Selasa, 08 Mei 2018

Jangan Bersedih

Jika engkau sedang atau sering mendapatkan *musibah*, ... janganlah bersedih.
Bisa jadi orang yang *paling mulia* diantara kita di mata Allah SWT adalah orang yang paling banyak diuji dalam hidupnya.
Diuji dengan ditinggalkan oleh *orang² kesayangannya*, kehilangan *pekerjaannya*, dimusibahi dengan *sakitnya*, atau dirugikan dalam *jual belinya*. Maka jangan bersedih.
Ketika itu terjadi dalam kehidupan kita, berarti Allah sedang memberi kesempatan kita untuk *merasakan pahit getirnya* kehidupan kekasih² Allah.
Pahit getir kehidupan *Siti Asiyah* istri Firaun yg tersiksa dg kejam, Pahit getir kehidupan *nabi Ayub AS* yg menderita penyakit kulit 18 tahun, Kesedihan *nabi Ibrahim AS* yg diperintahkan menyembelih anak kesayangannya, *Siti Hajar* yg ditinggalkan di gurun pasir tandus hanya bersama Ismail anaknya, Dan masih banyak lagi ujian thd kekasih² Allah lainnya.
Ketika engkau sedang mendapatkan *musibah* ... Jangan bersedih, karena itu berarti *Allah sedang perhatian* sama kita. Allah sedang *menggugurkan dosa²* kita seperti gugurnya daun kering dari pepohonan di musim kemarau.
Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk bersabar.
*إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ*
_Innallaha Ma Ashobirin_
Artinya: *"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar"* (QS. al-Baqarah ayat 153)
Salam... Ust. Tengku Hanan Attaki 🙏🙏
***** *****

Jumat, 04 Mei 2018

Mustahiq Zakat


Mustahik zakat atau orang yang berhak menerima zakat harta benda (zakat mall) ada 8 asnaf (golongan) yakni:
(1) Fakir: Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
(2) Miskin: Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.
(3) Amil: Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat (petugas zakat).
(4) Muallaf: Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya.
(5) Qirab: Hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya
(6) Gharim: Mereka yang berhutang untuk keperluan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya.
(7) Fasibilillah: Mereka yang berjuang dijalan allah (misal:dakwah, perang dsb)
(8) Ibnu Sabil: Mereka yang kehabiasan biaya diperjalanan.

Golongan penerima zakat telah ditentukan oleh Allah SWT dalam firman-Nya surat At-Taubah: 60. Artinya: ”Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Dari delapan asnaf itu, yang mesti didahulukan adalah fakir dan miskin.
Rasulullah SAW, bersabda:
امرت ان اخذ الصدقة من اغنيائكم واردها على فقرائكم
Artinya: ”Aku diperintahkan untuk mengambil sedekah dari orang kaya diantara kamu sekalian, untuk aku berikan kepada orang-orang fakir diantara kalian”

POLA DISTRIBUSI ZAKAT
Zakat boleh diberikan kepada kepada salah satu asnaf 8. Diriwayatkan dari Nasa’i: ”Jika harta zakat banyak dan cukup untuk dibagikan kepada 8 golongan, maka harus dibagikan. Namun, jika tidak memadai, boleh diberikan hanya pada satu golongan.”
Imam Malik berkata: ”Zakat harus diprioritaskan kepada golongan yang paling membutuhkan.” (Ibnu Qudama: jilid II).
Ziyad bin Harits ash-Shuda’i, berkata yang artinya:
”Aku datang menjumpai Rasulullah SAW lalu berbait kepadanya. Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki dan berkata, berilah aku pemberian zakat! Nabi SAW bersabda: Sesungguhnya Allah tidak rela dengan ketetapan dari Nabi atau lainnya mengenai zakat hingga Allah memutuskan sendiri dalam masalah ini. Allah lalu memberikan penerima zakat kepada delapan golongan. Jika engkau termasuk dalam salah satu dari delapan golongan itu, tentulah aku akan memberikan bagianmu.! (H.R. Abu Daud, pada sanadnya terdapat Abdurrahman al-Ifriqi. Ia adalah seorang yang masih menjadi pertikaian pendapat dikalangan ulama.)

Jumat, 20 April 2018

Kedermawanan yang Tertukar


Seorang wanita bertanya pada penjual Pisang yang sudah tua, "Berapa harga Pisangnya ?"
Penjual pisang menjawab, harganya Rp 2.500, Nyonya."
Wanita itu berkata, "Saya mau mengambil 6  tapi dengan harga Rp 12.500 atau kalau ngga ya udah, ngga jadi beli."
Penjual Pisang menjawab, "Baiklah, mungkin ini awal yang baik karena dari tadi tak ada satupun Pisang yang berhasil saya jual."
Wanita itu mengambil Pisang2 tersebut dan berjalan dengan perasaan senang bahwa dia sudah membeli dengan harga murah.

Kemudian dia masuk ke dalam mobil mewahnya dan pergi ke Restoran bersama temannya.
Di sana, dia bersama temannya memesan apapun yang mereka sukai. Mereka makan sedikit dan menyisakan banyak dari apa yang sudah mereka pesan.
Kemudian wanita tersebut membayar tagihannya. Tagihannya sebanyak Rp 450.000. Dia memberikan uang Rp 500.000 dan tidak mengambil uang kembaliannya.

Kejadian seperti ini mungkin terlihat normal bagi pemilik restoran, tapi sangat menyakitkan bagi penjual pisang  yang sudah tua.

Intinya adalah:

"Mengapa kita selalu menunjukkan bahwa kita punya kuasa ketika kita membeli dari orang2 yang membutuhkan? Dan kenapa juga kita jadi dermawan kepada orang-orang yang bahkan tidak membutuhkan kedermawanan kita?"

Suatu ketika saya pernah membaca:

"Ayahku biasa membeli barang-barang  dari orang miskin dengan harga tinggi, walaupun dia tidak membutuhkan barang-barang tersebut.  Kadang-kadang dia bahkan membayar lebih untuk itu. Aku tertarik pada hal ini dan lantas bertanya mengapa dia melakukannya? Kemudian ayahku menjawab, 'Anakku, ini adalah sedekah yang terbungkus dengan harga diri.'"

Saya tahu anda tak akan membagikan pesan ini, tapi jika anda merasa bahwa orang-orang perlu mengetahuinya, maka sebarkanlah pesan ini.

TERIMA KASIH

Kamis, 19 April 2018

Hal Kecil Dalam Pandangan Seseorang Bisa Merupakan Hal Besar Dalam Pandangan Orang Lain

🛶Seorang pria diminta mengecat sebuah perahu, ia pun mengecat perahu tsb.

Saat mengecat, ia menemukan sebuah lubang kecil di lambung perahu, dan ia menambalnya diam diam. Begitu selesai mengecat, ia terima upahnya dan pergi.

Tak lama berselang, pemilik perahu menemui lagi pria tsb dan memberinya cek yg nilainya sungguh fantastis.

😳Si tukang cat terkejut dan berkata,
"Anda sudah membayar upah saya, Tuan. Kenapa mesti bayar lagi".

"Ini bukan upah untuk mengecat, Ini karena anda sudah menambal satu lubang di lambung perahuku".

"Ah, Itu kan cuma hal kecil".

"Mungkin anda tidak mengerti. Saat saya minta anda mengecat kapal itu, saya lupa memberi tahu tentang lubang tsb. Ketika cat perahu sudah kering, anak-anak saya langsung pergi mancing dengan naik perahu itu. Mereka tidak tahu tentang lubang itu".

"Sementara saya tidak berada di rumah saat mrk pergi".

"Ketika saya pulang dan menyadari mrk telah membawa perahu itu pergi, saya jadi sangat khawatir karena saya tahu kalau perahu itu bocor".

"Alangkah leganya hati saya ketika melihat mrk semua pulang dengan selamat".

"Lalu saya mendapati bahwa Anda telah menambal lambung kapal yg bocor itu. Anda telah menyelamatkan anak-anak saya  Yg sudah Anda lakukan bukan hal kecil, karena itu telah menyelamatkan nyawa orang lain".

"Sesungguhnya uang tidak bernilai untuk membayar kebaikanmu itu".

"Teruslah menolong, meringankan beban orang lain dan perbaikilah setiap "lubang" yg anda temukan. Anda tidak akan pernah tahu kapan bantuan anda bermanfaat".

"Saat kita berusaha menciptakan hal yg bermanfaat bagi orang lain, kita tentu saja menerangi jalan kita sendiri."

Monggo, kita selalu berusaha..
Jadi penerang bagi orang lain

Selamat malam & selamat beristirahat.

Semoga segala urusan kita dimudahkan Allah SWT
Aamiin..

Adzan Tak Perlu Pakai Pengeras (?)

Jwbn cerdas

Mengapa adzan harus dikumandangkan keras-keras? Pakai speaker pula. Apa tidak mengganggu yang lain yang bukan orang muslim?

Ada sebuah cerita menarik yang diceritakan seorang teman melalui aplikasi perbincangan di grup WhatsApp. Berikut kisahnya.
*

Adalah teman saya, yang kebetulan non muslim, bertanya kepada saya, “Kenapa kalau adzan harus dibunyikan keras-keras dengan speaker pula?”.

Saya yang bukan ahli agama kemudian berpikir sejenak mencari jawaban yang mudah dicernanya, menjawab seperti ini

“Bro, adzan itu adalah panggilan sholat, pasti dong namanya panggilan tidak mungkin dengan cara yang sama seperti berbicara atau berbisik-bisik”.

Teman saya membalas “Tapi kan di orang-orang sekitar tidak semuanya muslim ?”.

Saya jawab lagi “Benar. Bro, kita sekarang sedang ada di bandara, dengarkan announcement bandara selalu memberikan panggilan boarding? Apakah kamu juga mempertanyakan ke mereka mengapa melakukan panggilan boarding pesawat yang lain keras-keras padahal bukan panggilan pesawatmu?”

Dia tersenyum namun membalas lagi “Tapi kan hari gini semua orang sudah tahu dengan teknologi jam berapa waktu sholat , apa masih harus adzan keras-keras?”.

Saya pun kemudian menjawab “Ya setiap penumpang juga kan sudah tau jadwal penerbangannya sejak pesan dan memegang tiket, kemudian check-in, sudah tercetak jadwal keberangkatannya di boarding pass, sudah masuk ruang tunggu, tapi tetap bandara melakukan panggilan boarding bukan?

Dan ada satu hal lagi mengapa adzan harus dikumandangkan, itu bukan hanya sebagai penanda sudah masuk waktu sholat, tapi benar2 panggilan sholat, karena kami harus menyegerakan sholat.

Sama halnya semua penumpang harus menyegerakan masuk pesawat setelah panggilan boarding, walaupun masih ada waktu naik pesawat sampai pesawat tutup pintu”.

Kali ini senyumnya bertambah lebar, lalu dia setengah memeluk aku sambil menepuk-nepuk bahuku dan berkata “Super .. I got it bro“

Nb.
Masih bnyk orng tdk rela ketinggalan Pesawat dibanding ketinggalan Sholat

Bahkan lebih rela menunggu pesawat yg belum datang dibandingkan menunggu Azan datang.

Sekilas Terdengar Biasa Tapi Bisa Bermasalah

1. Pemberian hadiah.

Saudara laki2nya bertanya saat kunjungan seminggu setelah adik perempuannya melahirkan :

 "Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan ?"
"tidak ada" jawab adiknya pendek.

Saudara laki2 nya berkata lagi :

"Masa sih, apa engkau tidak berharga disisinya? aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa".

Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk dirumah, keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian, antara suami istri ini terjadi perceraian.

Dari mana sumber masalahnya ?
Dari kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki2 kepada adik perempuannya


2. Rumah Terasa Sempit.

Saat arisan seorang ibu bertanya :

"Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit ? bukankah anak2 mu banyak ?".

Rumah yang tadinya terasa lapang sejak saat itu mulai dirasa sempit oleh penghuninya. Ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.


3. Gaji Sebulan.

Seorang teman bertanya :

'Berapa gajimu sebulan kerja di toko itu ?".
Ia menjawab : "1,5 juta rupiah".
"Cuma 1,5 juta rupiah? sedikit sekali ia menghargai keringatmu. Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu ?".

Sejak saat itu ia jadi membenci pekerjaannya. Ia lalu meminta kenaikan gaji pada pemilik toko, pemilik toko menolak dan malah mem PHK nya. Kini ia malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran.


4. Kunjungan.

Seseorang bertanya pada kakek tua itu :

"Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan ?"
Si kakek menjawab : "Sebulan sekali".
Yang bertanya menimpali : "Wah keterlaluan sekali anak2mu itu. Diusia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering".

Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat rela terhadap anak2 nya. Ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya.


Apa sebenarnya keuntungan yang kita dapat ketika bertanya seperti pertanyaan2 diatas ?.

Jagalah diri dari mencampuri kehidupan orang lain.
Mengecilkan dunia mereka. Menanamkan rasa tak rela pada yang mereka miliki. Mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka dst dst.
Kita akan menjadi agen kerusakan di muka bumi dengan cara ini. Bila ada bom yang meledak cobalah introspeksi diri, bisa jadi kitalah yang menyalakan sumbunya.

Sudah tau kan bahaya lisan? Terlihat biasa perkataan kita tapi justru itulah yg menyebabkan
 bahaya.

Mari kita saling mengikatkan, terutama pada diri saya sendiri,aamiin.

Misteri Kamar No. 39

Pada suatu hari di bulan November tepatnya tanggal 9 di sebuah hotel di Palabuhan Ratu didatangi seseorang.

Tamu : "Apakah kamar No. 39 kosong?"

Bellboy : "Kosong pak!"

Tamu : "Boleh saya gunakan?"

Bellboy : "Tentu pak!"

Setelah membooking kamar si tamu bermaksud menemui manager hotel untuk minta 3 benda yaitu sebilah pisau berwarna hitam, benang putih panjang 59 cm dan warna oranye 79 cm.

Meskipun agak aneh tapi manager hotel bersedia memenuhi permintaan sang tamu.

Tapi karena penasaran sang manager pun akhirnya tidur di kamar no. 40 tepat di sebelahnya.

Dia pun menunggu, tidak tidur. Akhirnya tepat tengah malam terdengar suara - suara aneh dari dalam kamar no 39.

Terdengar suara merintih, piring pecah, dan benturan - benturan didinding.

Setelah pagi si tamu pun berkemas menuju lobi hotel untuk check out, dan tak lupa memberi tips yang lumayan besar pada bellboy.

Manager hotel yang penasaran akhirnya menceritakan semuanya, dan mengajak bellboy untuk memeriksa kamar 39, dan ternyata semuanya rapih, tak ada 1 benda pun yang rusak.
Dalam hati dia bertanya apa yang dilakukan tamu itu?

Setahun berlalu, dan tepat tanggal 9 bulan 11 si tamu itu datang lagi.

Memesan kamar no 39, meminta sebilah pisau hitam, benang putih 59 cm dan oranye 79 cm.

Manager yang masih penasaran kembali menguping lewat kamar sebelah.

Kembali terdengar suara - suara aneh, paginya si tamu bergegas, tak lupa memberi tips yg besar.

Tahun ke 3, pada tanggal yang sama tamu itu datang lagi, dengan permintaan yang sama.

Kamar 39, pisau hitam benang putih dan oranye. Kali ini si manager harus tau apa sebenarnya yang dia lakukan.

Setelah pagi tiba ketika si tamu hendak pergi meninggalkan hotel buru - buru si manager mencegatnya.

Manager : "Mohon maaf tuan apa saya boleh tanya 1 hal?"

Tamu : "Tentu saja pak, apa itu".

Manager : "Saya penasaran apa yang sedang bapak lakukan tadi malam di kamar 39?"

Tamu : "Bila saya beritahu bapak, apa bapak berjanji akan menjaga rahasia dan tidak memberitahu siapapun?"

Manager : "Ya pak saya berjanji tidak akan memberitahu siapapun tentang hal ini!"

Luarbiasa.....!!!
Si manager tersebut bener2 menepati janjinya untuk tidak memberitahu siapapun apa yang dilakukan tamu tersebut di kamar 39....

Termasuk pada semua anggota group di sini . . .

Selamat malam