Minggu, 10 Desember 2017

Pendapatan Per Kapita

Pendapatan per kapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara.  Besarnya pendapatan per kapita dapat dihitung dengan cara membagi besarnya pendapatan nasional atau pendapatan nasional bruto (PNB) suatu negara dengan jumlah penduduk negara yang bersangkutan.
Rumus untuk menghitung pendapatan nasional per kapita dapat ditulis dengan persamaan berikut ini:
Pendapatan perkapita = Produksi Nasional Bruto : jumlah penduduk suatu Negara.
Biasanya, pendapatan perkapita sering disebut dengan PDB (produk domestic bruto) perkapita.
Pendapatan per kapita sering digunakan sebagai tolok ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara.  Semakin besar pendapatan per kapitanya, semakin makmur negara tersebut.
Angka pendapatan per kapita merupakan ukuran yang paling dapat diandalkan untuk melihat tingkat kesejahteraan suatu negara. Ini disebabkan karena pendapatan per kapita telah mencakup faktor jumlah penduduk sehingga secara langsung menunjukkan tingkat kemakmuran, sementara komponen pendapatan nasional lainnya seperti GNP, GDP, dan lain sebagainya belum menunjukkan tingkat kemakmuran masyarakat secara langsung karena tidak memperhitungkan faktor jumlah penduduk.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut: misalnya pendapatan nasional negara A dengan negara B adalah sama, yaitu Rp 100 milyar. Namun, negara A mempunyai penduduk 5 juta sedangkan negara B mempunyai penduduk 10 juta. Terlihat jelas bahwa tingkat kemakmuran negara A tidak sama dengan negara B, karena negara B penduduknya dua kali lebih banyak, meskipun pendapatan nasional kedua negara tersebut sama. Apabila dibagi dengan jumlah penduduknya, pendapatan penduduk negara A jauh lebih besar dari pada pendapatan penduduk negara B.
Perhitungan pendapatan per kapita ini sendiri mempunyai beberapa manfaat, yaitu:
a.    Menjadi indikator standar hidup atau kesejahteraan suatu negara dari taun ke tahun.
b.    Dapat menjadi perbandingan tingkat kesejahteraan dan standar hidup antar negara.
c.    Dapat menjadi pedoman kebijakan ekonomi yang akan diambil pemerintah.

Standar Pertumbuhan Negara
Pendapatan per kapita merupakan standar umum untuk membandingkan tingkat kemakmuran atau kesejahteraan suatu negara dari tahun ke tahun. apabila pendapatan per kapita meningkat, maka dapat dikatakan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat.
Namun, untuk memastikan apakah kesejahteraan masyarakat memang benar-benar meningkat, kita harus memperhitungkan kondisi ekonomi masyarakat secara riil, yaitu pendapatan per kapita dibandingkan dengan tingkat kenaikan harga atau inflasi.
Sebagai contoh, misalnya pendapatan per kapita negara A pada suatu periode sebesar Rp 100 milyar. Pada periode berikutnya meningkat 50 persen menjadi Rp 150 milyar. Namun dalam periode yang sama, ternyata inflasi juga meningkat 50 persen. Katakanlah harga sebuah barang yang pada periode sebelumnya Rp 100 ribu sekarang menjadi Rp 150 ribu.
Peningkatan pendapatan per kapita tersebut menjadi tidak ada artinya karena daya beli masyarakat tidak bertambah. Sehingga, dapat dikatakan bahwa dibandingkan dengan tingkat harga periode sebelumnya, secara riil perdapatan per kapita negara A tidak berubah.

Perbandingan Tingkat Kemakmuran Antar Negara
Selain sebagai pembanding kemakmuran suatu negara dari tahun ke tahun, pendapatan per kapita juga umum digunakan sebagai pembanding tingkat kemakmuran antar negara yang satu dengan negara yang lainnya. Dengan menetapkan standar pendaptan per kapita, maka negara-negara di dunia dapat di kelompokkan ke dalam negara berpendapatan rendah, menengah, atau tinggi.
Secara ringkas, kita dapat menyimpulkan beberapa manfaat dari perhitungan pendapatan per kapita, yaitu:
·         Mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara dari waktu ke waktu.
·         Membandingkat tingkat kesejahteraan antara negara satu dengan lainnya
·         Sebagai pedoman bagi pemerintah dalam membuat kebijakan ekonomi.
·         Mengelompokkan berbagai negara ke dalam beberapa tingkat pendapatan.
Bank dunia (world bank) pada tahun 2001 telah mengelompokkan negara-negara di seluruh dunia menjadi lima kelompok berdasarkan pendapatan per kapitanya, yaitu:
a.  Kelompok negara berpendapatan rendah (low income economies), yaitu negara-negara yang memiliki PNB per kapita US$520 atau kurang.
b.  Kelompok negara berpendapatan menengah bawah (lower-middle income economies), yaitu negara-negara yang memiliki PNB per kapita sekitar US$1740.
c.  Kelompok negara berpendapatan menengah (middle income economies), yaitu negara-negara yang memiliki PNB per kapita sekitar US$2990.
d.  Kelompok negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income economies), yaitu negara-negara yang memiliki PNB per kapita sekitar US$4870.
e.  Kelompok negara berpendapatan tinggi (high income economies), yaitu negara-negara yang mempunyai PNB per kapita sekitar US$25.480.

Kegunaan dari perhitungan pendapatan perkapita
Ketika kita membicarakan suatu pembahasan, tentu pastinya kita tidak akan melupakan tentang yang namanya apa kegunaan atau manfaat dari suatu pembahasan tersebut.  Adapun kegunaan dari perhitungan pendapatan per kapita yaitu sebagai berikut:
·         Untuk mengetahui perbandingan kesejahteraan masyarakat suatu negara dari tahun ke tahun.
·         Untuk mengetahui data-data perbandingan tingkat kesejahteraan penduduk suatu megara ke negara lain.
·         Sebagai pedoman pengambilan kebijakan dalam bidang ekonomi.
·         Sebagai bahan perencanaan pembangunan di masa yang akan datang.
·         Untuk membandingkan standar hidup beberapa negara dalam kelompok rendah, menengah dan tinggi.

Dampak Rendahnya Pendapatan Per Kapita Indonesia
Rendahnya pendapatan per kapita di indonesia akan berdampak pada kelangsungan pelaksanaan pembangunan di suatu negara tersebut. Beberapa rencana pembangunan akan sulit di wujudkan karena pemerintah tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membiayai pelaksanaan pembangunan. Akibatnya keadaan negara menjadi statis, tidak berkembang karena tidak mengalami kemajuan.
Upaya Penanggulangan Rendahnya Pendapatan Per Kapita Indonesia
Untuk mengatasi rendahnya tingkat pendapatan penduduk, pemerintah telah melakukan beberapa langkah, antara lain meliputi hal-hal berikut ini:
a.   Memberikan subsidi keluarga miskin melalui berbagai program sosial.
b.   Memberi keinginan biaya pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat kurang mampu.
c.   Meningkatkan standar upah buruh atau upah minimum kota.
d.   Memberikan modal atau pinjaman lunak dan pelatihan kepada para pengusaha mikro dan pengusaha kecil agar dapat bertahan atau dapat lebih berkembang.
e.   Melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana sosial, misalnya penyediaan air bersih, wc umum, perbaikan lingkungan, ataupun sarana sanitasi lainnya.
Keadaan penduduk dapat memengaruhi dinamika pembangunan di suatu negara. Hal ini dikarenakan penduduk memiliki titik sentral dari seluruh kebijakan dan program pembangunan yang sedang dan akan dilakukan oleh pemerintah suatu negara. Dengan kata lain, dalam konsep pembangunan, penduduk adalah subjek dan sekaligus objek pembangunan. Sebagai subjek pembangunan, manusia bertindak sebagai pelaku dan pelaksana pembangunan.
Jadi, peningkatan pendapatan per kapita indonesia dapat dilakukan oleh kebijakan-kebijakan politik dari pemerintah pusat kearah yang lebih pro terhadap rakyat dengan memberikan suatu program atau rancangan pembangunan ekonomi masyarakat seperti mempertinggi kualitas SDM indonesia dan dapat bersaing ke arah global.

Peringkat Pendapatan Per Kapita Asia Tenggara
Menurut Bank Dunia, PNB per kapita Negara Asia Tenggara tahun 2009-2012, menunjukkan PNB per kapita Indonesia pada USD 11.700 jauh berada dibawah Singapura (USD 87.100), Brunei (USD 79.700), dan Malaysia (USD 27.200). Namun sedikit diatas Filipina (USD 7.700) dan Vietnam (USD 6.400).
No.
Negara
GDP Per Kapita (USD)
Peringkat Dunia
1.
Singapore
87.100
5
2.
Brunei
79.700
8
3.
Malaysia
27.200
70
4.
Thailand
16.800
100
5.
Indonesia
11.700
130
6.
Philippines
7.700
154
7.
Vietnam
6.400
161
8.
Myanmar
6.000
162
9.
Laos
5.700
165
10.
Kamboja
3.700
180


Berdasar laporan Credit Suisse, kekayaan rata-rata orang dewasa (di atas 20 tahun) paling tinggi di seluruh negara ASEAN terdapat di Singapura. Rata-rata orang dewasa di Singapura memiliki kekayaan sebesar $276.885. Sedangkan Indonesia menempati posisi ke-4 dengan kekayaan rata-rata mencapai $10.772. Sedangkan orang dewasa di ASEAN yang memiliki kekayaan paling rendah adalah Myanmar yang hanya $2.221.

Rabu, 06 Desember 2017

Komunisme, Kapitalisme, Marxisme, Sosialisme & Liberalisme

LIBERALISME
Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama.[1]
Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. Liberalisme menghendaki adanya, pertukaran gagasan yang bebas, ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relatif bebas, dan suatu sistem pemerintahan yang transparan, dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu. Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi tumbuhnya kapitalisme.
Dalam masyarakat modern, liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sama mendasarkan kebebasan mayoritas. Bandingkan [2].

Liberalisme dan Agama

Pandangan-pandangan liberalisme dengan paham agama seringkali berbenturan karena liberalisme menghendaki penisbian dari semua tata nilai, bahkan dari agama sekalipun. meski dalam prakteknya berbeda-beda di setiap negara, tetapi secara umum liberalisme menganggap agama adalah pengekangan terhadap potensi akal manusia.



KAPITALISME
Kapitalisme adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama. Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas. 

Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankan    komersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. 

Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut.


Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan guild sebagai cikal bakal kapitalisme. Saat ini, kapitalisme tidak hanya dipandang sebagai suatu pandangan hidup yang menginginkan keuntungan belaka. Peleburan kapitalisme dengan sosialisme tanpa adanya pengubahan menjadikan kapitalisme lebih lunak daripada dua atau tiga abad yang lalu.


SOSIALISME


Istilah sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan ideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827. 

Di Perancis, istilah ini mengacu pada para pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud dalam l'Encyclopédie Nouvelle[1]. 

Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak daripada hanya segelintir elite.



MARXISME


Marxisme adalah sebuah paham yang mengikuti pandangan-pandangan dari Karl Marx. Marx menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial dan sistem politik. Teori ini merupakan dasar teori komunisme modern. Teori ini tertuang dalam buku Manisfesto Komunis yang dibuat oleh Marx dan sahabatnya, Friedrich Engels. 

Marxisme merupakan bentuk protes Marx terhadap paham kapitalisme. Ia menganggap bahwa kaum kapital mengumpulkan uang dengan mengorbankan kaum proletar. Kondisi kaum proletar sangat menyedihkan karena dipaksa bekerja berjam-jam dengan upah minimum sementara hasil keringat mereka dinikmati oleh kaum kapitalis. Banyak kaum proletar yang harus hidup di daerah pinggiran dan kumuh. Marx berpendapat bahwa masalah ini timbul karena adanya "kepemilikan pribadi" dan penguasaan kekayaan yang didominasi orang-orang kaya. 

Untuk mensejahterakan kaum proletar, Marx berpendapat bahwa paham kapitalisme diganti dengan paham komunisme. Bila kondisi ini terus dibiarkan, menurut Marx kaum proletar akan memberontak dan menuntut keadilan. Itulah dasar dari marxisme.



KOMUNISME
Komunisme adalah salah satu ideologi di dunia, selain kapitalisme dan ideologi lainnya. Komunisme lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme di abad ke-19, yang mana mereka itu mementingkan individu pemilik dan mengesampingkan buruh.
Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan Marxisme. Komunisme adalah ideologi yang digunakan partai komunis di seluruh dunia. Racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme-Leninisme".
Dalam komunisme perubahan sosial harus dimulai dari peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar, namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil jika bernaung di bawah dominasi partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro. Inilah yang menyebabkan komunisme menjadi "tumpul" dan tidak lagi diminati.
Komunisme sebagai anti kapitalisme menggunakan sistem sosialisme sebagai alat kekuasaan, dimana kepemilikan modal atas individu sangat dibatasi. Prinsip semua adalah milik rakyat dan dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Komunisme sangat membatasi demokrasi pada rakyatnya, dan karenanya komunisme juga disebut anti liberalisme.
Secara umum komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prinsip agama dianggap candu yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran yang rasional dan nyata.

Komunisme sebagai ideologi

Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos.

Maoisme

Ideologi komunisme di Tiongkok agak lain daripada dengan Marxisme-Leninisme yang diadopsi bekas Uni Soviet. Mao Zedong menyatukan berbagai filsafat kuno dari Tiongkok dengan Marxisme yang kemudian ia sebut sebagai Maoisme. Perbedaan mendasar dari komunisme Tiongkok dengan komunisme di negara lainnya adalah bahwa komunisme di Tiongkok lebih mementingkan peran petani daripada buruh. Ini disebabkan karena kondisi Tiongkok yang khusus di mana buruh dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari kapitalisme.


INDONESIA dan KOMUNISME

Indonesia pernah menjadi salah satu kekuatan besar komunisme dunia. Kelahiran PKI pada tahun 1920an adalah kelanjutan fase awal dominasi komunisme di negara tersebut, bahkan di Asia. Tokoh komunis internasional seperti Tan Malaka misalnya. Ia menjadi salah satu tokoh yang tak bisa dilupakan dalam perjuangan di berbagai negara seperti di China, Indonesia, Thailand, dan Filipina. Bukan seperti Vietnam yang mana perebutan kekuatan komunisme menjadi perang yang luar biasa. 

Di Indonesia perubuhan komunisme juga terjadi dengan insiden berdarah dan dilanjutkan dengan pembantaian yang banyak menimbulkan korban jiwa. Dan tidak berakhir disana, para tersangka pengikut komunisme juga diganjar eks-tapol oleh pemerintahan Orde Baru dan mendapatkan pembatasan dalam melakukan ikhtiar hidup mereka.

Sejarah Komunisme Di Indonesia

Kelahiran komunisme di Indonesia tak jauh dengan hadirnya para orang-orang buangan dari Belanda ke Indonesia dan mahasiswa-mahasiswa jebolanya yang beraliran kiri. Mereka diantaranya Sneevliet, Bregsma, dan Tan Malaka (yang terahir masuk setelah SI Semarang sudah terbentuk). Alasan kaum pribumi yang mengikuti aliran tersebut dikarenakan tindakan-tindakanya yang melawan kaum kapitalis dan pemerintahan, selain itu iming-iming propaganda PKI juga menarik perhatian mereka. 

Gerakan Komunis di Indonesia diawali di Surabaya, yakni di dalam diskusi intern para pekerja buruh kereta api Surabaya yang dikenal dengan nama VSTP. Awalnya VSTP hanya berisikan anggota orang Eropa dan Indo Eropa. saja, namun setelah berkembangnya waktu, kaum pribumipun ikut di dalamnya. Salah satu anggota yang menjadi besar adalah Semaoen kemudian menjadi ketua SI Semarang. 

Komunisme Indonesia mulai aktif di Semarang, atau sering disebut dengan Kota Merah setelah menjadi basis PKI di era tersebut. Hadirnya ISDV dan masuknya para pribumi berhalauan kiri kedalam SI (Sarekat Islam) menjadikan Komunis sebagian cabangnya karena tak otonomi yang diciptakan Pemerintah Kolonial atas organisasi lepas mnejadi salah satu ancaman bagi pemerintah. ISDV menjadi salah satu organisasi yang bertanggungjawab atas banyaknya pemogokan buruh di Jawa. 

Konflik dengan SI pusat di Yogyakarta membuat personil organisasi ini keluar dari keanggotaan SI, setelah disiplin partai atas usulah Haji Agoes Salim disahkan oleh pusat SI. Namun ISDV yang berganti nama menjadi PKI semakin kuat saja dan diantara pemimpin mereka dibuang keluar Hindia Belanda. Kehancuran PKI fase awal ini bermula dengan adanya Persetujuan Prambanan yang memutuskan akan ada pemberontakan besar-besaran di seluruh Hindia Belanda. 

Tan Malaka yang tidak setuju karena komunisme di Indonesia kurang kuat mencoba menghentikannya. Namun para tokoh PKI tidak mau menggubris usulan itu kecuali mereka yang ada di pihak Tan Malaka. 

Pemberontakan itu terjadi pada tahun 1926-1927 yang berakhir dengan kehancuran PKI dengan mudah oleh pemerintah Hindia Belanda. Para tokoh PKI menganggap kegagalan itu karena Tan Malaka mencoba menghentikan pemberontakan dan mempengaruhi cabang PKI untuk melakukanya.
Gerakan PKI lahir pula pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia yang diawali oleh kedatangan Musso secara misterius dari Uni Sovyet ke Negara Republik - Saat itu masih beribu kota di Yogyakarta-. Sama seperti Soekarno dan tokoh pergerakan lain, Musso berpidato dengan lantang di Yogyakarta dengan kepercayaanya yang murni komunisme. Disana ia juga mendidik calon-calon pemimpin PKI seperti D.N Aidit. 

Musso dengan pendukungnya kemudian menuju ke Madiun. Disana ia dikabarkan mendirikan Negara Indonesia sendiri yang berhalauan komunis. Gerakan ini didukung oleh salah satu menteri Soekarno, Amir Sjarifudin yang tidak jelas ideologinya. Divisi Siliwangi akhirnya maju dan mengakhiri pemberontakan Musso ini. Beberapa ilmuwan percaya bahwa ini adalah konflik intern antara militer Indonesia pada waktu itu.
Pasca Perang Kemerdekaan Indonesia tersebut PKI menyusun kekuatanya kembali. Di dukung dengan Soekarno yang ingin menyatukan semua aspek masyarakat Indonesia saat itu, dimana antar ideologi menjadi musuh masing-masing, PKI menjadi salah satu kekuatan baru dalam politik Indonesia. Permusuhan itu tidak hanya terjadi di tingkat atas saja, melainkan juga di tingkat bawah dimana tingkat anarkisme banyak terjadi antara tuan tanah dan para kaum rendahan. Namun Soekarno menjurus ke kiri dan menganak-emaskan PKI. Akhirnya konflik dimana-mana terjadi. Ada suatu teori bahwa PKI dan Militer yang bermusuhan akan melakukan Kudeta. Yakni PKI yang mengusulkan Angkatan Perang Ke 5 (setelah AURI, ALRI, ADRI dan Kepolisian) dan isu penyergapan TNI atas Presiden Soekarno saat ulang tahun TNI. Munculah kecurigaan antara satu dengan yang lain. Akhirnya di percaya menjadi sebuah insiden yang sering dinamakan Gerakan 30 September.
Ada kemungkinan Indonesia menjadi negara komunis andai saja PKI berhasil berkuasa di Indonesia. Namun hal tersebut tidak menjadi kenyataan setelah terjadinya kudeta dan peng-kambing hitaman Komunisme sebagai dalang terjadinya insiden yang dianggap pemberontakan pada tahun 1965 yang lebih dikenal dengan Gerakan 30 September. Hal ini juga membawa kesengsaraan luar biasa bagi para warga Indonesia dan anggota keluarga yang dituduh komunis meskipun belum tentu kebenarannya. 

Diperkirakan antara 500.000 sampai 2 juta jiwa manusia dibantai di Jawa dan Bali setelah peristiwa Gerakan 30 September. Hal ini merupakan halaman terhitam sejarah negara Indonesia. Para tertuduh yang tertangkap kebanyakan tidak diadili dan langsung dihukum. Setelah mereka keluar dari ruang hukuman mereka, baik di Pulau Buru atau di penjara, mereka tetap di awasi dan dibatasi ruang geraknya dengan penamaan Eks Tapol.
Semenjak jatuhnya Presiden Soeharto, aktivitas kelompok-kelompok Komunis, Marxis, dan haluan kiri lainnya mulai kembali aktif di lapangan politik Indonesia, walaupun belum boleh mendirikan partai karena masih dilarang oleh pemerintah.

 

 

KOMUNISME DI INDONESIA

Apakah Komunisme Telah Mati?

Banyak orang yang mengira komunisme 'mati' dengan bubarnya Uni Soviet di tahun 1991, yang diawali dengan keputusan Presiden Mikail Ghorbacev. 

Namun Komunisme yang murni belum pernah terwujud dan tak akan terwujud selama revolusi lahir dalam bentuk sosialisme (USSR dan negara-negara komunis lainnya). Dan walaupun komunis sosialis hampir punah, partai komunis tetap ada di seluruh dunia dan tetap aktif memperjuangkan hak-hak buruh, pelajar dan anti-imperialisme. Komunisme secara politis dan ekonomi telah dilakukan dalam berbagai komunitas, seperti Kepulauan Solentiname di Nicaragua.

Seperti yang digambarkan Anthony Giddens, komunisme dan sosialisme sebenarnya belum mati. Ia akan menjadi hantu yang ingin melenyapkan kapitalisme selamanya. Saat ini di banyak negara, komunisme berubah menjadi bentuk yang baru. Baik itu Kiri Baru ataupun komunisme khas seperti di Kuba dan Vietnam. 

Di negara-negara lain, komunisme masih ada didalam masyarakat, namun kebanyakan dari mereka membentuk oposisi terhadap pemerintah yang berkuasa.

Senin, 04 Desember 2017

Gerakan Gila Bernama 212

Banyak keanehan dan sulit dipikir nalar dalam gerakan 212 yang baru merayakan ulang tahun perdana. Ribuan atau mungkin jutaan orang bisa menyemut dalam satu tempat di waktu subuh. Di waktu kedua mata sedang asyik terlelap dan bermimpi.

Ada yang datang bergerombol dari luar pulau, ada yang bawa keluarga dengan mobil pribadi dari luar kota, ada yang naik motor, sepeda ontel, hingga ada yang rela berjalan kaki. Ini acara reuni paling aneh yang pernah terjadi.

Mereka rela mengorbankan waktu liburan, mereka ikhlas merogoh uang tabungan, mereka tulus berbagi makanan dan minuman. Tak ada satu pun yang merusak taman. Apa yang mereka cari...?

Apakah 212 gerakan politik...? Ya, mereka memang gerakan politik. Secara kasat mata kita melihat gerakan ini mampu menumbangkan rezim arogan yang memiliki banyak kekuatan. Kekuatan logistik hingga kekuatan mesin pembentuk opini publik.

Apakah 212 gerakan ekonomi...? Ya, mereka memang gerakan ekonomi. Secara kasat mata kita melihat banyak sekali koperasi 212 Mart berdiri di pemukiman. Semua berlomba menjadi investor, pengelola dan sekadar menjadi konsumen. Mereka mampu menciptakan pasar dan membuat supermarket populer deg-degan.

Apakah 212 gerakan pendidikan...? Ya, mereka memang gerakan pendidikan. Banyak tempat kajian bermunculan, banyak orang hijrah dan rajin ke pengajian. Banyak yang berusaha kembali mempelajari dan memahami ajaran Alquran. Banyak yang berubah menyikapi arti kehidupan. Banyak pula pemeluk agama lain yang tersadarkan bahwa Islam adalah agama perdamaian.

Apakah 212 gerakan propaganda? Ya, mereka memang gerakan propaganda. Mereka merambah ke dunia maya. Melawan segala bentuk fitnah dan kabar yang menyesatkan. Mereka mengubah citra menjadi fakta. Muslim Cyber Army kian menggurita. Entah dimana kantornya, entah siapa pemimpinnya. Mereka bergerak senyap tapi pasti seperti semut-semut Ibrahim yang memadamkan api.

Jadi 212 gerakan apa sebenarnya...? Entahlah, saya sebut saja ini gerakan gila. Gila karena tak masuk di akal. Gila karena seperti tak normal dibanding gerakan lainnya. Gerakan ini bukan strategi para taipan, bukan pula strategi dari rezim kekuasaan. 212 adalah gerakan yang skenarionya langsung dari Tuhan.

Aksi 212 membawa pesan bahwa kehendak Tuhan tak bisa dilawan. Ini sudah menjadi janji-Nya dalam Alquran. Wamakaru Wamakarallah Wallahu Khairul Makiriin (Mereka punya skenario, Allah punya skenario, dan Allah sebaik-baiknya pembuat skenario) - Al Imran 54 -


Sumber: http://www.gelora.co/2017/12/gerakan-gila-bernama-212.html