Minggu, 02 Juni 2019

Narasi Politik seorang Anies Baswedan....

Tidak berlebihan kalau warga DKI suka sama gubernurnya, Anies memang smart.

Tidak berlebihan juga kalau rakyat indonesia suka sama pak Anies lalu sering disebut sebagai Gubernur indonesia atau Gubernur rasa presiden, sangat layak.

Anies adalah tokoh baru dalam ranah eksekutif level gubernur, narasi politiknya menunjukkan kelasnya.

Anies sadar bahwa dia sedang memimpin ibukota negara muslim terbesar di dunia. Yang dibutuhkan bukan hanya kapasitas intelektual, tapi harus memiliki hati juga yang peka.

Anies dalam kapasitasnya sebagai gubernur, menghargai dan menghormati setiap warga DKI, tidak ada tebang pilih kaya atau miskin. Beda sama kebijakan pendahulunya Ahok.

Anies memanusiakan manusia, dia paham bahwa dia sedang memimpin manusia yang bisa berpikir bukan sedang mengemudi sebuah traktor mesin.

Baru kali ini pemprov DKI menyelenggarakan mudik gratis skala besar untuk warga DKI yang akan pulang kampung, saat ini masih pulau jawa dahulu karena memang kas APBD DKI tidak sebesar kas yang ada di tangan Jokowi.

Lebih dari 300 bus dengan jumlah pemudik yang terdaftar gratis saat ini 17.000 an orang. Anies ingin memberikan sinyal sebagai pemimpin yang selalu hadir dimomen istimewa seperti lebaran.

Lebih dari itu, anies sudah meneken surat membolehkan takbir keliling, bahkan anies membolehkan warga luar untuk datang ke jakarta pasca lebaran. Tidak akan ada razia yustisi. Takbir keliling dan operasi yustisi. Dua hal yang dulu sangat ketat dimasa Ahok.

Narasi anies memang level negarawan, dengan bahasa sederhana"jakarta adalak kota kita semua" jakarta adalah milik seluruh rakyat indonesia. Ini namanya presidential narrative. Narasi level presiden.

Anies tidak mengkotak kotakkan warga, tidak tebang pilih warga VIP dan mana warga biasa. Anies bukan gubernur pro pemodal dan pro mafia, aturan dia tegakkan kepada semua golongan. Tanpa pandang bulu.

Saat pemerintah pusat saling sembunyi tangan atas demo berdarah tanggal 25 mei lalu didepan bawaslu, Anies tampil menemui rakyat, melihat langsung, dan mengumumkan korban yang jatuh. Walaupun kuping istana sangat kepanasan.

Saat pejabat pusat bahkan presiden sendiri mangkir dan menghindar, anies tampil menghibur rakyat jakarta dan mendengar aspirasinya. Padahal presiden saja sempat kabur ke bandara saat ada yang demo di jakarta beberapa tahun lalu.

Anies dengan kapasitas intelektual yang dimiliki. S3 lulusan luar negeri, seperti ingin mengajarkan rakyat indonesia akan standar demokrasi yang benar, pelajaran yang rakyat tidak pernah dapatkan bahkan dari seorang presiden yang memang buta demokrasi.

Anies mengurus jakarta dengan hati, prestasinya tidak bisa lagi dihitung dengan lembaran lembaran piagam. Datanglah ke jakarta langsung, anda akan melihat jakarta yang jauh lebih teduh dan humanis dari sebelumnya.

Narasi anies adalah narasi negarawan, anies merangkul semua golongan tapi dengan tetap tegas bertindak sesuai standar operasional demokrasi yang rapi dan manusiawi.

Tegas bagi anies adalah nafas kerjanya. Anies gak pernah takut dibully dan caci apalagi hanya sekedar petisi online untuk melengserkan dirinya yang baru baru ini digagas oleh gerombolan kaum dungu yang gagal paham esensi demokrasi.

Anies berupaya menjadikan jakarta sebagai ril miniatur indonesia. Kota yang teratur dengan aturan main, kota yang tidak bisa dibeli oleh yang para taipan yang suka main belakang. Kota yang didedikasikan untuk kebahagiaan warganya semua. Bayangkan kalau anies punya wewenang mengatur dan merapikan seluruh indonesia?

Anies gubernur yang memiliki kapasitas leadership yang kuat, teguh, kokoh, cerdas,bijak dan diplomatif. Sebuah kapasitas yang sangat cocok memimpin negeri ini kedepan.

Narasi politik anies adalah antitesis jokowi, Ahok, Luhut, Wiranto, dkk yang segala sesuatu pakai otot dan urat saraf. yang ujung ujungnya kontroversi, diprotes rakyat dan dicaci maki. Anies bukan tipikal pejabat yang suka ralat kebijakan, suka polemik dan pencitraan media dan suka menyesatkan publik. Anies antitesis dari mereka semua.

Anies bukan tipikal pemimpin takut medsos, takut demo, takut kaos, takut tagar, takut ketemu pendemo, takut ulama, takut rakyatnya sendiri dan takut diancam bunuh.

Anies bukan pemimpin yang playing victim untuk menutupi ketidakbecusannya dalam mengatur negeri seperti apa yang selama ini dipertontonkan rezim jokowi.

Kamis, 30 Mei 2019

Ijtihad

Ijtihad adalah sebuah usaha yang sungguh-sungguh untuk memutuskan suatu perkara yang tidak tercantum dalam Al Quran maupun hadis (dilakukan oleh orang yg berilmu).

Tidak semua persoalan dalam muamalah diatur dlm Al-quran maupun hadis.

Al-quran dan hadis hanya mengatur hukum secara garis besar, sedangkan masalah teknis pelaksanaannya diatur dlm ijtihad para ulama.

Fungsi utama dari Ijtihad adalah untuk menetapkan suatu solusi hukum atas suatu masalah yang belum ada dalilnya di dalam Al-quran dan hadits.

Jadi ijtihad merupakan sumber hukum ketiga setelah Al-quran dan hadis.

Misal:

1.  Penentuan I Syawal dan awal Ramadhan dg teknologi yg canggih

2.  Persoalan hukum terhadap bayi tabung

3. Bagaimana cara manusia melaksanakan shalat dan puasa di wilayah yg waktu siang dan malam tdk menentu (negara2 skandinavia)

4. Bisakah membayar zakat fitrah dg beras atau uang

5. Berapakah besaran zakat penghasilan bagi advokat atau pebisnis on line.

6. Sahkah membersihkan najis yg menempel di badan dg sabun

7. Hukum minuman beralkohol, spt bir, minuman soda, air tape, dsb.

8. Dan masih banyak lagi

Orang yang melaksanakan Ijtihad disebut dengan Mujtahid dimana orang tersebut adalah orang yang ahli tentang Al-quran dan hadits.

Adapun beberapa manfaat Ijtihad adalah sebagai berikut ini:

•     Ketika umat Islam menghadapi masalah baru, maka akan diketahui hukumnya.

•     Menyesuaikan hukum yang berlaku dalam Islam sesuai dengan keadaan, waktu, dan perkembangan zaman.

•     Menentukan dan menetapkan fatwa atas segala permasalahan yang tidak berhubungan dengan halal-haram.

     Menolong umat Islam dalam menghadapi masalah yang belum ada hukumnya dalam Islam..

Selasa, 28 Mei 2019

Perusak Islam

Umar bin Khatab: ”Maa yahdinul Islam tsalasah”, yang merusak islam ada 3, yaitu:

1. Zallatul ’alim, Tergelincirnya ulama (tetapi tetap diikuti walaupun dia dalam keadaan salah).

2. Jidalul munafik bil Quran , Orang munafik tetapi mendebat orang yang diatas kebenaran dg memakai al-Quran (yang menguntungkan orang kafir)

3. Hakama ’aimatul mudillin (Berkuasanya pemimpin2 yg menyesatkan)


Note : Pendusta Agama

1. Kisah Syarifah Janda Miskin.
Diceritakan di dalam kitab Rasyafatus Shoodi, karya Alhabib Muhammad Alhaddar. Ada seorang Syarifah janda ditinggal wafat suaminya dan meninggalkan 3 orang anak perempuan.
Syarifah meminta pertolongan seorang guru besar Islam beserta para muridnya. Sang guru berucap: "berikan aku bukti bahwa kau janda miskin yang sengsara,"
Syarifah minta bantuan saudagar kaya, seorang Majusi (penyembah matahari).
Pada malam itu sang guru besar Islam bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat hari kiamat, dan melihat ada istana megah luar biasa di surga.  Kaum muslimin masuk surga atas perintah Rasulullah SAW. Akan tetapi Rasul berpaling muka atas sang guru besar Islam.
Maka Nabi SAW menjawab: "berikan aku bukti bahwa kau memang muslim!"   Kemudian Rasul SAW berucap: "Ingatkah engkau di dunia pernah berkata sedemikian pada cucuku". 
Sang guru besarpun menangis terisak-isak dan sangat menyesali perbuatannya. Barangkali ia merasa bahwa dirinya adalah Pendusta Agama


2.  Pendusta Agama
Pendusta agama dijelaskan oleh Al Qur’an pada surah Al-Ma’un, yaitu surat yang ke-107.  Tiga ayat pertama surah ini menjelaskan siapa yang termasuk sebagai pendusta agama, yaitu: (1) Araitalladzi yukaddzibu biddiin, (2) Fa’dzaalikal ladzii yadu’ul yatiim, (3) Wa laa yahudhdhu alaa tho’amil miskin.  Artinya: (1) Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?, (2) Itulah orang yang menghardik anak yatim, (3) Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
Pendusta agama adalah orang yang tidak peduli atau apatis terhadap anak yatim, dan fakir miskin (kaum dhuafa).
Kebanyakan orang hanya berhenti pada pemahaman siapa pelakupendusta agama, tetapi tidak sampai pada pemahaman apa konsekuensi” bagi pendusta agama.

3. Konsekuensi bagi Pendusta Agama
Menurut Prof. Dr. Hamka, hakekat pendusta agama adalah orang-orang yang “mendustai agamanya” atau “mengingkari pilar-pilar agama”.
Pilar agama Islam itu ada 5. Rasulullah Saw : buniyal Islamu ‘ala khomsin.” bahwa Islam dibangun di atas lima pilar utama,  yaitu syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji.­
Jadi pendusta agama adalah orang yang mendustai pilar-pilar agama.
Bagi orang-orang yang tidak peduli (apatis) terhadap nasib anak-anak yatim dan orang-orang miskin (meskipun ia rajin shalat, rajin puasa, rajin dzikir, dsb) maka mereka adalah pendusta agama.   Ibadah shalatnya, zakatnya, puasanya, dan hajinya menjadi sia-sia,

4. Banyak kita yang pendusta Agama
Berdasarkan survei kebanyakan orang Islam sudah tahu dan hafal surat Al-Maun.  Tetapi ternyata hanya sedikit orang yang memahami dan mengamalkannya. 
Indikator tentang kepedulian terhadap nasib anak-2 yatim dan orang-orang miskin adalah dari pengeluaran Zakat Mal (harta), bukan zakat fitrah.  Zakat Mal merupakan sedekah harta yang wajib dikeluarkan sebesar 2,5 persen dari penghasilan.
Hasil survei yang dilakukan oleh beberapa  mahasiswa di kota Medan, menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat menunaikan zakat (mal) hanya sebesar 3,21 persen.  Berarti orang yang tidak mengeluarkan zakat mal adalah 96, 79 persen. Dengan kata lain, diantara 100 orang hanya 3 orang  yang menunaikan zakat (mal). 
Bahkan Imam Besar Masjid Istighlal Jakarta, Prof. DR. KH Nasaruddin Umar menyebut bahwa terlalu pelit jika orang Islam hanya mengeluarkan zakat yang 2,5 persen, tanpa sedekah lainnya.

5.  Kesimpulan
Surat Al-Ma’un menjadi pelengkap bagi ayat-ayat dari surat yang lain dalam Al-Qur’an berkaitan dengan kewajiban manusia untuk peduli terhadap nasib anak yatim, dan fakir miskin (kaum dhuafa).
Orang yang tidak peduli atau apatis terhadap nasib kaum dhuafa disebut sebagai “Pendusta Agama”.
Konsekuensi bagi pendusta agama adalah ibadah shalatnya, zakatnya, puasanya, dan hajinya menjadi sia-sia, karena tak berdampak baik bagi akhlaknya.
Salah satu indikator tentang pendusta agama adalah seberapa besar seseorang mengeluarkan sedekah harta, yaitu zakat mal yang 2,5% dari rizki yang diperolehnya.
Hasil survei menunjukkan kebanyakan kita (96 persen) adalah pendusta agama, yaitu orang yang tidak menunaikan zakat mal.
Imam Besar Masjid Istighlal Jakarta, Prof. DR. KH Nasaruddin Umar menyebut bahwa jika orang Islam hanya mengeluarkan zakat yang 2,5 persen, tanpa sedekah lainnya ia terolong orang yang pelit.
Semoga uraian diatas bisa menjadikan renungan bagi kita. Apakah kita termasuk ke dalam golongan orang peduli terhadap nasib anak yatim dan kaum dhuafa, atau justru sebaliknya termasuk kedalam golongan orang yang mendustakan agama.
Astaghfirullah hal adzim.

*******


Pendusta agama” : Tahukah kamu orang yang mendustakan agama; Itulah orang yg menghardik anak yatim ;  Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
 (QS. Al Maun, 107 : 1-3)

Prof. Dr. Hamka  menjelaskan makna “pendusta agama” adalah meskipun ia rajin shalat, ia rajin puasa dan ia rajin melaksanakan ibadah lainnya, namun apabila ia yang tidak peduli terhadap nasib anak yatim dan  orang miskin maka ketaqwaannya diragukan.

Tingkat ketaqwaan seseorang diukur dari seberapa besar kepeduliannya terhadap anak yatim dan fakir miskin. Banyak hadis nabi yang menyatakan bahwa untuk mengukur ketaqwaan seseorang adalah dari akhlaknya (prilaku sosial). 

Rasulullah bersabda, khairunnas anfa’uhum linnas , ”Manusia yang paling baik (dicintai Allah Ta’ala),  ialah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.  (HR. Ibnu Hajar Al-Asqalani)

Salah satu ciri orang yang bertaqwa antara lain adalah menafkahkan sebagian rizki.  Mereka yang bertaqwa, yaitu yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS. Al-Baqarah: 2-3)

Ketika Rasulullah ditanya, ”Amal apa yang paling utama?”.  Nabi menjawab, ”Seutama-utama amal ialah memasukkan rasa bahagia pada hati orang yang beriman, yaitu melepaskannya dari rasa lapar, membebaskannya dari kesulitan, dan membayarkan hutang-hutangnya.”  (HR. Ibnu Hajar Al-Asqalani)

Kamis, 23 Mei 2019

Panduan Iktikaf

1.  Pengertian Iktikaf.
a.  Iktikaf adalah berdiam diri dalam masjid dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.
b.  Orang yang beriktikaf disebut MUTAKIF
2.  Rukun iktikaf
a.  Niat  (apabila hanya berdiam diri di masjid tanpa berniat itikaf, maka ia tidak i’tikaf)
b.  Berdiam diri di dalam masjid (selain di masjid bukan iktikaf)
3.  Waktu Iktikaf
a. Waktu iktikaf : Tidak ada ketentuan (bisa dilakukan di malam atau di siang hari)
b. Lama waktu iktikaf : Menurut mayoritas ulama, i’tikaf tidak ada batasan waktu minimalnya  (lahzhoh), artinya boleh cuma sesaat.
c.  Waktu i’tikaf yang lebih afdhal, (sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah) adalah pada10 hari terakhir bulan Ramadhan, disaat turunnya Lailatul Qadar.
4.   Adab I’tikaf
Hendaknya ketika beri’tikaf, mutakif menyibukkan diri dengan melakukan amalan ibadah,  seperti:
a.  Berdzikir (tasbih, tahmid, takbir & tahlil),
b.  Beristighfar (memohon ampun kepada Allah)
c.  Berdo’a /bermunajad
d.  Membaca /tadarus Alquran
e.  Mengkaji Al Qur’an dan hadits.
f.  Membaca buku-buku agama.
g.  Shalat sunah
f.  Dimakruhkan : melakukan perbuatan dan perkataan yang tidak bermanfaat apalagi tercela.
5.  Hal-hal yang membatalkan iktikaf
a.  Keluar masjid dengan sengaja tanpa keperluan yang dikecualikan walaupun sebentar.
b.  Jima’ (Berhubungan biologis suami istri)
c.  Haid dan nifas.
6.  Hal-hal yang diperbolehkan bagi mutakif
a.  Makan, minum, dan tidur di masjid dengan senantiasa menjaga ketenangan, kesucian dan kebersihan masjid.
b.  Menemui tamu di masjid untuk hal-hal yang diperbolehkan dalam agama
c. Keluar dari tempat iktikaf untuk keperluan yang harus dipenuhi, seperti membuang air besar dan kecil ke toilet.

Ajaran Islam tentang Hubungan Sosial


Ajaran-ajaran Islam yang berkaitan dengan hubungan sosial antar umat manusia, antara lain adalah:
·         Islam memerintahkan untuk hidup berdampingan dan menghormati pemeluk agama lain. (Qur’an 3: 159)
·         Islam tidak memaksakan kehendak kepada penganut agama lain. (Qur’an 2: 256 ; 109: 6 ; 34: 25 ; 16: 125)
·         Islam memerintahkan untuk taat pada hukum aturan pemerintah (Qur’an 4: 59)
·         Islam memerintahkan bersikap toleran kepada sesama manusia (Qur’an 60: 8 & Qur’an 109: 6)
·         Islam memerintahkan bersikap baik terhadap tetangga, orang miskin, dan fakir miskin (Qur’an 4: 36).
·         Islam memerintahkan untuk senantiasa memperhatikan keadaan/nasib tetangga (hadits nabi).
·         Islam memerintahkan peduli terhadap nasib kaum ‘dhuafa’, yaitu fakir miskin, orang lemah dan yatim piatu (Qur’an 107: 1-3)
·         Islam menilai kemuliaan manusia bukan pada status sosial tetapi pada ketaqwaan (Qur’an 49:13).
·         Islam melarang sikap sombong dan angkuh (Qur’an 31: 18)
·         Islam melarang manusia hidup secara berlebih-lebihan (Qur’an 7: 31)
·         Islam melarang menumpuk harta  (Qur’an 9: 34-35).

Rabu, 22 Mei 2019

Beribadah Sampai Ikhlas

Beribadahlah sampai ikhlas, bukan menunggu ikhlas untuk beribadah

Bersedekahlah sampai kaya, bukan menunu kaya baru bersedekah

Pergilah ke masjid sampai tua, bukan menungu tua untuk pergi ke masjid