Sabtu, 14 Agustus 2021

Piagam Madinah, Konstitusi Pertama di Dunia

Piagam Madinah atau Perjanjian Madinah adalah sebuah dokumen formal yang berisi peraturan-peraturan tentang berkehidupan secara adil dan bermartabat antar penduduk di kota Madinah, yang terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama.

Piagam Madinah, yang disusun oleh Nabi Muhammad pada tahun 622 Masehi (1 Hijriah), menjadi dasar hukum bagi kehidupan bermasyarakat di Madinah. Untuk itu Piagam Madinah juga terkadang disebut sebagai Konstitusi Madinah.

Ahli hukum Islam Inggris berdarah India, Muhammad Hamidullah menyebut Piagam Madinah sebagai konstitusi demokratis pertama di dunia, lantaran ketika itu belum ada satu negara pun yang memiliki peraturan tertulis tentang bagaimana cara mengatur hubungan antara umat beragama. Isinya memberikan perlindungan hak hak semua orang untuk hidup dalam satu atap tanpa merasa takut menjalankan keyakinan mereka masing masing. 

Ketika Piagam Madinah ditetapkan tahun 622 M (1 Hijriah), saat itu belum ada satu negara pun yang memiliki peraturan bagaimana cara mengatur hubungan antara umat beragama. Piagam Madinah, dalam beberapa pasalnya, sudah jelas mengatur hubungan tersebut.

Piagam Madinah, berisi aturan aturan perlindungan Konstitusi terhadap bangsa dan agama lain, mengatur hubungan antar sesama umat berkeyakinan dan perlindungan hak haka hidup bangsa dan agama lain dalam sebuah negara. Dengan Piagam Madinah itu penduduk Madinah yang terdiri dari berbagai suku, ras dan agama hidup berdampingan secara rukun dan damai.

Piagam Madinah sejatinya merupakan kontitusi negara tertulis pertama di dunia. Kehadiran Piagam Madinah nyaris 6 abad mendahului Magna Charta (dokumen HAM pertama yang membatasi monarki Inggris tahun 1215), dan hampir 12 abad mendahului konstitusi Amerika Serikat ataupun Prancis. Juga jauh sebelum PBB mencanangkan Declaration of Human Rights tahun 1948 di Paris.

 

Kandungan Piagam Madinah

Piagam Madinah terdiri daripada 47 pasal, dimana 23 pasal membicarakan tentang hubungan antara umat Islam yaitu; antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin, dan 24 pasal lain membicarakan tentang hubungan umat Islam dengan umat lain, termasuk Yahudi.

Kandungan Piagam Madinah berisi hal Mukadimah, dilanjutkan oleh hal-hal seputar pembentukan umat, persatuan seagama, persatuan segenap warga negara, golongan minoritas, tugas warga negara, perlindungan negara, pimpinan negara, politik perdamaian dan Penutup. 

Bentuk toleransi "Antar Umat Beragama" dalam Piagam Madinah ini tertulis dalam Pasal 24 yang berisi: "Kaum Yahudi dari Bani ‘Awf adalah satu umat dengan mukminin. Juga (kebebasan ini berlaku) bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri, kecuali bagi yang zalim dan jahat. Hal demikian akan merusak diri dan keluarga".

Melalui Piagam Madinah inilah bisa dilihat bagaimana peran dan fungsi dari seorang manusia yang bernama: Muhammad, dalam meletakkan dasar-dasar toleransi antar umat manusia.

Piagam Madinah dapat juga disebut sebagai konstitusi suatu negara, sebab Piagam Madina telah memuat prinsip-prinsip minimal suatu  pemberintahan yang bersifat fundamental. 

 

Prinsip Toleransi dalam Islam.

Prinsip toleransi dalam hubungan antar umat beragama diatur dalam Islam melalui ayat-ayat kitab suci Al Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad. Setidaknya ada lima poin ketentuan toleransi, yakni : 

PertamaTidak ada paksaan dalam agama. Q.S. Al-Baqarah 256: "Tidak ada paksaan dalam agama (karena) sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah.

KeduaMengakui eksistensi agama lain serta menjamin adanya kebebasan beragama.  Q.S. Al-Kafirun 1-6: “Katakanlah : Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah dan kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kalian sembah, dan kalian tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku.

KetigaTidak boleh mencela atau memaki sesembahan mereka. Q.S. Al-An'am : 108:  “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.

KeempatTetap berbuat baik dan berlaku adil selama mereka tidak memusuhi.  Q.S. Al-Mumtahanah 8-9: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.  Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” Dan Q.S. Fushshilat : 34: “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.”   

KelimaMemberi perlindungan atau jaminan keselamatan. Sabda Nabi (diriwayatkan oleh Imam Thabrani):  " Barangsiapa yang menyakiti orang dzimmi (non muslim yang berinteraksi secara baik), berarti dia telah menyakiti diriku dan barangsiapa menyakiti diriku berarti dia menyakiti Allah’"

Dari ayat-ayat Al qur’an dan hadits Nabi di atas, jelaslah bahwa toleransi yang diajarkan Islam bukanlah toleransi yang pasif, yang sekedar "menenggang, lapang dada dan hidup berdampingan secara damai", tetapi lebih luas lagi; bersifat aktif dan positif, yakni untuk berbuat baik dan berlaku adil.

Agama Islam juga mengakui adanya orang-orang ahli kitab yang baik dan perlunya perlindungan tempat-tempat ibadah agama lain (Q.S. Al-Ma'idah: 82; Q.S. Al-Hajj : 40). 

Minggu, 08 Agustus 2021

Antara Covid, Qadha dan Qadar

"Saya sudah taat prokes dengan ketat, tapi kenapa kena juga ya?"

"Saya sudah pernah kena, sudah vaksin dua kali pula, tapi kok tetap masih kena lagi..."

"Saya tidak vaksin, prokes sekenanya, ternyata sampai sekarang baik-baik saja tuh.."

"Kena covid-19 ini kok seperti undian dan arisan saja ya? nasib-nasiban."

Dan masih banyak celetukan kawan-kawan saya tentang si kopid.

Dan ini satu celetukan yang jadi bom dari seorang kawanku, "Semua itu takdir, mau maskeran mau enggak, ujungnya bakal mati juga"...

Waduh, nggak gitu juga kaleee?

Semua yang terjadi di dunia ini sudah ada suratannya dari Allah Semesta Alam, disebut takdir. Tapi takdir itu tidak selalu datang ujug-ujug tanpa sebab. Kita mengenal ada 3 dimensi takdir: qadha, qadar dan ikhtiar. 

Qadha adalah ketetapan Allah Swt (takdir) yang telah tertulis di Lauh al-mahfuz sejak zaman azali, yaitu sebelum Dia menciptakan semesta. Qadha merupakan ketetapan Allah yang bersifat umum, seperti kelaihran, jenis kelamin, rijeki dan kematian.  Allah Swt sudah menetapkan bayi yang baru lahir itu berjenis kelamin apa, keturunan dari siapa, akan menjadi siapa, termasuk juga profesinya, sampai kapan dan dimana kematiannya.

Qadar adalah ketetapan Allah Swt (takdir) yang merupakan realisasi dari qadha itu sendiri.  Qadar merupakan keputusan Allah Swt dalam kadar tertentu sesuai dengan kehendak-Nya, baik berupa keberuntungan maupun musibah/kerugian. 

Takdir sendiri terbagi menjadi dua, yaitu qadar mubram dan qadar mu’alaq. Pertama, takdir mubram adalah takdir mutlak yang tak mungkin berubah. Misalnya, kematian, jodoh, dan lain sebagainya. Kedua, takdir mu'allaq yang berarti takdir yang dapat berubah dengan doa, usaha, dan ikhtiar yang diupayakan hambanya. Misalnya, kekayaan, jabatan, kesehatan, rejeki, dan lain sebagainya. 

Ikhtiar adalah usaha yang dilakukan untuk mencapai harapan, keinginan, atau cita-cita. Ketika seseorang menginginkan sesuatu maka ia harus mau berusaha atau berupaya untuk meraihnya.  Setelah Allah menetapkan qadha kemudian Dia memberikan kebebasan atau "free will" bagi manusia untuk melakukan apa saja agar diperoleh sesuatu seperti yang diinginkannya. Usaha itu disebut sebagai Ikhtiar. 

Nah, kita diberi kesempatan untuk berikhtiar sebelum turun keputusan Allah yang tidak bisa diganggu gugat yang disebut Qadar. 

Yang berikhtiar dengan bersungguh-sungguh, memiliki peluang besar untuk dianugerahi qadar sesuai yang diinginkan. Meminjam istilah golf, itu sama dengan dapat “Par”. Alhamdulillah. 

Bila ikhtiar itu di dalam koridor kebenaran yang ditetapkan, maka Allah menambahnya dengan kebaikan (baca: pahala). Subhanallah, dapat "Birdie!". 

Bila kemudian mereka menerima dan bersyukur apapun hasil akhirnya, karena yakin itu adalah qadar (keputusan) Allah, maka dapat bonus berkah. Masya Allah, itu "Eagle!". 

Nah, kalau ada yang sudah patuh prokes dll tetapi tetap kena kopid? Yakinlah bahwa Allah SWT punya skenario terbaik yang kita belum paham. 

* Mungkin saja Allah mem-vaksin kita dengan cara-Nya untuk mempersiapkan kita menghadapi pandemi gelombang ke sekian.

* Mungkin Allah sedang meminta kita mendekat kepada-Nya, ingin mendengar istighfar kita yang tulus, supaya hati dan iman kita jauh lebih kuat, dll. 

Bagi yang cuek bebek tanpa prokes dan tidak kunjung terinfeksi covid-19, alhamdulilah.

Tapi kita harus ingat bahwa tidak pakai masker, tidak rajin cuci tangan, suka berkerumun, itu menghilangkan pahala ikhtiar sekaligus melanggar syariat. Dapatnya hanya Boogie.

Tidak melakukan prokes sambil sombong, Double Boogie.

Mengajak orang lain untuk sama-sama tidak melakukan prokes, Triple Boogie.

Kalau sudah begini, tidak hanya kehilangan kesempatan mendapat kebaikan (pahala) tapi malah berdosa. Nauzubillah. 

Wallahu'alam

Kamis, 05 Agustus 2021

Do'a - Do'a

DO'A PAGI HARI ๐ŸŒฟ

  

ุจِุณูۡ€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ِ ูฑู„ู„ู‡ِ ูฑู„ุฑَّุญูۡ€ู…َู€ٰู†ِ ูฑู„ุฑَّุญِู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ูŠู…ِ 

Bismillahirrahmannirahim

Ya Allah...

Terima kasih atas segala nikmat dan karuniaMu di pagi ini...

Jadikanlah setiap langkah kami selalu dalam kebaikan...

Mudahkanlah urusan kami hari ini...

Bukakanlah pintu rezeki yang halal dan barokah  untuk kami semua...

Jadikan sisa umur kami penuh dengan Rahmat dan Keberkahan...

Dan lindungilah kami, orang tua kami, anak cucu kami, dan saudara2 kami, serta sahabat2 kami dengan kasih sayangMu...

Sesungguhnya hidup dan mati kami hanya karenaMu

Amin 3x ... Walhamdulillahi Rabbal Alamin.

ุขู…ِّูŠْู†َ, ุขู…ِّูŠْู†, ุขู…ِّูŠْู†,َ ูŠุง ุฑَุจَّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠْู†

ูˆَุงู„ْุญَู…ْุฏُ ِู„ู„ู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠْู†َ

 

DOA MOHON KESEMBUHAN ORANG SAKIT

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma Rabbannaasi Adzhibil Ba’sa Wasy Fihu,

Wa Antas Syaafi,

Laa Syifaa-a Illa Syfaauka - Syifaan Laa Yughaadiru Saqaama.”

 

Artinya:

Ya Allah, dzat yang dipertuhankan manusia.  Hilangkan kesusahannya dan berikan dia kesembuhan.

Engkau adalah Dzat Yang Maha Menyembuhkan.

Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.

-----

Ya Allah … Dzat yang maha penyembuh.

Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu.

Kami mohon kepadaMU, hilangkanlah penyakit yang sedang diderita oleh Fulan dan berikanlah dia kesembuhan. Kesembuhan paripurna yang tidak meninggalkan penyakit lain. 

Rabu, 04 Agustus 2021

Islam Kulit & Islam Hakekat

Terjadi dialog antara dua pemuda muslim...

Pemuda 1: “Bagaimana engkau makan?”

Pemuda 2: “Aku ucapkan bismillah, makan dengan tangan kanan, mengecilkan suapan lalu mengunyahnya dengan baik”

Pemuda 1: “Bagaimana engkau tidur?”

Pemuda 2: “Aku ambil wudhu, tidur pada sisi kanan tubuhku dan membaca dzikir”

Pemuda 1: “Pada hakikatnya engkau belum makan dan tidur dengan cara yang benar”

Pemuda 2: “Lalu bagaimana makan dan tidur yang benar itu?”

Pemuda 1: “Waspadalah jangan ada barang haram yang masuk ke dalam perutmu dan engkau boleh makan sesukamu. Jangan ada dendam dan tersakiti karenamu lalu tidurlah sesukamu”

Banyak orang yang sibuk dengan kulit agama, namun mereka meninggalkan esensi dan hakikatnya.

Umat manusia tidak kagum pada Rasulullah Saw lantaran gaya berpakaian, cara tidur atau cara makan minumnya.

Mereka berdecak kagum pada etika, moral, serta kelembutan dan keindahan akhlak beliau, yakni jujur, adil, peduli, sederhana, tanggung jawab, disiplin, toleran dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Jawabanmu tidak salah kawan, akan tetapi itu hanya kulit dan bungkus agama.

Pesanku pada diriku sendiri dan kamu adalah, JANGANLAH KITA SIBUK DENGAN BUNGKUS AGAMA, NAMUN PADA SAAT YANG SAMA MENCAMPAKKAN ISI, HAKIKAT, ESENSI DAN MAKNANYA

Minggu, 01 Agustus 2021

Sopir Angkot

Sopir² angkot saling menyalip berebut penumpang...

Tak jauh di depan angkot yg kutumpangi seorang ibu dan 3 orang anaknya berdiri di tepi jalan...

Setiap angkot yang berhenti dan berbicara dengan si ibu, langsung melaju kembali, hal ini terus terulang berkali-kali...

Saat angkot yg kutumpangi berhenti, si ibu bertanya :

“Dik, lewat terminal bis ya?”

Sopir menjawab : “Ya bu”.

Si ibu tak segera naik, berkata lirih :

“Tapi saya ber-3 dengan anak-anak tidak punya ongkos.”

Sambil tersenyum, sopir itu menjawab :

“ Tidak apa-apa bu, naik saja. ”.

Si ibu tampak ragu,

sang sopir mengulangi perkataannya :

“Ayo bu, naik saja, tidak apa-apa.”

Disaat angkot lain berlomba mencari penumpang mengejar setoran, sopir yang satu ini rela 4 seat kursi penumpang nya di gratiskan...

Sampai di terminal bis, 4 orang penumpang itu pun turun, dan mengucapkan terima kasih kepada sang sopir.

Namun di belakang ibu itu, ada seorang penumpang pria turun dan membayar Rp. 25.000,-

Ketika Sopir akan memberi kelebihan uang kembalian, pria itu berkata :

“ Untuk Ongkosku dan 4 orang penumpang tadi... “Teruslah jadi orang baik ya dik”, kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu...

“Seorang ibu yg jujur...”

“Seorang sopir yg baik hati...”

“Seorang penumpang yg dermawan...”

Mereka saling mendukung dalam berbuat kebaikan...

Kejujuran seorang ibu disikapi positif oleh sang supir, kebaikan seorang supir direspon oleh seorang penumpang dermawan. Itulah hidup, yang telah dirangkai oleh maha pencipta sekalian alam, tidak pernah ada yang kebetulan. Allah telah mempertemukan komunitas orang orang yang berhati mulia, dan tidak ada kesia sia an dalam berbuat kebaikan.

"Hidup ini hanya sekali dan begitu singkat, Marilah kita terus berbuat baik, jangan berhenti dan jangan pernah merasa lelah untuk berbuat kebajikan... 

“Tidak perlu harus Berebut Rejeki semua telah diatur oleh TUHAN, tetap lakukanlah kebaikan ... ”

Selalu banyak BERSYUKUR atas nikmat yang ALLAH berikan pada kita

karena........ 

Allah punya rencana yg terbaik dan indah pada waktunya.  ๐Ÿ™๐Ÿป

Aamiin...๐Ÿ˜‡

https://t.me/semangatsubuh 

Nelayan

 Seorang manajer yang bergaji 100 juta per bulan tengah berdiri di tepi pantai dan memandang ke arah laut, ketika seorang nelayan merapatkan perahunya.

Manajer itu bertanya: “Berapa lama waktu yang anda habiskan untuk menangkap ikan sebanyak ini?”

“Tidak lama, cukup 5 jam,” jawab nelayan.

“Mengapa tidak pergi lebih lama lagi dan menangkap lebih banyak lagi?”

“Ini sudah cukup buat keluargaku.”

“Apa yang Anda lakukan di luar menangkap ikan?”

“Bermain dengan anak-anakku, tidur siang, makan siang bersama keluargaku, mengantar dan jemput anak ke sekolah, mengaji, ngobrol dengan teman-temanku, ya, hidup yang begitu kunikmati.”

“Aku punya ide untuk membantumu,” ujar si manajer.

“Aku lulusan master dari Amerika. Saranku, habiskan waktumu lebih banyak untuk menanggkap ikan, beli perahu yang lebih besar, dapat lebih banyak uang, beli lagi beberapa perahu.’

“Jangan jual ikan ke perantara, jual langsung ke pengolahan sampai Anda memiliki pabrik sendiri. Kendalikan produk, distribusi dan produksinya.

Setelah itu Anda pindah ke kota besar, kemudian ke luar negeri untuk mengembangkan usaha ini.”

“Menarik. Tapi berapa lama waktu yang dibutuhkan supaya aku bisa seperti itu?” tanya nelayan mulai tertarik.

“Lima belas tahun paling cepat. Dua puluh tahun paling lambat,” jawab si manajer.

“Setelah itu pak, Pak ?”

“Inilah bagian yang paling menarik, Anda bisa menjual saham perusahaan di bursa dan menghasilkan uang miliaran.”

“Wah, miliaran ya…! Lalu apa setelah itu, Pak?”

“Lalu, Anda bisa istirahat dan pulang ke rumah. Pindah ke desa kecil di tepi laut, memancing, bermain dengan anak-anak, tidur siang, makan bersama istri, mengantar anak ke sekolah, bermain gitar serta ngobrol dengan teman-teman dekat.”

“Oooooooh… Kalau tujuan akhirnyanya cuma itu, sekarang saya sudah mendapatkan apa yang saya inginkan, Pak…

“Kalau menunggu 20 tahun lagi, anak-anak saya sudah besar, jadi gak mungkin lagi saya bermain dan mengantar mereka ke sekolah,” sahut si nelayan sambil meninggalkan manajer yang kebingungan.

Moral of Story :

Jangan lewatkan golden moment untuk menikmati hidup, termasuk bersama keluargamu... Karena hal indah ini tidak akan terulang lagi dalam hidupmu.


Jumat, 30 April 2021

Mengingat Kematian

1. Manusia Paling Cerdas

Pada kesempatan ini perkenankan saya untuk mengangkat topik masalah kematian. Mengingat kematian adalah satu hal yang pasti dan sangat penting yang seharusnya dipersiapkan oleh orang-orang beriman.  Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw bersabda: ”

Manusia yang paling cerdas ialah yang paling banyak mengingat kematian, Dan yang paling hebat persiapannya untuk menghadapi kematian itu.” (HR. Ibnu Majah)

Jadi manusia yang paling cerdas itu bukan yang IQ nya tinggi hingga diatas 160 seperti Albert Einstein atau siapapun, tetapi yang paling cerdas adalah orang yang banyak mengingat kematian dan tentu menyiapkan bekal untuk mati.

2. Syakaratul Maut Nabi Musa

Peristiwa yang paling dahsyat dalam kehidupan manusia hingga kematian adalah syakaratul maut. Istilah syakaratul maut adalah ungkapan untuk menggambarkan betapa sakitnya saat malaikat izrail mencabut nyawa dari tubuh manusia.

Dalam sebuah kitab dikisahkan peristiwa syakaratul maut Nabiyullah Musa As. Pada suatu hari, malaikat Maut datang mendekati nabi Musa As.

Nabi Musa bertanya:  ”Wahai Izrail, ada apa engkau datang kemari? Untuk mengunjungiku atau untuk mencabut nyawaku?.  

Izrail menjawab : ”Mengambil nyawamu”

”Bisakah engkau beri kesempatan kepadaku untuk melakukan perpisahan dengan keluargaku?”

”Tidak ada waktu lagi untuk itu”

Musa bertanya lagi : ”Dari mana engkau akan mengambil nyawaku?”

Dari mulutmu

”Apakah engkau tega mengambil nyawa lewat mulut yang selalu berdzikir kepada Rabb?”

”Kalau begitu lewat tanganmu

”Apakah engkau akan mencabut nyawaku melalui tangan yang pernah membawa lembaran2 Taurat?”

”Kalau begitu lewat kakimu

”Apakah engkau akan mengambil nyawa lewat kaki yang pernah berjalan ke bukit Thursina untuk bermunajat kepada Tuhan?”

Kemudian malaikat Izrail memberikan buah jeruk yang harum kepada nabi Musa untuk dihirup, dan nabipun kemudian menghembuskan nafas yang terakhir.

Para malaikat kagum menyaksikan peristiwa syakaratul maut nabi Musa. Ketika nyawa nabi Musa terbang menuju alam barzah, para malaikat mendekat dan bertanya.

Ya ahwanal anbiya’ mautan - kaifa wajadta al maut ?

Wahai nabi yang paling ringan matinya, bagaimana rasanya syakaratul maut?

Musa menjawab :

Kasyatin Tuslaku  Wahiya Hayatun

Seperti kambing yang dikuliti hidup-hidup.

Bisa kita bayangkan bagaimana rasanya saat sakaratul maut.  Nabi Musa yang tergolong manusia pilihan merasakannya sakaratul mautnya bagaikan kambing yang dikuliti hidup-hidup.

Mengingat betapa sakitnya saat syakaratul maut, maka orang-orang shalihin selalu berdoa di sela-sela dzikirnya, dengan do’a :

Allahumma hawwin ‘alaina fii sakaratil maut,  Wal ‘afwa ‘indal hisaab. Wan najaata minan naar.

Ya Allah mudahkanlah kami pada waktu menjelang sakaratul maut, Dan kami mohon ampunan di hari penghisaban, Serta selamatkanlah kami dari siksa api neraka. 

3. Kematian adalah Keniscayaan

Syakaratul maut adalah peristiwa dahsyat yang sangat menyakitkan. Meski demikian tak seorangpun dapat menghindar dari kematian. Karena kematian adalah keniscayaan. 

Allah berfirman, ”Kullu Nafsin Dzaa ‘Iqatul Maut,” artinya, ”Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.” (QS. Al-Anbiyaa 35).

Waktu kematian itu sudah ditetapkan oleh Allah Swt, dan tak ada satupun yang tahu kapan datangnya kematian. Bila tiba saat kematian maka tak ada satupun yang mampu menangguhkan atau mendahulukannya meski hanya sesaat. (QS. Yunus 49).

Kematian tidak pandang umur maupun kondisi. Tua atau muda, miskin atau kaya, sehat maupun sakit, siap atau tidak, bila sudah tiba saatnya maka kematian akan datang tepat waktu sesuai yang ditentukan oleh Allah Swt. 

4. Apakah kematian itu ?

Menurut para filosof Islam, kematian adalah berpisahnya ruh meninggalkan jasad manusia. Setelah mati maka jasad manusia akan hancur dan kembali ke unsur alam yang membentuknya, yaitu tanah, air, api dan udara. Sedangkan Ruh akan hidup terus dan kembali menuju Sang Pencipta, Allah Swt.

Dengan demikian maka kematian itu bukanlah akhir dari kehidupan.  Tetapi kematian justru awal dari suatu kehidupan yang abadi.  Setelah kematian, manusia akan menjalani suatu kehidupan yang sangat panjang (kekal) di akhirat.        

Justru kehidupan di akhirat itulah merupakan kehidupan yang sesungguhnya, sementara kehidupan di dunia hanya bersifat sangat sementara.

5. Empat Fase Kehidupan

Manusia hidup dalam 4 fase (alam), yaitu (1) alam ruh, (2) alam dunia, (3) alam barzah, dan (4) alam akhirat.

a.  Alam Arwah.

Sebelum manusia terlahir ke dunia, Allah mengambil kesaksian ruh-ruh manusia yang berada di alam arwah.

Dalam QS. Al-A’raf 172, Allah bertanya, A lastu birabbikum, (bukankah Aku ini Tuhanmu?). Qaalแปฅ balaa syahidnaa (mereka menjawab, betul Engkau Tuhan kami). “An taqแปฅlแปฅ yaumal-qiyaaqmati innaa kunnaa 'an haaลผaa gaafiliin”, (agar di hari kiamat nanti kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap kesaksian ini)".

b. Alam Dunia.

Di alam dunia inilah manusia mendapat tugas untuk beribadah sebagai modal untuk bekal ke perjalanan berikutnya. Dunia dengan segala kesenangan ini merupakan ujian manusia yang akan dinilai oleh Allah SWT.

c. Alam Barzah (kubur). 

Di fase alam kubur ini ruh manusia akan hidup dengan amal perbuatannya selama di dunia. Ruh akan merasakan bahagia bila terus memperoleh pahala dari anaknya, ilmunya dan amal jariyahnya. Sementara ada ruh yang tersiksa dengan amal buruknya di dunia, sehingga ia tahubahwa ia akan ke neraka. Itulah siksa kubur.

d. Alam Akhirat.

Di alam akhirat inilah manusia akan hidup kekal. Apakah ia akan hidup bahagia di surga, ataukah di neraka terlebih dahulu sebagai pembersihan terhadap dosa-dosa yang diperbuatnya di dunia.

6. Menyikapi Datangnya Kematian

Dalam beberapa hadits dan riwayat disebutkan bahwa proses kematian atau sakaratul maut itu sangat-sangat menyakitkan. Meski demikian semua orang tidak bisa menghindari kematian dan pasti akan mengalaminya.

Para ulama menasehatkan, tidaklah terlalu penting memikirkan kapan kematian itu datang, dimana malaikat maut menjemput, dan bagaimana kita waktu mati.  Tetapi yang terpenting adalah, apa yang harus persiapkan agar kematian datang secara membahagiakan.

Kebanyakan manusia menyikapi akan datangnya hari kematian dengan sikap ”bagaimana nanti”,   sedangkan orang beriman menyikapinya dengan ”nanti bagaimana”, agar kematian itu membawa kebahagiaan.

Agar kematian datang secara membahagiakan, maka diperlukan bekal yang cukup untuk menghadapi kematian.  Apabila bekal kematian banyak maka kita bisa mati dengan tersenyum.

Mengumpulkan bekal untuk menyambut kematian haruslah sesegera mungkin, jangan ditunda-tunda, tidak bisa menunggu nanti.  Karena hari kematian adalah rahasia Illahi, dan tidak ada seorangpun yang tahu kapan kematian akan datang.  Kematian bisa datang secara tiba-tiba dan mendadak, nanti atau besok, tanpa gejala dan peringatan

7. Memperbanyak Bekal Kematian

Bekal untuk menghadapi kematian adalah taqwa.  Allah berfirman, ”Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. (maka) bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (Qs. Al-Baqarah 197).

Selain shalat dan puasa, amalan taqwa sebagai bekal kematian yang paling hebat adalah sedekah.

Setiap hamba Allah pada saat menghadapi kematian, yang sedang sakaratul maut, maka ia akan sangat menyesali satu hal. Apa itu?

Dalam QS. Al Munafiqun ayat 10, digambarkan bahwa seorang hamba Allah yang tengah menghadapi kematian ia memohon kepada Allah Swt agar waktu kematiannya ditunda.  Untuk apa?  

“Rabbi lau laa akhortanii ilaa ajalin qarib Fa ash shadaqa” , artinya : “Ya Tuhan-ku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi, maka aku akan bersedekah.”

Ia ingin waktu kematiannya ditangguhkan bukan untuk mengerjakan shalat, bukan untuk puasa, dan bukan pula untuk berhaji, melainkan untuk bersedekah.

Shalat, puasa, dan haji merupakan ibadah mulia yang pahalanya sangat besar. Namun pahalanya hanya diberikan oleh Allah hanya saat itu, saat ia masih hidup.  Berbeda dengan  sedekah.  Sedekah jariyah akan dibalas dengan pahala yang terus mengalir meskipun ia sudah meninggal.

8. Empat Macam Sedekah

Dengan demikian maka marilah kita memperbanyak sedekah sebagai bekal kematian, agar tidak menyesal saat sakaratul maut.

Sedekah ada 4 macam. Sedekah yang paling utama adalah sedekah harta. Bagaimana kalau dia miskin? Maka ia bisa bersedekah dengan tenaga. Bagaimana kalau ia lemah, karena tua? Maka ia bisa bersedekah dengan ilmu atau nasehat. Bagaimana kalau dia tidak berilmu? Maka ia bisa bersedekah dengan senyum, yaitu bersikap ramah kepada sesama.

 

*****