Rabu, 14 Februari 2018

Imam Ghazali tentang Pemimpin Kafir yang Adil

Tulisan ini dipicu oleh sejumlah reaksi negatif terhadap pernyataan "Lebih baik Pemimpin Kafir yang Adil ketimbang Pemimpin muslim yang zalim." Ada yang marah dan menganggap pernyataan itu menghina Islam. Enak aja bilang nggak ada pemimpin muslim yang adil, kata yang tersinggung. Menurut saya yang tersinggung dengan pernyataan itu dasarnya salah dalam penyimpulan. Akan saya uraikan nanti. Ada yang menolak pernyataan tersebut, karena yakin keadilan tak mungkin bisa muncul dari kekafiran. Orang beriman pasti adil, kafir pasti tak adil. Dan bukan hanya itu. Menurut mereka, ungkapan "pemimpin kafir yang adil lebih baik dari muslim yang zalim" itu dari... SYIAH. 

Bahkan menyebut ungkapan itu sebagai "racun Syiah". Tapi klaim tersebut lebih mencerminkan kebenciannya terhadap Syiah ketimbang kesimpulan ilmiah. Prasangka mendahului analisa. Taruhlah teks juga disebut-sebut oleh ulama Syiah, itu tidak lantas bisa disimpulkan Syiah biangkeroknya. Kenapa? Karena ungkapan yang kurang lebih sama ada juga di kitab-kitab sunni, seperti karya Ghazali. Bagaimana persoalan ini dirumuskan Ghazali dalam kitabnya Al-Tibrul Al-Masbuk fi Nasihatil Muluk? Al-Tibru al-Masbuk Ghazali berisi pedoman politik untuk penguasa/raja. 

Mirip Il Principe Machiavelli, tapi fokusnya lebih ke etika politik. Di situ Ghzali membahas tentang bagaimana agar suatu negara/kesultanan bisa tegak dan langgeng. Menurutnya, kata kuncinya satu: keadilan. Yang menarik, Ghazali banyak merujuk pada sosok Anushirwan, kaisar terakhir Imperium Sassanid (Persia kuno) sebagai model penguasa adil. Kenapa menarik? Anushirwan bukan penguasa muslim, tapi kafir. Jadi Penguasa kafir dijadikan model oleh Ghazali sebagai teladan raja yang adil. 
Dan Al-Ghazali menyitir sekurangya 3 hadits untuk mendukung pandangannya yang menempatkan penguasa kafir yang adil sebagai teladan. 

 Pertama hadits: Al mulku yabqa ma'al kufri, wa la yabqa ma'a al-zhulm. Arti hadits di atas: negara/kerajaan bisa bertahan langgeng dengan kekufuran, tapi tak bisa langgeng dengan kezaliman. Poin hadits tersebut: kriteria tegaknya suatu tatatan politik bukanlah iman atau kafir, melainkan adil atau zalim. Hadits kedua yang dirujuk Ghazali terkait Kaisar Anushirwan adalah ini. 

Hadits kedua: Nabi merasa bangga (iftakhara) karena masih "menangi" hidupnya Kaisar Persia yang terkenal adil tersebut, meski hanya dua tahun. Jadi dua tahun setelah Nabi lahir, Anushirwan wafat. Bangganya Nabi tersebut membuktikan Nabi mengakui keadilan Kaisar yang kafir tersebut. Sebelum mengutip hadits kedua, Ghazali bercerita, Sassanid yang beragama Majusi bisa langgeng ribuan tahun karena keadilan penguasa-penguasanya. Ghazali bertutur bagaimana keadilan penguasa Sassanid diwujudkan dalam dunia nyata, dirasakan rakyatnya, yang menjadikannya masyhur. 

Hadits ketiga yang dikutip Ghazali terkait Anushirwan adalah ini. Bunyi haditsnya: Ta'assaftu 'ala mauti arba'atin minal kuffar: 'ala mauti Anushirwan li 'adlihi, wa Hatim Al-Tha'i li sakha'ihi wa Umru'il Qays li syi'rihi, wa Abi Talib li birrihi. Kata Nabi: Saya berduka atas meninggalnya 4 orang kafir ini: Anushirwan karena adilnya, Hatim Al-Tha'i karena dermawannya, Umru'ul Qays karena puisi-puisinya, dan Abu Tahlib karena kebaikannya. 

Selain 3 hadits Nabi tersebut, Ghazali dalam uraiannya tentang keadilan sebagai pilar tatanan politik juga banyak menyitir kisah-kisah dan quote filsuf. Misalnya kisah-kisah tentang keadilan khalifah Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz, dan quote dari Socrates dan Aristoteles. Ghazali gonta ganti menuturkan kisah penguasa-penguasa muslim yang adil dan penguasa non muslim yang juga terkenal adil. Tak dibeda-bedakan. Kesimpulan yang bisa ditarik dari kitab Al-Tibru al-Masbuk: suksesnya tatanan politik ditentukan oleh keadilan penguasa, bukan imannya. Karena iman itu urusan si penguasa dengan Tuhan. 

 Sedang keadilan/kezalimannya yang langsung mengena pada rakyat. Selain itu, Anushirwan dijadikan sebagai model penguasa adil oleh Ghazali. Baginya, tak ada hubungan niscaya antara iman dan keadilan. Kepercayaan bahwa keadilan hanya bisa lahir dari iman, dan orang beriman tak mungkin tak adil justru berlawanan dengan fakta sejarah. Sejarah menunjukkan, pemimpin kafir banyak yang zalim, tapi banyak juga yang adil. Pemimpin Islam banyak yang adil, tapi banyak juga yang zalim. Pandangan bahwa keadilan yang jadi tolok ukur negara tidak khas Gazali. Nizamul Muluk dalam Siyasatnama juga berpendapat sama. Kedua-duanya sunni. 

Kalau dikaitkan dengan peristiwa sejarah yang dikutip untuk mendukung bahwa teks tersebut berasal dari Syiah, Ghazali dan Nizamul Muluk hidup seabad sebelum Bahdad jatuh. Taruhlah dialog Hulagu Khan dan Ulama Syiah yang dikutip itu bener-bener ada, itu terjadi seabad setelah Ghazali dan Nizamul Muluk. Jadi menurutku, melarikan ke Sunni- Syiah untuk tema ini ya terlalu mengada-ada, maksain. Apalagi sampai bilang itu sebagai "racun Syiah." Ungkapan "penguasa kafir yang adil lebih baik dari penguasa muslim yang zalim" itu bukannya menghina Islam, tapi menegaskan satu hal: Bahwa yang perlu dilihat dalam soal kepemimpinan dan pengaturan politik adalah apakah penguasanya adil atau zalim, bukan muslim atau kafir. 

Pandangan semacam inilah yang juga pernah ditegaskan KH. Sahal Mahfudz dalam tulisannya yang dimuat di buku Islam Nusantara. kata Mbah Sahal, muara utama syariah dalam soal di luar ranah ibadah, yakni sosial dan politik, adalah keadilan. Ya, KEADILAN. Tentang keadilan, Mbah Sahal mengutip Ibnu Taimiyyah dan Sayyidina 'Ali. 'Ali: negara bisa berdiri tegak dengan keadilan meski di bawah pemerintah kafir, dan hancur oleh kezaliman, meski pemerintahnya Islam. , Ibnu Taimiyyah: Allah akan menegakkan negara yang adil meski (negara) kafir), dan menghancurkan negara yang zalim meski (negara) muslim. Dengan perspektif 'Ali, Ghazali, Ibnu Taimiyyah itu kita memaknai "pemimpin kafir yang adil lebih baik dari pemimpin Islam yang zalim. Salam.

Selasa, 13 Februari 2018

Hidup Tak Selamanya Berjalan Mulus...

• Perlu BATU KERIKIL supaya kita BERHATI-HATI
• Perlu SEMAK BERDURI supaya kita WASPADA
• Perlu PERSIMPANGAN supaya kita BIJAKSANA dalam memilih
• Perlu MASALAH supaya kita tahu kita punya KEKUATAN
• Perlu PENGORBANAN supaya kita tahu cara BEKERJA KERAS
• Perlu AIRMATA supaya kita tahu cara MERENDAHKAN HATI
• Perlu menerima DICELA supaya kita tahu cara MENGHARGAI
• Perlu SENYUM DAN TAWA supaya kita bisa BERSYUKUR
• Perlu ORANG LAIN supaya tahu kita TIDAK SENDIRI.

Jika ada MASALAH, jangan menggerutu, marah dan mengeluh
Selesaikan dengan SABAR, BERSYUKUR, dan TERSENYUM.

Teruslah MELANGKAH walau ada RINTANGAN.
Jangan takut BERJALAN di jalan yang BENAR

Saat tidak ada dinding untuk BERSANDAR, masih ada lantai untuk BERSUJUD.

Perbuatan baik yang SEMPURNA adalah yang TAK TERLIHAT
namun bisa dirasakan jauh di relung hati

Jangan menghitung apa yg HILANG, tapi hitunglah yang masih TERSISA.

Sekecil apapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan untuk KEPERLUAN HIDUP.

Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan untuk GAYA HIDUP.

Tidak selamanya kata-kata indah itu BENAR
Juga tidak selamanya kata-kata yg menyakitkan itu SALAH.

Hidup ini TERLALU SINGKAT …
Lepaskan mereka yang menyakitimu,
sayangi mereka yang peduli padamu.
Berjuanglah untuk mereka yang berarti bagimu.

Bertemanlah dengan semua orang
Tapi bergaulah dg org yg BERINTEGRITAS dan mempunyai NILAI HIDUP yg benar,

Karena pergaulan akan mempengaruhi CARA HIDUP dan MASA DEPAN KITA

Muhasabah: Semangat, Sabar, Ikhlas & Syukur

Tidak ada "orang baik" yang tidak punya masa lalu. Tidak ada pula "orang jahat" yg tidak punya masa depan.  

Setiap orang memiliki kesempatan yg sama untuk berubah menjadi lebih baik.  Bagaimanapun masa lalunya dahulu, sekelam apapun lingkungannya dahulu, dan seburuk apapun perangainya di masa lampau.

Berilah kesempatan seseorang untuk berubah. Karena, seseorang yg "hampir membunuh Rasul" pun, kini berbaring di sebelah makam beliau. : Umar bin Khattab

Jangan melihat seseorang dari masa lalunya. Karena seseorang yang pernah "berperang melawan agama Allah" pun akhirnya menjadi pedang-nya Allah : Khalid bin Walid

Jangan memandang seseorang dari status dan hartanya. Karena sepatu emas Fir'aun berada di neraka. Sedangkan terompah Bilal bin Rabah terdengar di Syurga.

Intinya, jangan memandang remeh seseorang karena masa lalu dan lingkungannya. Karena bunga teratai tetap mekar cantik, meski tinggal di air yg kotor. Maka, untuk menjadi hebat, yg diperlukan adalah kuatnya tekad.

Tidak perlu pusingkan masa lalu. Tidak perlu malu dengan tempat asal kita. Jika kita mau, kita bisa menjadi laksana bunga teratai yg tinggal di air yang kotor, namun tetap mekar mengagumkan.

Berubah dan bangkit, jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi tanpa melakukan tindakan apapun.

Jika semua yg kita kehendaki, selalu mudah kita miliki, dari mana kita belajar Ikhlas?

Jika semua yg kita impikan segera terwujud, dari mana kita belajar Sabar?

Jika setiap do'a kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar Ikhtiar?

Seseorang yg dekat dengan Allah, bukan berarti tidak ada air mata. Seseorang yg tekun berdo'a, bukan berarti tidak ada masa-masa sulit di hidupnya.

Biarlah Sang Penyelenggara Hidup yg berdaulat sepenuhnya atas kita. Karena hanya Dia-lah yg tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan yg Terbaik untuk kita.

Tetap SEMANGAT.
Tetap SABAR.
Tetap IKHLAS.
Tetap SYUKUR.
Karena kita sedang kuliah di Universitas Kehidupan.

Di mana, jika di sekolah formal atau kampus-kampus pada umumnya, kita mendapatkan pelajaran dahulu baru kemudian diuji, maka di dalam Universitas Kehidupan, kita diberi ujian dahulu, baru kemudian mendapatkan pelajaran.

Karena di sanalah letak istimewanya Universitas Kehidupan. Maka dari itu, sangat dibutuhkan Semangat, Kesabaran, Keikhlasan dan ungkapan Syukur yg harus dilakukan secara Istiqomah / Terus-menerus.

Orang yg Hebat, TIDAK dihasilkan melalui Kemudahan, Kesenangan, dan Kenyamanan. Mereka dibentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN dan bahkan AIR MATA.

Semoga ALLOOH memberikan hidayah dan pertolonganNYA, menjadikan kita hamba yang terus istiqomah didalam ketaqwaan dan dijauhkan dari sifat takabur.....


Mudah2 barokah dan bermanfaat... Amin


----


QS. Al Baqarah (2) : 153, ”Ya ayyuhalladzina amanus ta'inu bish-shobri wash-shalat.innallaha ma'ash-shaabirin.  Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
Allah mengajarkan kepada kita, kalau kita mau meminta tolong dan berdoa kepada Allah, lakukanlah dengan sabar. Sesungguhnya Allah ’bersama’ orang-orang yang sabar. Allah ’tidak suka’ kepada orang yang tergesa-gesa alias ’grusa-grusu’.
Allah banyak mengemukakan keutamaan kesabaran di dalam Firman-FirmanNya. Tidak kurang dari 43 kali, Allah mengulang-ulang kata ’sabar’ di dalam al Qur’an. Semuanya mengarah kepada kedua makna tersebut di  atas.  Dan, yang menarik, kemudian dikaitkan dengan kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya, secara operasional.
Kesabaran mempunyai dua makna. Yang pertama, bermakna ’tidak tergesa-gesa’. Dan yang kedua, bermakna ’tahan uji’ ketika mengalami cobaan dengan penuh keikhlasan.
Sabar adalah salah satu puncak proses perjuangan. Orang yang bersabar, pasti memiliki kemampuan kontrol diri yang bagus. Kecuali sabarnya karena terpaksa.


Bahwa cara berdoa yang terbaik adalah lewat shalat dan tidak boleh tergesa-gesa. Dan Allah memberikan penegasan, bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar. 

Mengenal Istilah OMSET, PROFIT, dan CASH

1. OMSET (pendapatan kotor) adalah nilai total dari penjualan sebuah produk  dalam jangka waktu tertentu,  yang masih belum dikurangi biaya modal, seperti : HPP (harga pokok produksi) dan biaya beban / expense (sewa gudang/toko, gaji pegawai, transportasi,  dsb).
  Harga Pokok Produksi  (HPP) adalah jumlah biaya produksi yang melekat pada persediaan barang jadi sebelum barang tersebut laku dijual.
  Biaya Expense (Beban) adalah biaya yang dikeluarkan untuk membayar gaji pegawai, sewa gudang, tagihan listrik, biaya pasang iklan, beli perlengkapan kantor, transportasi, dsb.

2. PROFIT (keuntungan) adalah jumlah uang yang diperoleh dari hasil penjualan dalam periode waktu tertentu yang sudah dikurangi HPP dan biaya2 pengeluaran = Omset - Expense.
Profit   =  Hasil Penjualan –  Biaya Pengeluaran
Profit   =  Omset               –   (HPP + Expense)

Ket: Profit itu hanyalah laporan keuangan saja, sedangkan uang yang nyata adalah cash.

3. CASH adalah uang yang didapatkan dan masuk ke akun bisnis anda, dimana uang tersebut sudah dikurangi dengan biaya pengeluaran usaha. (Cash adalah uang yang benar2 diterima dan masuk dalam rekening bisnis).


ILUSTRASI
Sebuah toko elektronik menjual 100 unit TV per bulan dengan harga Rp. 2,5 juta per unitnya.
Harga pokok produksi/HPP per unit TV = Rp. 2 juta. 

Maka :

a. OMSETnya adalah :
10 x Rp. 2,5 juta = Rp. 25 juta (sebulan)


b. BIAYA PENGELUARAN :
·         HPP/harga pok prod = 10 x Rp 2 juta = Rp.20 juta (sebulan)
·         Expense :
+ biaya gudang  =  Rp 250 rb  (sebulan)
+ biaya pemasaran = Rp. 250 rb (sebulan)
+ biaya pengiriman = 10 x Rp 75 rb = Rp. 750 ribu (sebulan)
+ biaya administrasi = Rp 250 rb (sebulan)
= Rp. 1,5 juta.

Pengeluaran = HPP + Expense = Rp 20 juta + Rp 1,5 juta = Rp 21,5 juta (sebulan)

c. PROFIT (keuntungan) :
Profit = Omset  –   (HPP + Expense)
= Rp. 25 juta – Rp. 21,5 juta
= Rp. 3,5 juta (sebulan)

d. MARGIN dari usaha elektronik
=  Profit : Biaya Pengeluaran x 100%
=  Rp. 3,5 juta : Rp. 21,5 juta x 100%
= 16.3 %

Senin, 05 Februari 2018

Sentuhan Spiritual Quantum

Adalah seni penyembuhan dengan SENTUHAN TANGAN, Yang didasari oleh CINTA & KASIH SAYANG yang tulus, Dilakukan dg hati yang IKHLAS disertai DOA, Sehingga memungkinkan penyembuhan itu terjadi.

LOVE + PRAY = MIRACLE

QUANTUM WATER

1. Letakkan kedua tangan di gelas

2. Niat : Bismillah … Dengan Ijin Allah, sy niatkan bacaan Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas & Shalawat untuk kesembuhan (jantung atau organ lain yg sakit) saudaraku Fulan  bin Fulan. (Ket : Saat baca Niat maka energy mengikuti pikiran)

3. Baca do’a :  Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas & Shalawat. -
     Pembacaan : Ringan = 5x ; Sedang = 15x ; Berat = 25x
     (bacaan dg lemah lembut, kasih sayng & pengharapan)

4. Alhamdulillahirabbil alamin.


SENTUHAN TANGAN

1. Sentuh dg TANGAN KANAN organ yg sakit

2. Niat : Bismillah … Dengan Ijin Allah, sy niatkan bacaan Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas & Shalawat untuk kesembuhan (jantung atau organ lain yg sakit) saudaraku Fulan  bin Fulan. (Ket : Saat baca Niat maka energy mengikuti pikiran)

3. Baca do’a :  Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas & Shalawat.
     Pembacaan : Sakit Ringan = 5x ; Sedang = 15x ; Berat = 25x
     (bacaan dg lemah lembut, kasih sayng & pengharapan)

4. Alhamdulillahirabbil alamin.


QUANTUM CLEANSING

1. Baca Ta’awud.

2. Niat : Bismillah … Dengan Ijin Allah, sy niatkan bacaan Al-Fatihah,     Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas & Shalawat Saya untuk membersihkan energy negatif, prilaku buruk atau gangguan jin saudaraku Fulan bin Fulan. (Ket : Saat baca Niat maka energy mengikuti pikiran)

3. Usap dengan tangan scr lembut pada sekujur tubuh (depan) dr kaki bawah, tubuh, kepala hingga ujung tangan (sebanyak 5 x). Sambil membaca do’a: Al-Fatihah (pada usapan I), Al-Ikhlas (pada usapan II), Al-Falaq (pada usapan III), An-Naas (pada usapan IV) & Shalawat (pada usapan V)

4. Alhamdulillahirabbil alamin.

******************************

Kekuatan Pikiran

Mengatakan adalah MENGUNDANG,
Memikirkan adalah MENGUNDANG &
Meyakini adalah MENGUNDANG.

Jadi kalau seseorang memikirkan; ‘Ah, kalau telat makan nanti asam lambung saya naik’, apalagi berulang-ulang mengatakan dan meyakininya, nah berarti Ia mengundang penyakit itu.

Kalau seseorang cemas, takut, kuatir, justru imunitasnya akan turun dan rentan sakit.

Bahwa keyakinan yang kuat, kepasrahan kepada Tuhan, itu energi yang luar biasa.

Ketika pikiran kita positif untuk sembuh, maka yang dibuang pun sel-sel yang terkena penyakit.

Yang lebih penting adalah pikiran kita, yakin nggak apa-apa, yakin sembuh.

Untuk melatih pikiran biar bisa tenang itu cukup dengan PERNAPASAN.

Kita bisa tarik napas lewat hidung dalam-dalam selama lima detik, kemudian tahan selama tiga detik. Lalu hembuskan lewat mulut sampai tuntas. Lakukan tujuh kali setiap sebelum Shubuh dan sebelum Maghrib.

ENZIM ENDORPHIN

Pada buku tentang ‘enzim kebahagiaan’ ENDORPHIN, tentang enzim peremajaan, dan beberapa tema psiko-medis lain tulisan dokter-dokter Jepang dan Mesir.

Allah sudah menciptakan tubuh kita untuk MENYEMBUHKAN DIRI SENDIRI, ada mekanismenya, ada ENZIM yang bekerja di dalam tubuh untuk penyembuhan diri. Dan itu bisa diaktifkan secara optimal kalau pikiran kita optimis.

Menurut penelitian, enzim ini bisa bekerja dengan baik bagi mereka yang sering merasakan LAPAR dalam tiga sampai empat hari sekali.

Ketika puasa itu REGENERASI sel berlangsung dengan optimal.

Bahwa vonis medis itu nggak seratus persen, walaupun prosentasenya sampai sembilan puluh sembilan persen, tetap masih ada satu persen berupa kepasrahan kepada Tuhan yang bisa mengalahkan vonis medis sekalipun.

Tertawalah yang lepas, bergembira, nonton film lucu tiap hari juga bisa merangsang produksi endorphin, hormon kebahagiaan. Itu akan sangat mempercepat kesembuhan.

KEAMPUHAN SHOLAT MALAM.

Bahwa gelombang yang diciptakan oleh ritual ibadah bisa mewujudkan energi positif bagi fisik.

Sholat tahajud. ketika kita baru bangun di akhir malam, gelombang otak itu pada frekuensi Alpha. Jauh lebih kuat daripada gelombang Beta yang teradi pada waktu Isya atau Shubuh.

Jadi sholat dua menit saja dengan khusyuk, sinyalnya lebih bagus ketimbang sholat sejam tapi pikiran kemana-mana.

SOP Terapi Sentuhan Spiritual Quantum

I. AWAL

1.   Anggap semua orang yang diterapi adl saudara kita, dengan mengucapkan dlm hati:
Bismillahirrahmannirrahim, Saya sayang kamu (diganti nama) karena Allah, karena  kamu (diganti nama) adalah saudara saya.
 Kalimat ini berfungsi sbg pelindung dr energy negatif pasien/saudara kita.

2.   Tanya dimana yg sakit.

3.   Cek skala sakit. Jika 0 = sehat ; 5 = sakit ; 10 = sakit sekali.

4.   Beri pencerahan/pemahaman tentang sakit.


II. NIAT

4.   Ucapkan NIAT dalam hati :

a.   Audzubillah Himinas Syaiton Nirojim. – Bismillahirrahmanirrahim.

b.   Ya Allah ya Rabb, yg menyelamatkan Nabi Ibrahim dr bakaran api, Nabi Musa dari kejaran Fir’aun, Nabi Ayub dari penyakitnya, Nabi Yunus dari perut ikan, dan semua nabi2 dan semua mahluk yang ada di bumi.

c.   Ya Allah ya Rabb, Engkaulah sebaik-baik penyembuh sedangkan saya tidak mampu apa-apa, Laa Haula Walla Quwwata illa billah. Mohon sembuhkanlah penyakit Fulan bin Fulan.

d.   Dengan Ijin Allah, sy niatkan bacaan Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas & Shalawat Saya untuk kesembuhan penyakit saudaraku Fulan bin Fulan. (Ket : Saat baca Niat maka energy mengikuti pikiran)

III. PELAKSANAAN

5.  Sentuh daerah yg sakit dengan tangan kanan, tangan kiri mensupport dr belakang.

6.  Baca Do’a:

a.   Bismillahirrahmanirrahim, Atas ijin Allah saya niatkan ENERGI VORTEX TAWAF PUTIH saya  untuk kesembuhan penyakit Fulan bin Fulan.

b.   Jalankan Nafas  5:5 warna Putih.
-  Doa: Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas & Shalawat
-  Doanya  diucapkan saat buang nafas.
-  Berlaku ketentuan : Ringan = 5x ; Sedang 15x ; Berat 25x.

7.  Berdoa dg sepenuh hati; penuh pengharapan; merasa banyak dosa; merasa tak bisa apapa tanpa bantuan Allah.

8.   Idem. Lakukan Nafas 2;5

IV. PENGAKHIRAN

9.   Cek Skala penyakit. Sudah berkurang atau belum.

10. Jika penyakitnya berpindah tempat, ulangi langkah 4,5,6,7 dan 8

11.  Ucapkan dlm hati : Alhamdulillah terima kasih ya Allah saya telah Engkau pilih untuk menjadi rahmat bagi orang lain.

12.  Bayangkan orang yg kita terapi telah sembuh.

13.  Ingat !!! Tugas kita adl membuat resonansi yg besar dlm diri kita. Sembuh atau tidak sembuh bukan pekerjaan kita.

&&&&&


PENCERAHAN KPD PASIEN TENTANG SAKIT

1. Berpikiran Positif .  Mari kita khusnudzan terhadap Allah, bahwa penyakit ini datangnya dari Allah dan Allah punya maksud terhadap kita.

2. Pertanyaan: Menurut pendapat bpk/ibu, Sakit ini timbul karena apa?  Azab, atau Musibah, atau Ujian atau apa?

Bagi orang yg beriman, sakit itu adalah bentuk “kasih sayang allah”
Sakit itu MENGGUGURKAN DOSA-DOSA.  Dosa yg tidak bisa gugur dengan istighfar, dengan minta maaf, maka akan gugur dengan nikmat sakit.
Dosa itu lebih baik dibersihkan di dunia daripada di akhirat.

NABI LUTH menderita penyakit kulit hingga belasan tahun, tapi beliau tetap mensyukurinya. Beliau sadar bahwa itu adalah kasih sayang Allah.

3. Harus Yakin : Bahwa segala penyakit dari Allah, dan Allah pula yang menyembuhkan.

a.   Dan apabila aku sakit. Dialah (Allah SWT) yang menyembuhkan aku. (QS. Asy-Syu’ara 26 : 80)

b.   Setiap penyakit ada OBATnya (bisa disembuhkan). (HR. Muslim)

4. Allah Menguji Sesuai Kesanggupan.

a.  Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqarah 286).

b.   Sesudah kesulitan ada kemudahan.  “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (QS. Alam Nasyroh: 5)

5.  Doa Nabi Yunus. Kita banyak berbuat kedzaliman, maka harus banyak mohon ampun kepada Allah. Banyak beristighfar, atau membaca do’a yang dibaca Nabi Yunus.

Laa Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin, Artinya : “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci engkau, sungguh aku adalah orang-orang yang zalim.” (QS Al-Anbiya’ : 87)

Waktu itu nabi Yunus pergi meninggalkan kaumnya yang tidak mau berubah dlm keadaan marah. Beliau berputus asa dan mengira tak ada lagi kaumnya yang beriman kpd Allah. Kemudian beliau naik kapal, namun harus diterjunkan ke laut karena kelebihan muatan.

Di dalam perut ikan Nun, beliau bertobat dan meminta ampun kepada Allah dan pertolongan-Nya. Doa yang dibaca adalah doa tsb diatas. Beliau bertasbih selama 40 hari di dalam perut ikan. Kemudian atas perintah Allah ikan paus memuntahkannya di sebuah pantai.

Tiga keistimewaan dalam Do’a Nabi Yunus:
a. Pengakuan tauhid.
b. Pengakuan akan kekurangan diri.
c. Berisi permohonan ampun (istighfar) pada Allah SWT.

6.  Tuhan Yang Kuasa Menyembuhkan. Dokter dan Terapis hanyalah  MEDIATOR. Yang menyembuhkan adalah Allah.

7.  Harus Yakin bahwa penyakit ini akan sembuh karena Allah.

8.   Sikap Pasien Saat Terapi

a.     Bersikap Relax.

b.     Fokus 100%.  Bayangkan rasa sakitnya terpusat di daerah yg sdg disentuh mediator.

c.     Membaca Doa yang dibaca Nabi Yunus (terus menerus) :
Laa Ilaha Illa Anta - Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin

************************