1
|
Dan
tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah
/ menyembahku
WAMAA KHOLAKTUL JINNA WAL INSA ILLA LIYA’BUDUUN
|
QS.51
: 56
(Ad Dzariyat)
|
2
|
Dan
Kami tiada mengutusmu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi
semesta alam
WA MAA ARSALNAKA ILLA RAHMATAL LIL ‘AALAMIIN.
|
QS.21
: 107
(Al.
Anbiya)
|
3
|
Sesungguhnya
aku diutus (oleh Allah) tidak lain hanyalah untuk menyempurnakan akhlak
(budi pekerti)
INNAMA BU’ITSTU LI UTAMMIMA MAKAARIMAL AKHLAQ
|
HR. Ahmad & Baihaqi
|
4
|
Orang
mukmin yang paling sempurna keimannya adalah orang yang
sempurna akhlaknya
AKMALUL MU’MINIINA IMAANAN AHSANUHUM KHULUQAN
|
HR. Tarmidzi
|
5
|
Sebaik-baik orang diantara kalian ialah orang yg baik akhlaknya
HIYAA RUKUM ’AKHAA SINUKUM AKHLAAQ
|
HR. Bukhari & Muslim
|
6
|
Sebaik-baik manusia adalah orang yang memberi manfaat
bagi orang lain
KHAIRUNNAS ANFA’UHUM LINNAS
|
HR. Ibnu Hajar Al-Asqalani)
|
7
|
Sesungguhnya
orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa
diantara kamu.
INNA AKRAMAKUM ‘INDALLAAHI ATQAAKUM
|
QS.49 : 13
(Al. Hujurat)
|
8
|
Sesungguhnya
shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar
INNA SHALAATA
TANHA ANIL FAHSYA-I WAL MUNKAR
|
QS.29
: 45
(Al
Ankabut)
|
9
|
Sesungguhnya ada pada diri rasulullah itu suri tauladan
yg baik
LAQAD KAANA LAKUM FII RASULILLAHI USWATUN
KHASANAH
|
QS.00
: 21
(Al
Ahzab)
|
10
|
Ditimpakan atas mereka kehinaan dimana saja mereka
berada, kecuali kalau mereka berhubungan baik dengan Allah dan berhubungan
baik dengan manusia
DHURIBAT ‘ALAIHI MUDH DHILLATU AINAMAA TSUQIFUU ILLAA BI HABLIM MINALLAHI -
WA HABLIM MINAN NAA
|
QS.3 : 112
(Ali Imran)
|
11
|
Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan
kejahatan seberat zarah pun,
niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.
FA MAYYA’MAL MITSQAALA DZARRATIN KHAIRAY YARAH
WA MAYYA’MAL MITSQAALA DZARRATIN SYARRAY YARAH
|
QS.
99: 7-8.
(Al
Zalzalah)
|
12
|
Sungguh
jika kamu bersyukur, niscaya Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan
jika kamu mengingkarinya (nikmat-Ku), sungguh azab-Ku sangat keras
LA IN SYAKARTUM LA AZII DANNAKUM
WA LA IN KAFARTUM INNA ADZAABII LA SYADIID
|
QS.14 : 7
(Ibrahim)
|
13
|
Dan sedikit sekali dari hamba-hambaku yang bersyukur
WA QALIILUM MIN ’IBAADIYASY SYAKUUR
|
QS.34
: 13
(Saba’)
|
14
|
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai
dengan kesanggupannya
LAA YUKALIFULAAHU NAFSAN - ILLAA WUS’AHAA
|
QS.
2 : 286
(Al.
Baqarah)
|
15
|
Boleh
jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu
menyukai sesuatu padahal ia buruk bagimu. Dan Allah mengetahui sedangkan kamu
tidak mengetahui.
WA’ASAA ANTAKRAHU SYAI’AN
WAHUWA KHAIRULLAKUM
WA’ASAA ANTUHIBBU
SYAI’AN WAHUWA SYARRULLAKUM
WALLAHU YA’LAMU WA ANTUM LAA TA’LAMUUN
|
QS.
2 : 216
(Al.
Baqarah)
|
16
|
Hai
orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
YAA AYUHAL LADZIINA AAMANUS
TA’INUU BISH SHABRI WASH SHALAATI -
INNALLAHA MA’ASHAABIRIIN.
|
QS.
2 : 153
(Al.
Baqarah)
|
17
|
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar
INNALLAHA MA’ASH SHAABIRIIN
|
QS.8
: 46
(al
Anfal)
|
18
|
Cukuplah
Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung
HASBUNALLAH WANI’MAL WAKIL
|
QS.3
: 173
(Ali-Imron)
|
19
|
Kehidupan
dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
WAMAA ALHAYAWAA TUDDUNYA ILLA MATA’UL GHURUR
|
QS.3 ;185
(Ali Imran)
|
20
|
Setiap yang bernyawa pasti akan mati
KULLU NAFSIN DZAA ‘IQATUL MAUT
|
QS.29
: 57
(Al
Ankabut)
|
21
|
Kebersihan itu sebagian dari iman
ATTAHUURU SYATRU MINAL IMAN
|
HR.
Muslim
|
22
|
Setiap
kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan ditanya tentang
kepemimpinannya
KULLUKUM RA’IN WA KULLUKUM MAS ULUN ‘AN
RA’IYYATIHI
|
HR.
Bukhari Muslim
|
23
|
Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan
ahlinya, maka tunggu saja kehancurannya.
IZHAA WUSSIDAL AMRU ILAA GHAIRI AHLIHI FAN TADHIRIS SAA’AH
|
HR.
Bukhari
|
24
|
Ingatlah
kamu kepada-Ku niscaya aku akan ingat pula kepadamu
FADZ KURUUNI ADZKURKUM WASY KURUU LII WALAA TAK FURUUN
|
QS.
2 : 152
(Al.
Baqarah)
|
25
|
Amal itu hanyalah dengan niat, dan setiap orang hanya
akan memperoleh apa yang diniatkannya
INNAMAL A’MALU BINNIYAH WA INNAMAA LIKULLI
AMRI IMMAA NA
|
HR. Bukhari Muslim
|
26
|
Lihatlah apa yang
di katakan dan jangan melihat siapa yg mengatakan
UNDZUR MA QIILA WA LA TANDZUR MAN
QOOLA;
|
(Ali
bin Abi Tholib).
|
SANGKAN PARANING DUMADI ; Telah menjelajahi kehidupan lebih dari 50 tahun, saatnya merenungi dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk "hari kemudian"
Minggu, 10 Februari 2019
Hapalan 2
Kamis, 07 Februari 2019
Kultum; Hikmah dan Rahasia Sakit
Mendoakan
Saudara yang sakit.
Saat ini diantara warga dan jamaah masjid kita, kemungkinan ada yang
sedang diberi ujian oleh Allah berupa menderita sakit. Kepada beliau yang
tengah menderita sakit, marilah kita doakan kiranya Allah segera
mengangkat penyakitnya dan diberi kesehatan agar kembali dapat
melaksanakan kegiatan dan ibadah dengan baik dan sempurna. Amin.
Penyebab, Hikmah
& Rahasia Sakit
Terkait dengan sakit, secara teori medis dijelaskan bahwa ada 3 faktor penyebab
datangnya penyakit , yaitu: (1) faktor makanan, (2) faktor lingkungan,
spt polusi, radiasi, nyamuk dsb. dan (3) faktor pikiran.
Namun ada orang yang sudah berupaya dengan selalu mengkonsumsi makanan
yg sehat, kemudian menjaga lingkungan hidup yang bersih, serta tidak terbebani
dengan pikiran, tetapi dia masih juga jatuh sakit. Kenapa?
Bagi orang beriman, selain tiga faktor penyebab sakit tadi ada sebab
lain yang membuat seseorang jatuh sakit, yaitu kehendak Allah Swt. Karena
Allah mempunyai maksud dan tujuan tertentu dengan memberi hambanya suatu
penyakit.
Sakit merupakan karunia Allah bagi orang beriman, karena ada rahasia dan hikmah dibalik ujian sakit. Salah
satu hikmah sakit adalah sebagai penggugur dosa. Sedangkan
rahasia sakit adalah merupakan bentuk kasih sayang Allah Swt.
Nasihat Bagi Yang
Sakit
Alhamdulillah alfakir baru saja sehat dari terpapar Covid-19, yang
memaksa harus dirawat di ruang isolasi selama dua minggu lebih. Selama itu
alfakir merasakan suatu penderitaan yang sangat menyedihkan.
Saat menderita sakit itu, alfakir mendapat hiburan dan nasehat dari
seorang sahabat. Ketahuilah, katanya bahwa dengan sakit yang kamu
derita ini sesungguhnya Allah sedang menyapamu.
Salah satu tanda Allah tengah menyapa orang beriman adalah diberikannya ujian
(berupa sakit). Agar ia merintih
padaNYA, dzikirnya semakin panjang dan sujudnya
semakin khusuk.
Bayangkan saat sakit, Allah tengah mengelus kepalamu dan
berkata: "Bersabarlah ... kamu pasti kuat wahai hamba'Ku."
Sakit Penggugur
Dosa
Dalam sebuah kitab mawa’idh (nasihat) karya Syaikh Muhammad bin Abu Bakar berjudul Al-Mawa'idzul 'Ushfuriyyah
(nasihat dari burung pipit), diterangkan bahwa:
"Apabila seorang mukmin menderita sakit, maka Allah mengutus
empat malaikat untuk datang kepadanya, yang masing-masing mendapat tugas bereda.
Malaikat pertama mendapat tugas mengambil sebagian
kekuatan yang ada pada badannya, hingga dia menjadi lemas tak berdaya. Malaikat
kedua mendapat tugas mengambil sebagian kenikmatan yang ada pada
mulutnya, hingga dia tidak merasakan nikmatnya makan dan minum. Malaikat ketiga
mendapat tugas mengambil sebagian cahaya yang ada pada
mukanya, hingga dia kelihatan pucat lesu. Dan, malaikat yang keempat mendapat
tugas mengambil
sebagian dosa-dosanya, hingga dia bersih dari sebagian dosa lantaran
sakit.
Ketika Allah menghendaki dia sembuh dari sakitnya, maka diperintahkan
kepada tiga malaikat untuk mengembalikan apa yang telah diambilnya, tetapi
tidak pada salah satu malaikat.
Malaikat pertama mengembalikan kekuatan yang telah diambilnya, hingga
dia memiliki kekuatan lagi. Malaikat kedua mengembalikan kenikmatan
yang telah diambilnya, hingga dia bisa merasakan kembali kenikmatan makan dan
minum. Dan malaikat ketiga mengembalikan cahaya yang telah diambil dari wajahnya,
hingga dia kelihatan berseri kembali.
Sehingga malaikat keempat bertanya, karena apakah hingga Engkau tidak
memerintahkan kepadaku kembali untuk mendatangi si Fulan? Allah berfirman:
"Karena
penderitaannya (ketika sakit) telah menghabiskan dosa-dosanya yang engkau ambil”
Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda; “Tidaklah seorang muslim tertimpa cobaan berupa sakit dan sejenisnya,
melainkan Allah mengugurkan dosa-dosanya, seperti gugurnya daun-daun kering dari pepohonan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kita tahu bahwa pada musim kemarau hampir semua pohon mengalami kekurangan air. Saat
itu pohon-pohon menggugurkan daun-daunnya yang kering. Semakin lama
musim kemarau dialami, maka semakin banyak pula daun-daun yang gugur, bahkan
sebuah pohon bisa gundul lantaran semua daun-daunnya gugur. Demikian
pula dengan sakit. Semakin berat dan semakin lama penyakit yang
dideritanya maka semakin banyak pula dosa-dosanya yang digugurkan oleh Allah Swt.
Dengan demikian maka dapat dipahami bahwa salah satu hikmah sakit
adalah sebagai sebab penggugur dosa.
Begitulah cara Allah menggugurkan dosa dari hamba-hambanya
yang beriman. Karena ada dosa yang tidak bisa terhapus dengan cara berdoa, dzikir,
istighfar maupun minta maaf, melainkan hanya bisa terhapus sebab lantaran
adanya pernderitaan karena sakit.
Beberapa
Hikmah Sakit
Selain sebagai penggugur dosa, ada hikmah lain dari sakit bagi
seorang mukmin, yaitu bertambahnya derajat kemuliaan. Nabi
SAW bersabda, “Tidaklah seorang Muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang
lebih dari itu, melainkan dihapuskan satu dosanya dan diangkat satu
derajat baginya.” (HR. Muslim).
Dalam
satu waktu ketika nabi menjenguk Salman Al-Farisi yang tengah berbaring
sakit, Rasulullah bersabda, ”Sesungguhnya ada tiga hal yang menjadi kepunyaanmu
dikala sakit. Engkau sedang mendapat peringatan (diingatkan)
oleh Allah SWT, penyakit yang menimpamu akan menghapuskan
dosa-dosamu, dan doamu
diijabah oleh-Nya. Semoga Dia menggembirakanmu
dengan kesehatan sampai ajalmu datang.” (HR. Bukhari- Muslim).
Dengan demikian maka dari beberapa hadis itu kita ketahui bahwa sakit yang
menimpa seseorang mengandung beberapa hikmah di sisi Allah SWT, yaitu:
(1) sebagai
peringatan; (2) penggugur dosa-dosa; (3) meningkatkan derajat
kemuliaan di sisi Allah; dan (4) doa lebih diijabah
Allah.
Rahasia
Dibalik Sakit.
Selain mengandung beberapa hikmah, ternyata ada rahasia dibalik
musibah sakit bagi orang beriman, yaitu sebagai bentuk kasih
sayang Allah Swt.
Ketika berjumpa dengan Allah di akhirat nanti, Allah Swt
menghendaki hamba-hambanya yang beriman sudah dalam keadaan bersih tanpa
dosa dengan menggugurkannya ketika masih di dunia. Rasulullah
bersabda: "Ujian akan terus menimpa seorang mukmin laki-laki
dan perempuan, menimpa dirinya, anaknya, dan hartanya, sehingga ia akan
berjumpa dengan Allah tanpa membawa dosa. (HR.
At-Tirmidzi)
Dan sabda nabi yang lain, "Ketika Allah menginginkan hamba-Nya
suatu kebaikan, maka disegerakan hukumannya di dunia. Kalau Allah
menginginkan hamba-Nya suatu kejelekan, maka dosanya ditahan sampai dibalas
nanti di hari kiamat." (HR. At-Tarmizi).
Saat menjelang
kematianpun Allah Swt masih menimpakan suatu penyakit bagi hamba-hambanya
yang bertakwa. Bahkan
Allah akan memperberat penyakitnya bagi mereka yang dicintai-Nya.
Sedangkan bagi orang-orang yang kufur justru akan terjadi sebaliknya yaitu Allah
akan mempermudah kematiannya, hal itu sebagai balasan atas perbuatan-perubatan
baik yang pernah dilakukannya.
Diriwayatkan
dari Abu Nu’aim bahwa Rasulullah SAW bersabda, ” Sesungguhnya
seorang Mukmin yang melakukan kesalahan lalu diperberat
(sakitnya) pada saat kematian, niscaya kesalahannya itu
dihapuskan. Sedangkan bagi seorang kafir yang melakukan
kebajikan maka akan dipermudah kematiannya,
sebagai balasan kebajikan yang telah dilakukannya.”
Karenanya, bila ada orang-orang yang di ujung hayatnya menderita
sakit terus, bahkan parah dan tidak kunjung sembuh. Hal itu bisa jadi merupakan
suatu keberuntungan baginya. Apalagi jika dulu ketika masih sehat,
dia hampir tidak pernah berdzikir dan lupa kepada Allah. Kemudian sebelum
meninggal, dia begitu tekun beribadah dan menderita sakit agak
lama. Maka itu merupakan bentuk kasih sayang Allah sebagai sebab
penggugur kesalahan dan dosa-dosa di masa lalunya. Sekiranya tidak
sakit tentu ia akan meninggal dengan membawa dosa-dosa.
Maka
sesungguhnya sakit yang diderita seorang mukmin menjelang akhir hayatnya dapat
dipandang sebagai bentuk cinta kasih sayang Allah Swt.
Nikmat Sehat
dan Sakit
Sehat dan sakit adalah dua keadaan yang berbanding terbalik. Sehat adalah suatu kenikmatan sedangkan sakit adalah penderitaan, namun
keduanya merupakan karunia Allah yang harus disikapi dengan prasangka baik.
Apabila kita diberi karunia sehat maka harus disyukuri, karena sehat adalah suatu
kenikmatan sehingga kita dapat hidup, beraktivitas dan beribadah dengan baik
dan optimal. Dan agama Islam memerintahkan kita untuk merupaya menjaga kesehatan.
Namun apabila kita diberi karunia sakit maka kita harus bersyabar dan ikhlas. Bahkan bagi
orang beriman ujian sakit disikapi sebagai bentuk kasih sayang Allah. Sakit merupakan
karunia yang besar, karena dengan sakit Allah Swt menggugurkan dosa2 kita dan meningkatkan
derajat kemuliaan kita di sisi Allah Swt.
Pada masa pandemi covid, Islam mewajibkan kita diwajibkan untuk
senantiasa menjaga Kesehatan. Bagi orang yang diberi karunia sehat maka bersyukurlah,
jangan
sombong dan takabur, dengan menganggap orang yang sakit tidak mampu
menjaga kesehatan seperti dirinya.
Karena bisa jadi orang yang tidak pernah diberi sakit, dan tidak pernah
merasakan kesusahan dan kesulitan hidup adalah merupakan Istidraj, yaitu orang
yang tidak mendapat kasih sayang dari Allah Swt.
-----