SANGKAN PARANING DUMADI ; Telah menjelajahi kehidupan lebih dari 50 tahun, saatnya merenungi dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk "hari kemudian"
Kamis, 18 April 2024
Limo Perkoro
Sembahyang & Semedi
Sembahyang dan semedi adalah dua bentuk ibadah atau laku spiritual yang memiliki makna yang penting dalam kehidupan orang Jawa. Sembahyang merupakan bentuk ibadah yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim, sedangkan semedi merupakan bentuk laku spiritual yang dilakukan untuk mencapai ketenangan batin dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Pribahasa & Falsafah Hidup Orang Jawa
*****
Rabu, 20 Maret 2024
Tausiyah: Keutamaan Sedekah
1. Dialog Nabi Musa dengan Allah Ta'ala
Dalam kitab Mukasyafatul Qulub, Imam Al Ghazali, menceritakan dialog antara Nabi Musa As dengan Allah SWT.
Nabi Musa adalah nabi yang mendapat gelar “Kalimullah”, artinya nabi yang dapat berkomunikasi langsung dengan Allah Ta'ala, (seperti Nabi Muhammad ketika Isra' Mi'raj). Sementara nabi yang lain berkomunikasi dengan Allah melalui perantara malaikat Jibril.
Dalam dialog yang dikisahkan oleh Imam Al Ghazali itu, Nabi Musa terkesan 'kepo', ingin tau tentang sesuatu yang sebenarnya nampak remeh, tetapi ternyata mempunyai hikmah besar bagi kita semua.
Musa : "Wahai
Rabb, aku selalu menunaikan ibadah kepada-MU. Aku ingin tahu, manakah
diantara ibadahku yang membuat Engkau senang. Apakah SHALAT-ku?
Allah: "Sholat
mu itu untukmu sendiri. Karena shalat membuat engkau terpelihara dari perbuatan
keji dan munkar.”
Musa : “Apakah DZIKIR-ku?”
Allah: “Dzikirmu
itu untukmu sendiri. Karena dzikir membuat hatimu menjadi tenang.”
Musa : “PUASA-ku ?”
Allah : “Puasamu
itu untukmu sendiri. Karena puasa melatih diri memerangi hawa nafsumu"
Musa: ”Lalu
ibadah apa yang membuat Engkau senang ya Allah?"
Allah: ”SEDEKAH. Tatkala
engkau membahagiakan orang yang sedang kesusahan dengan sedekah,
sesungguhnya Aku
berada disampingnya.
"
Kenapa demikian? Karena ibadah tersebut hanya berdampak baik terhadap pribadi pelakunya, tetapi tidak mengandung manfaat bagi orang lain.
Sedangkan
sedekah merupakan amal perbuatan yang bukan hanya berpahala bagi dirinya,
tetapi juga membuat
bahagia orang lain, disitulah membuat
Allah menjadi senang.
2. Amalan Yang Paling Dicintai Allah
Tentang keistimewaan sedekah juga dijelaskan dalam sebuah hadis nabi:
Ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, amalan apa yang paling dicintai oleh Allah?"
Maka nabi Saw menjawab: “idkhol al-surur ‘ala qolbi al-mu’min“ yaitu memasukkan rasa gembira kedalam hati orang mukmin (yang sedang mengalami kesusahan), yaitu: melepaskan kesulitannya, atau menghilangkan kelaparannya, atau melunasi hutangnya.
Saking tingginya nilai kecintaan Allah Ta'ala terhadap amalan itu, sampai² Nabi menegaskan, "Aku lebih suka membantu saudaraku sesama muslim (yang sedang mengalami kesulitan) daripada beriktikaf di masjid ini (Nabawi) selama sebulan penuh". (HR. Ath Thabrani).
Amal perbuatan yang membahagiakan orang lain,
terutama yang sedang mengalami kesulitan, adalah perbuatan yang sangat disukai
oleh Allah Ta’ala.
3. Penyesalan Terhebat
Tentang keistimewaan sedekah juga digambarkan dalam dalam Al Quran, bahwa seorang hamba Allah yang tengah menghadapi kematian ia memohon kepada Allah Swt agar waktu kematiannya ditunda sesaat lagi.
Kematian
ditunda untuk apa?
“Rabbi - Lau laa akhortanii ilaa ajalin qarib - Fa ash Shadaqa"
artinya : Ya Tuhan-ku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi, maka aku akan bersedekah. (QS. Al Munafiqun ayat 10)
Ia ingin waktu kematiannya ditangguhkan BUKAN untuk menegakkan shalat, bukan untuk puasa, dan bukan pula untuk pergi haji, TETAPI untuk SEDEKAH.
Kenapa sedekah? Karena sedekah, selain amalan yang sangat dicintai Allah, juga merupakan amal kebajikan yang pahalanya akan terus mengalir meskipun ia sudah meninggalkan dunia.
Sedangkan shalat, puasa, dan haji meskipun ibadah mulia yang pahalanya sangat besar, namun pahalanya hanya diberikan oleh Allah hanya sekali saat ia masih hidup.
Sedekah...membahagiakan orang lain dan membahagiakan diri pribadi.
4. Tiga Ibadah Utama
Dalam Islam ada tiga ibadah utama atau ibadah pokok, yaitu Shalat, Puasa dan Sedekah. Ketiganya harus ditunaikan semuanya secara seimbang. Bila salah satu ditinggalkan maka sia-sialah yang ibadah lainnya.
Abdul Aziz bin Umair RA berkata, “Shalat hanya mengantarkanmu sampai setengah perjalanan surga. Puasa mengantarkanmu hingga ke depan pintu surga. Dan sedekah memasukanmu ke dalamnya (surga)”
Menurut Abdul Aziz, bahwa seseorang yang hanya tekun shalat dan puasa tetapi tidak bersedekah, maka ia belum memenuhi syarat untuk masuk surga. Orang seperti ini hanya layak sampai di pintu surga saja. Dan sedekah merupakan ibadah penyempurna untuk memasukkannya ke dalam surga.
Oleh karenanya, para ulama memberi warning ; Bila seseorang hanya sibuk dengan ibadah ritual saja (shalat, dzikir, puasa, haji, dsb), tetapi abai dengan ibadah sosial, maka jangan dulu merasa puas dan bangga. Karena itu tandanya ia hanya mencintai dirinya sendiri, dan belum sepenuhnya mencintai Allah.
Padahal dalam Al-Qur’an, Allah berulang kali memerintahkan hambanya untuk shalat, puasa dan juga bersedekah.
Bila seseorang mengabaikan perintah Allah untuk bersedekah maka itu berarti ia belum bisa dikatakan sebagai orang yang bertaqwa.
5. Kedudukan Sedekah
Aqîmush-shalâta wa âtuz-zakâta, artinya: "Dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat" (QS. Al-Baqarah: 43)
Begitulah kedudukan sedekah dalam Al-Qur'an yang begitu penting sehingga bisa dikatakan kewajibannya setara dengan perintah untuk shalat.
Dalam bersedekah lakukanlah baik secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. Karena sedekah itu boleh dialakukan secara diam-diam, boleh juga terang-terangan. Yang gak boleh itu, diam-diam gak pernah sedekah.
> “Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari, secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah: 274)> “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (*QS. Al Baqarah: 271)
6. Panggilan Bersedekah
a. Gaza Palestia
c. Bencana Alam
c. Krisis ekonomi & lapangan kerja
7. Orang Dermawan Menjadi Perhatian Allah
Pada suatu peperangan yang dimenangkan oleh kaum Muslimin, banyak orang Yahudi yang menjadi tawanan dan menghadapi hukuman mati.
Ketika satu tawanan mau dihukum mati, tiba-tiba malaikat jibril datang memberi tahukan kepada Rasulullah SAW, supaya orang Yahudi itu dibebaskan. Diberitahukan bahwa orang Yahudi yang satu ini sangat dermawan, ia suka menjamu tamu, dan suka menolong fakir miskin.
Ketika Rasulullah datang memberitahukan kepada orang Yahudi itu bahwa dia dibebaskan, dia bertanya heran: “Mengapa?”. Nabi menjawab: “Allah baru saja memberitahukan padaku melalui malaikat Jibril bahwa engkau suka menjamu tamu, membantu orang miskin, dan suka memikul beban orang lain.”
Kemudian orang Yahudi itu berkata: “Apakah Tuhanmu menyukai perilaku seperti ini?”. Nabi menjawab : ”Allah menyukai hambanya yang dermawan.” Maka saat itu juga orang Yahudi itu memeluk Islam.
Demikianlah perhatian Allah kepada orang yang dermawan. Allah memberikan keistimewaan kepada orang dermawan. Begitu istimewanya orang-orang yang dermawan, sehingga walaupun ia berdosa besar, orang dermawan mendapat perhatian khusus dari Allah Swt. Seperti perhatian Allah kepada orang Yahudi yang dermawan itu.
8. Sedekah ciri orang bertaqwa
Sedekah merupakan suatu perbuatan yang menjadi salah satu ciri bagi orang bertaqwa. Allah berfirman.
”Dzalikal kitaabu laa raiba fiih, hudallil muttaqiin – alladziina yu’minuuna bil ghaibi - wa yuqiimuunash shalaata- wa mim maa razaqnaahum yunfiquun” (QS. Al-Baqarah: 2-3),
artinya: ”Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, merupakan petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”
Dengan demikian maka orang yang tidak menyedekahkan sebagian hartanya (2,5%) bisa diakatakan sebagai otang yang tidak bertaqwa.
Semoga kita digolongkan sebagai orang yang tidak lalai dengan sedekah, sehingga kitra termasuk ke dalam golongan orang yang bertqwa. Amin YRA.
Selasa, 12 Maret 2024
Telah Lunas Dengan Segelas Susu
Suatu hari seorang anak lelaki miskin yang sedang dalam perjalanan merasakan sangat lapar dan haus. Karena tak kuat lagi menahan rasa lapar, dia memberanikan diri mengetuk pintu sebuah rumah untuk meminta makanan.
Namun keberaniannya lenyap saat pintu dibuka
oleh seorang gadis muda yang sebaya dengannya. Dia urung meminta makanan dan hanya
meminta segelas air. Gadis muda itu tahu
bahwa anak lelaki yang sangat pucat tersebut sebenarnya kelaparan, maka ia membawakan segelas susu
hangat.
Setelah meminum susu anak lelaki itu secara
perlahan bertanya, “Berapa
harga susu yang menjadi hutangku?”
“Kau tidak berhutang apapun. Ibu mengajarkan kami
untuk tidak meminta bayaran atas perbuatan baik kami,” jawab gadis itu.
“Kalau begitu, dari lubuk hatiku yang terdalam aku
sangat berterimakasih.”
.
Tahun demi tahun berlalu, kedua anak tersebut
tumbuh besar dalam dunianya masing-masing. Suatu ketika, si gadis yang telah
dewasa tersebut menderita sebuah penyakit kronis yang para dokter di kotanya telah angkat tangan terhadap
penyakitnya. Ia pun dibawa ke rumah sakit di kota besar.
Dokter Howard Kelly dihubungi untuk melakukan
pemeriksaan medis. Setelah mempelajari riwayat pasien, dia segera bangkit dan bergegas menuju kamar
wanita tersebut. Dengan
berpakaian jubah kedokteran, dia menemui wanita itu dan terbersit seberkas pancaran aneh pada matanya. Kemudian, dia kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk
melakukan upaya terbaik, yaitu operasi untuk menyelamatkan nyawa wanita itu.
Setelah melalui perjuangan panjang operasi
berjalan dengan sukses. Wanita itu
sembuh dan sangat bersyukur. Namun ada satu hal yang masih
mengganjal dalam pikirannya, dari mana dia harus membayar biaya pengobatan yang tidak sedikit.
.
Saat menerima amplop tagihan dari rumah sakit,
wanita itu merasa ketakutan. Ia tahu tidak akan mampu membayar biayanya,
meskipun dengan mencicilnya seumur hidup. Dengan tangan bergetar ia membuka
amplop itu. Betapa terkejutnya ketika ia menemukan catatan di pojok tagihan: “Telah dibayar lunas
dengan segelas susu,” tertanda; Dokter Howard Kelly.
Ternyata, dokter yang mengoperasi wanita itu
adalah anak laki-laki miskin yang dia tolong dahulu. Sang anak laki-laki masih
ingat jasa si perempuan. Dia pun membalasnya dengan memberikan operasi gratis
kepada wanita itu.
.
Pesan moral:
Kisah nyata yang ditulis oleh Dr. Howard Kelly ini
mengajarkan kepada kita tentang sebuah keyakinan, bahwa kita tidak akan pernah
tahu balasan Tuhan terhadap sebuah kebaikan secara ikhlas terhadap sesama. Apalagi
pertolongan itu diberikan lebih dari yang diminta oleh orang yang membutuhkan.
Yakinlah bahwa Tuhan maha mengetahui terhadap setiap apa yang kita lakukan, dan Tuhan adalah sebaik-baik pembalas terhadap setiap perbuatan.
> Sekecil apapun
setiap perbuatan baik maupun buruk, niscaya Allah Swt pasti akan membalasnya
(QS. Az-Zalzalah ayat 8)
> Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan
melipat gandakan ganti kepadanya dengan pahala banyak. (QS. Al-Baqarah ayat
245).
***
*****