelebihan harta kita untuk orang yang membutuhkan merupakan wujud syukur. Mario Teguh, motivator terkenal mengatakan: “Bukan kebahagiaan yang menjadikanmu bersyukur, tapi kesyukuranlah yang menjadikanmu berbahagia.”  Jika anda telah bahagia, maka berbagilah bahagia itu kepada orang yang hidupnya susah. Dengan semakin banyak orang bahagia di sekitar kita, maka hidup kita akan semakin bahagia dan mendapatkan amal/pahala yang besar dari Tuhan. Mahatma Gandhi berkata: “Kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat anda berikan, bukan pada apa yang anda peroleh.”
Keempat, sabar dan pemaaf. Orang yang sabar biasanya lebih disiplin, dan melakukan segala sesuatu dengan perencanaan, selangkah demi selangkah. Menikmati apa yang dilakukan dan yang kita peroleh. Mereka tidak marah atau menyalahkan orang lain ketika kegagalan yang dialaminya tiba. Memaafkan orang lain jika melakukan kesalahan adalah sikap dan tindakan yang luhur. Sebab memaafkan justru memiliki manfaat yang besar yang kembali kepada diri kita sendiri, yaitu mengobati rasa sakit hati.
Kalima, berpikir positif dan menjauhi buruk prasangka. Setiap kesulitan pasti ada jalannya jika kita berusaha dan berdoa dengan penuh ketenangan. Tuhan tidak akan memberikan musibah/ujian yang tidak mampu kita selesaikan. Berfikirlah yang sehat dan positif tidak iri, dengki, suka pamer, gengsian, pendendam dan berbagai penyakit hati lainnya. Menjahui buruk prasangka, sebab secara psikologis buruk sangka akan menyebabkan berbagai penderitaan jiwa, yaitu marah, cemas, dan berbagai emosi negative lainnya.
Keenam, selalu ingat tuhan dan banyak berdoa. Selalu ingat akanTuhan sebagai dzat pencipta dan pengatur seluruh alam semesta (termasuk diri kita) merupakan pangkal dari ketenangan hati. Dan awalilah selalu dengan doa (basmallah) setiap akan memulai pekerjaan dan mengakhiri dengan syukur (hamdallah) selesai melakukan pekerjaan.

Itulah enam kiat sederhana yang dapat kita lakukan untuk menjadikan diri kita bahagia. Sesungguhnya bahagia itu tidak terlihat dari luar tetapi terasa dari dalam. Kalau ingin mencari kebahagiaan maka kebahagiaan itu ada diluar, tetapi kalau ingin merasakan kebahagiaan maka kebahagiaan itu ada di dalam.  Jadi, orang-orang yang ada di tempat-tempat hiburan seperti night club, diskotik, karaoke, dan tempat hiburan malam lainnya adalah orang-orang yang sedang mencari kebahagiaan. Sedangkan orang yang bercengkerama dengan keluarga, nonton tv dirumah sambari minum teh hangat dan menyantap pisang goreng adalah mereka yang sedang menikmati kebahagiaan. 
Bila setelah membaca artikel ini anda memberi komentar, berarti anda membuat hati saya bahagia,  itu berarti anda menebarkan kebahagiaan. Dan tentu kebahagiaan anda akan bertambah. Lakukan dan rasakan hasilnya. Terimakasih atas kebaikan anda.
Selamat merasakan kebahagiaan.

Sumber : https://www.kompasiana.com/kalimana/57d61a6c107f61ed4a568851/enam-kiat-sederhana-untuk-bahagia-kunci-hidup-sukses

Siapakah Orang Kaya Itu?


REPUBLIKA.CO.ID, Oleh M Husnaini
Kekayaan merupakan tema yang menarik diperbincangkan. Sedikit sekali penghuni dunia ini yang tidak ingin kaya dalam hidupnya. Hidup kaya bisa dikatakan impian setiap orang.
Kesuksesan orang baru diakui kalau dia sudah menjadi orang kaya. Keberhasilan pendidikan juga sering dilihat dari sejauh mana hasil pendidikan itu dapat mengantarkan peserta didiknya menjadi orang kaya.
Lawan dari kaya adalah miskin. Orang disebut kaya karena memiliki banyak harta. Yang minim harta, itu miskin namanya. Dengan begitu, kekayaan selalu identik dengan segala hal yang berbau materi atau benda. Memiliki rumah megah, uang banyak, mobil berderet, pakaian necis, dan tanah luas adalah di antara simbol orang kaya. Orang miskin berarti kebalikan dari semua itu.
Tidak usah kita berdebat tentang definisi yang sudah sekian lama diamini secara luas itu. Sekiranya definisi itu dianggap benar, kebenarannya tentu tidak mutlak. Definisi demikian dimensinya serba fisik. Tidak ada kewajiban bagi kita untuk menerimanya.
Saya teringat penuturan Rasulullah ketika mendefinisikan siapa gerangan orang kaya itu. Menurut Rasulullah, seperti dikutip Bukhari dan Muslim, “Bukanlah yang dinamakan kaya itu karena banyak harta, tetapi yang dinamakan kaya sebenarnya adalah kayanya jiwa.”
Mencermati makna hadis di atas, kita segera mendapatkan pemahaman bahwa Rasulullah ternyata memiliki definisi berbeda dengan kebanyakan kita tentang siapa orang kaya.
Barangkali hadis itu akan lebih mudah dipahami ketika kita mengaitkannya dengan daftar orang terkaya di dunia tahun 2013, sebagaimana dirilis majalah Forbes.
Keluarga Budi Hartono, pemilik BCA dan Djarum, memiliki harta 8,5 miliar dolar AS. Michael Hartono memiliki harta 8,2 miliar dolar AS. Dua orang ini jelas lebih kaya tinimbang kita. Menurut Forbes, mereka menduduki peringkat pertama dan kedua daftar orang terkaya di Indonesia. Tetapi, ternyata mereka tidak ada apa-apanya jika dibanding Carlos Slim Helu dan Bill Gates. Harta Carlos Slim Helu, CEO Telefonos de Mexico dan America Movil, mencapai 73 triliun dolar AS, sementara Bill Gates, yang mantan CEO Microsoft, memiliki harta 67 miliar dolar AS.
Banyaknya harta tidak pernah akan ada puncaknya. Di atas orang kaya, selalu ada orang yang lebih kaya. Di sini berlaku rumus relativitas. Fulan yang tergolong orang kaya di sini, belum tentu kaya di sana. Fulanah yang termasuk miskin di suatu tempat, justru dia orang paling kaya di tempat lain. Demikian pula seterusnya. Tegasnya, tidak ada orang yang paling kaya, sebagaimana juga tidak ditemukan orang yang paling miskin.
Penting pula dicatat, definisi kaya atau miskin semacam itu sesungguhnya muncul dari orang luar. Pelakunya sendiri kerap tidak merasakan apakah dia kaya atau miskin. Karena, kebanyakan orang masih saja merasa kurang. Meskipun orang bilang kita ini sudah kaya, tetapi senyatanya kita juga tidak merasa kelebihan harta. Selalu saja kita merasa miskin dan kurang.
Apalagi jika definisi kaya atau miskin itu dikaitkan dengan unsur diri yang bernama keinginan dan kebutuhan. Misalnya, petani desa yang saban hari mengantongi uang lima juta, dia boleh dibilang kaya. Berbeda halnya dengan seorang artis. Uang sejumlah itu tentu tidak dapat mendefinisikan dirinya sebagai orang kaya. Ini soal keinginan dan kebutuhan. Gaya hidup petani desa umumnya tidak menelan uang jutaan dalam sehari. Sementara, tuntutan profesi artis mengharuskan pelakunya untuk selalu tampil mewah dan mahal, sebagaimana rekan sesama artis.
Benarlah, Islam tidak menisbahkan definisi kaya atau miskin dengan kepemilikan benda. Definisi serba fisik itu sangat memusingkan. Karena itu, Rasulullah menegaskan, kekayaan sejati itu ada di dada. Menjadi kaya atau miskin itu murni soal mental. Inilah definisi berdimensi batin. Analoginya sederhana. Orang yang lapang dada selalu merasa kaya, meskipun minim harta. Sebaliknya, orang yang bermental miskin selalu merasa kurang, meskipun menggenggam emas segudang. Pikirannya mengawang di langit harapan, berusaha menjangkau segala yang belum digenggam tangan. Hidup berselimut harta tetapi tampil bagai pecundang.
Alangkah bahagia kehidupan orang yang hati, jiwa, dan pikirannya selalu merasa kaya. Mensyukuri nikmat yang ada tanpa terus mengangankan segala yang dipunyai orang. Harta sekadarnya selalu digunakan untuk memacu amal baik dan ibadah. Batinnya tenang, karena tidak diperbudak dunia, tetapi justru merajai dunia. Rasulullah memuji pribadi demikian. “Sungguh berbahagia orang yang masuk agama Islam dan diberi rezeki cukup, serta dikaruniai Allah sifat qana’ah atas segala yang diberikan kepadanya.” (HR Muslim).
Berbagai penyimpangan menyeruak di segala tempat adalah bukti ketidakmampuan orang untuk merajai dunia. Juga kebejatan moral yang berkecambah dan memperburuk sendi-sendi kehidupan. Mereka itulah orang miskin dalam makna sesungguhnya. Fisiknya mapan tetapi batinnya gersang, karena tidak pernah merasa kenyang oleh kuantitas harta. Kembali renungkan penegasan Rasulullah berikut.
“Bukanlah orang miskin itu orang yang berkeliling mendatangi rumah ke rumah lalu ditolak ketika meminta sebiji atau dua biji kurma, atau ketika meminta sesuap atau dua suap makanan. Tetapi orang miskin yang sebenarnya adalah orang yang tidak pernah memiliki kekayaan untuk mencukupi keperluannya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Sungguh beruntung siapa saja yang dikaruniai Allah kelapangan harta sekaligus batin yang selalu menerima, gemar bersedekah, sehingga hidup selalu diliputi berkah dan jauh dari bencana.