Wallaahua’lam bisshawab.
SANGKAN PARANING DUMADI ; Telah menjelajahi kehidupan lebih dari 50 tahun, saatnya merenungi dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk "hari kemudian"
Jumat, 26 April 2024
Perbedaan Ushul dan Furu'
Kamis, 25 April 2024
Muhammadiyah Selayang Pandang
Mengenal sekilas Muhammadiyah (MD) melalui 4 karakter atau ciri khasnya, yaitu: Tajdid, Nirmazhab, Toleran dan Terbuka.
1. TAJDID
Salah satu ciri
khas MD yang menonjol adalah
“Tajdid” yaitu purifikasi (pemurnian) dan modernisasi (pembaharuan). Sementara
ciri khas NU
adl Aswaja (ahlus
sunnah wal jamaah); Persis adl gerakan
berantas TBC (takhayul, bid’ah & khurafat); Al-Irsyad adl gerakan reformis; dan Jama'ah Tabligh adl dakwah khuruj
(keliling).
Purifikasi MD adalah gerakan
pembaharuan untuk memurnikan agama dari tahayul dan khurafat (syirik) yang berhubungan dg mitos dalam budaya
tradisional. Sedangkan modernisasi
MD berkaitan dengan
pembaharuan dalam hal pemikiran dan amal utk memajukan umat Islam. MD memahami teks-teks
Islam secara kontekstual sesuai perkembg zaman, hal itu berbeda dg manhaj
Salafi/Wahabi yg memahami hadis nabi secara tekstual tanpa adanya penafsiran.
MD sering diidentikkan dengan manhaj Salafi/Wahabi dalam hal pemahaman agama, padahal ada beberapa kesamaan tetapi juga ada beberapa perbedaan.
2. NIRMAZHAB
MD tidak terikat
oleh satu mazhab (nirmazhab), tapi memadukan pemikiran antar mazhab dg memilih satu
yang paling layak dan kuat. Hal itu berbeda dg NU yg bermazhab Syafi’i,
Ahmadiyah bermazhab Ahmadi, atau Syiah bermazhab Ahlul-bait.
Dalam hal penetapan hukum, MD selalu berpegang pada Al Qur’an dan hadis shahih, serta ijtihad jama’i yg dilakukan melalui proses tarjih (memilih pendapat paling kuat) oleh Majelis Tarjih Muhammadiyah.
MD memahami teks-teks al-Qur'an dan hadis secara kontekstual sesuai perkembg zaman dan kebutuhan umat Islam. Berbeda dengan manhaj Salafi/Wahabi yg memahami hadis nabi secara tekstual dan menolak berbagai praktik ritual lain yang tidak ada tuntunan dari nabi shg dianggap sebagai perbuatan bid'ah, seperti tahlilan, zikir berjamaah, ziarah kubur, peringatan maulid nabi, halal bi halal, dsb.
3. TOLERAN dan LUWES
MD sangat toleran, terutama terhadap perbedaan pendapat dalam perkara furu' (cabang, bukan prisip). Hal itu
ditegaskan pada Muktamar ke-46 tahun 2010 di Yogyakarta, dimana MD menghormati
perbedaan pendapat, tidak memaksakan kehendak, dan tidak menganggap pendapatnya
paling benar. Hal itu sangat berbeda dg
Salafi/Wahabi yg tidak toleransi terhadap ritual-ritual yang menurutnya bid’ah.
Muhammadiyah sangat luwes, artinya bersifat dinamis dan fleksibel serta selalu beradaptasi dengan situasi kondisi. Para tokoh dan jamiah Muhammadiyah tidak menolak untuk menghadiri undangan tahlilan, seperti yg dilakukan Buya Hamka dan Din Syamsudin. Jamiah MD juga mengikuti doa qunut subuh bila berada ditengah-tengah jamaah Nahdliyin, bahkan Amin Rais selaku ketua umum MD pernah didaulat oleh jamaah Nahdliyin menjadi imam shalat subuh dan membacakan doa qunut yang cukup panjang. MD juga memperingati Maulid Nabi dengan dakwah, yang oleh manhaj Salafi/Wahabi diklaim bid’ah.
4. TERBUKA
MD bukanlah Dahlanisme, artinya tidak terpaku pada pemikiran KH. Ahmad Dahlan. MD selalu terbuka terhadap pemikiran baru dan ijtihad dalam memahami agama Islam. Hal ini memungkinkan MD untuk merespon isu-isu kontemporer dg cara yang relevan dan kontekstual.
MD juga terbuka untuk mejalin kerjasama dg berbagai pihak, baik dg organisasi Islam lain, maupun non-Islam dalam hal muamalah sosial untuk kesejahteraan sosial.
# Lain-lain
Tasawuf dalam pandangan MD dimaknai sebagai keseimbangan material dan spiritual atau duniawi dan ukhrawi, yang didasarkan pada al-Qur'an dan Sunnah, dan menafikan tasawuf yang terorientasi pada khalwat dan penyingkiran terhadap kehidupan dunia. Sehingga Buya Hamka, tokoh Muhammadiyah menyampaikan pandangannya tentang tasawuf dalam sebuah buku yang ditulisnya dengan istilah Tasawuf Modern.
MD merupakan organisasi terkaya di dunia, yang tersebar di 35 Provinsi di Indonesia dan memiliki cabang di 30 negara. MD telah berhasil mendirikan: 176 universitas, 457 rumah sakit/klinik, 437 baitul mal, 19.951 sekolah, 102 pondok pesantren, 13.000 masjid, 635 panti asuhan, dan lahan seluas 214.742.677 m2.
https://www.kompasiana.com/.../mengenal-sekilas...
https://muhammadiyah.or.id/2023/08/takhayul-dan-khurafat-dalam-pandangan-muhammadiyah/
https://timesindonesia.co.id/peristiwa-nasional/476955/jadi-organisasi-terkaya-di-dunia-ini-jumlah-amal-usaha-muhammadiyah
Kamis, 18 April 2024
Puasa Ulat, Bukan Puasa Ular
1. MAHLUK BERPUASA
Puasa tidak hanya dilakukan oleh umat muslim saja, tetapi juga dilakukan oleh pemeluk agama lain.
QS. Al-Baqarah: 183, “Yaa ayuhal ladziina aamanuu, kutiba ’alaikumush shiyaam - Kamaa kutiba ’alal ladzina min qablikum - La’allakum tattaquun” ,
artinya ”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.
Dan ternyata puasa juga dilakukan oleh binatang. Beberapa jenis binatang, seperti: buaya, kura-kura, ayam betina, ular dan ulat juga berpuasa tidak makan dan minum bahkan sampai berbulan-bulan lamanya.
Di beberapa wilayah tropis yang ekstrem, adanya musim kemarau panjang membuat sungai, danau, dan tanaman menjadi kering, dan membuat sumber makanan berkurang atau habis, sehingga membuat binatang di daerah itupun harus berpindah tempat atau berpuasa.
Untuk beradaptasi terhadap perubahan musim dan kekurangan sumber makanan, Allah SWT melengkapinya dengan kemampuan untuk
Binatang-binatang yang melakukan hibernasi antara lain adalah: beruang, singa laut, buaya, ular, bekicot, ulat bulu, penguin, dan sebagainya.
Sementara induk ayam saat mengeram telur agar berubah menjadi anak ayam maka ia harus berpuasa.
Dan diantara sekian banyak puasa hewan yang dapat kita ambil pelajaran agar puasa kita mencapai derajat takwa, ialah puasanya ULAR dan puasanya ULAT.
1. Wujud ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama.2. Makanan ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama.3. Cara Bergerak sebelum dan sesudah puasa tetap sama.4. Tabiat dan Sifat sebelum dan sesudah puasa tetap sama.
1. Wujud ulat sesudah puasa berubah menjadi kupu-kupu (indah mempesona)2. Makanan ulat sesudah puasa berubah mengisap madu3. Cara Bergerak ketika masih jadi ulat menjalar, stlh puasa berubah terbang di awang-awang.4. Tabiat dan Sifat berubah total.
Semoga ibadah puasa kita mampu menghijrahkan diri kita agar semakin. Amin YRA.
Limo Perkoro
Sembahyang & Semedi
Sembahyang dan semedi adalah dua bentuk ibadah atau laku spiritual yang memiliki makna yang penting dalam kehidupan orang Jawa. Sembahyang merupakan bentuk ibadah yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim, sedangkan semedi merupakan bentuk laku spiritual yang dilakukan untuk mencapai ketenangan batin dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Pribahasa & Falsafah Hidup Orang Jawa
*****