Senin, 28 Januari 2019

To pak Anas Ibnu: Kubu Merah & Hijau

Sy sdh baca, berasal dr artikel kompasianer, AM Panjaitan terbit juli 2014.   
Sy kira kaitan kasus bom tanah tinggi dg Jokwi gak terkait langsung itu. Tapi kalo kubunya mmg ada benang merahnya. Saat itu mrk berkepentingan dg penggulingan Suharto th 1998. 
LBM, CSIS, dan Sofyan Wanandi, dimediasi Fahmi Idris, yg disupport pok ABRI Merah (jaringan LBM) diduga kuat punya andil besar.

Kesaksian Salim Said dlm buku “Dari Gestapu Ke Reformasi, Serangkaian Kesaksian” (Penerbit Mizan) lebih valid dlm memetakan faksi besar di Ind.
Disana jg diceritakan sedikit ttg Operasi Naga Merah
----

Ttg kaitan kubu Jokowi  dg kerusuhan Mei 1988, bisa baca di Kompas: Kivlan Zen Tunjuk Dalang Kerusuhan Mei 1998 di Kubu Jokowi  -  https://nasional.kompas.com/read/2014/06/18/2049526/Kivlan.Zen.Tunjuk.Dalang.Kerusuhan.Mei.1998.di.Kubu.Jokowi
-----

Dua faksi di tubuh ABRI:
Saat itu (1990) ABRI terbelah jadi 2, yaitu Merah dan Hijau.  ABRI Merah menyebut dirinya pok Merah Putih / Nasionalis (loyal pd LBM / Pangab), dan menyebut kalangan yg dekat dg ulama dan tokoh2 Islam sbg ABRI Hijau (loyal pd pak Harto).

ABRI Merah : LBM, Letjen Sahala Rajagukguk, Mayjen Sintong Panjaitan, Brigjen Theo Syafei, & Kol. Luhut B. Panjaitan.
ABRI Hijau: Mayjen Feisal Tanjung, Mayjen R Hartono, Syarwan Hamid, Prabowo, Kizlan Zein, dkk.
Sayang saat itu Edy Sudradjat dan Try Sutrisno masuk dlm pengaruh LBM, tapi dimaafkan oleh pak Harto
------

Sy kira kubu Merah dan Hijau terbawa smp sekarang, dg skala yg lbh luas hingga ke masy sipil
Merah dikomando oleh LBP dg gerbong : PDIP, PSI, Nasdem,  Ahoker, Ribka Bangga Anak PKI, Teten Masduki, Budiman Sujatmiko, Guntur Romli, Ade Armando, Viktor Laiskodat, Musdah Mulia, dsb. disuport Taipan Kapitalis Neoliberal, dsb.

------

Silahkan juga baca: 
Jenderal-Jenderal Dalang Kerusuhan Mei 1998 Mendukung Jokowi
http://www.voa-islam.com/read/opini/2014/05/25/30575/innalillah-jenderaljenderal-dalang-kerusuhan-mei-1998-mendukung-jokowi#sthash.mwrn5CzL.dpbs

Jenderal Merah, Jenderal Hijau, Dan Jenderal Merah Putih

Soeharto dan Isu Agama di Tubuh Tentara
https://tirto.id/soeharto-dan-isu-agama-di-tubuh-tentara-cDNa

Jasa 'ABRI Hijau' Ditenggelamkan 'ABRI Merah' & LB Moerdani






Sabtu, 26 Januari 2019

Jenderal-Jenderal Dalang Kerusuhan Mei 1998 Mendukung Jokowi (?)


JAKARTA (voa-islam.com) -  Pembicaraan di rumah Fahmi Idris, tokoh senior Golkar yang kemarin menyeberang ke kubu Jokowi-JK demi melawan Prabowo adalah bukti paling kuat yang menghubungkan Benny Moerdani dengan berbagai kerusuhan massa yang sangat marak menjelang akhir Orde Baru karena terbukti terbukanya niat Benny menjatuhkan Soeharto melalui gerakan massa yang berpotensi mengejar orang Cina dan orang Kristen.
Kesaksian Salim Said ini merupakan titik tolak paling penting guna membongkar berbagai kerusuhan yang tidak terungkap seperti Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan 13-14 Mei 1998, yang akan saya bongkar di bawah ini.
"Bersama Presiden Soeharto, Benny adalah Penasihat YPPI yang didirikan oleh para mantan tokoh demonstrasi 1966 dengan dukungan Ali Moertopo. Hadir di rumah Fahmi [Idris] pada malam itu para pemimpin demonstrasi 1966 seperti Cosmas Batubara, dr. Abdul Ghafur, Firdaus Wajdi, Suryadi [Ketua PDI yang menyerang Kubu Pro Mega tanggal 27 Juli 1996]; Sofjan Wanandi; Husni Thamrin dan sejumlah tokoh. Topik pembicaraan, situasi politik waktu itu...
Moerdani berbicara mengenai Soeharto yang menurut Menhankam itu, 'Sudah tua, bahkan sudah pikun, sehingga tidak bisa lagi mengambil keputusan yang baik. Karena itu sudah waktunya diganti'...Benny kemudian berbicara mengenai gerakan massa sebagai jalan untuk menurunkan Soeharto. Firdaus menanggapi, 'Kalau menggunakan massa, yang pertama dikejar adalah orang Cina dan kemudian kemudian gereja.' "
- Salim Said, Dari Gestapu Ke Reformasi, serangkaian kesaksian, Penerbit Mizan, halaman 316

A. Peristiwa 27 Juli 1996 adalah Politik Dizalimi Paling Keji Sepanjang Sejarah Indonesia
Selanjutnya bila kita hubungkan kesaksian Salim Said di atas dengan kesaksian RO Tambunan bahwa dua hari sebelum kejadian Megawati sudah mengetahui dari Benny akan terjadi serangan terhadap kantor PDI dan Catatan Rachmawati Soekarnoputri, Membongkar Hubungan Mega dan Orba sebagaimana dimuat Harian Rakyat Merdeka Rabu, 31 Juli 2002 dan Kamis, 1 Agustus 2002.
Maka kita menemukan bukti adanya persekongkolan antara Benny Moerdani yang sakit hati kepada Soeharto karena dicopot dari Pangab (kemudian menjadi menhankam, jabatan tanpa fungsi) dan Megawati untuk menaikan seseorang dari keluarga Soekarno sebagai lawan tanding Soeharto, kebetulan saat itu hanya Megawati yang mau jadi boneka Benny Moerdani. Sedikit kutipan dari Catatan Rachmawati Soekarnoputri:
"Sebelum mendekati Mega, kelompok Benny Moerdani mendekati saya (Rachmawati) terlebih dahulu. Mereka membujuk dan meminta saya tampil memimpin PDI. Permintaan orang dekat dan tangan kanan Soeharto itu jelas saya tolak, bagi saya, PDI itu cuma alat hegemoni Orde Baru yang dibentuk sendiri oleh Soeharto tahun 1973. Coba renungkan untuk apa jadi pemimpin boneka?
Orang-orang PDI yang dekat dengan Benny Moerdani, seperti Soerjadi dan Aberson Marie Sihaloho pun ikut mengajak saya gabung ke PDI. Tetapi tetap saya tolak."
Dari ketiga catatan di atas kita menemukan nama-nama yang saling terkait dalam Peristiwa 27 Juli 1996, antara lain: Benny Moerdani; Megawati Soekarnoputri; Dr. Soerjadi; Sofjan Wanandi; dan Aberson Marie Sihaloho, dan ini adalah "eureka moment" yang membongkar persekongkolan jahat karena Aberson Marie adalah orang yang pertama kali menyebar pamflet untuk regenerasi kepemimpinan Indonesia dan diganti Megawati, sehingga menimbulkan kecurigaan dari pihak Mabes ABRI.
Dr. Soerjadi adalah orang yang menggantikan Megawati sebagai Ketua Umum PDI di Kongres Medan (kongres dibiayai Sofjan Wanandi dari CSIS) yang mengumpulkan massa menyerbu kantor PDI dan selama ini dianggap perpanjangan tangan Soeharto ternyata agen ganda bawahan Benny Moerdani, dan tentu saja saat itu Agum Gumelar dan AM Hendropriyono, dua murid Benny Moerdani berada di sisi Megawati atas perintah Benny Moerdani sebagaimana disaksikan Jusuf Wanandi dari CSIS dalam Memoirnya, A Shades of Grey/Membuka Tabir Orde Baru.
Semua fakta ini juga membuktikan bahwa dokumen yang ditemukan pasca ledakan di Tanah Tinggi tanggal 18 Januari 1998 yang mana menyebutkan rencana revolusi dari Benny Moerdani; Megawati; CSIS dan Sofjan-Jusuf Wanandi yang membiayai gerakan PRD adalah dokumen asli dan otentik serta bukan dokumen buatan intelijen untuk mendiskriditkan PRD sebagaimana diklaim oleh Budiman Sejatmiko selama ini.
Ini menjelaskan mengapa Presiden Megawati menolak menyelidiki Peristiwa 27 Juli 1996 sekalipun harus mengeluarkan kalimat pahit kepada anak buahnya seperti "siapa suruh kalian mau ikut saya?" dan justru memberi jabatan sangat tinggi kepada masing-masing SBY yang memimpin rapat penyerbuan Operasi Naga Merah; Sutiyoso yang komando lapangan penyerbuan Operasi Naga Merah; Agum Gumelar dan Hendropriyono yang pura-pura melawan koleganya. Megawati melakukan bunuh diri bila menyelidiki kejahatannya sendiri!
Bila dihubungkan dengan grup yang berkumpul di sisi Jokowi maka sudah jelas bahwa CSIS; PDIP; Budiman Sejatmiko, Agum Gumelar; Hendropriyono; Fahmi Idris; Megawati; Sutiyoso ada di pihak Poros JK mendukung Jokowi-JK demi menghalangi upaya Prabowo naik ke kursi presiden.

B. Kerusuhan Mei 1998; Gerakan Benny Moerdani Menggulung Soeharto & Prabowo; untuk Menaikan Megawati Soekarnoputri ke Kursi Presiden.
Pernahkah anda mendengar kisah Kapten Prabowo melawan usaha kelompok Benny Moerdani dan CSIS mendeislamisasi Indonesia? Ini fakta dan bukan bualan. Banyak buku sejarah yang sudah membahas hal ini, dan salah satunya cerita dari Kopassus di masa kepanglimaan Benny.
Saat Benny menginspeksi ruang kerja perwira bawahan dia melihat sajadah di kursi dan bertanya "Apa ini?", jawab sang perwira, "Sajadah untuk shalat, Komandan." Benny membentak "TNI tidak mengenal ini." Benny juga sering mengadakan rapat staf pada saat menjelang ibadah Jumat, sehingga menyulitkan perwira yang mau sholat Jumat.
Hartono Mardjono sebagaimana dikutip Republika tanggal 3 Januari 1997 mengatakan bahwa rekrutan perwira Kopassus sangat diskriminatif terhadap yang beragama Islam, misalnya kalau direkrut 20 orang, 18 di antaranya adalah perwira beragama non Islam dan dua dari Islam.
Penelitian Salim Said juga menemukan hal yang sama bahwa para perwira yang menonjol keislamannya, misalnya mengirim anak ke pesantren kilat pada masa libur atau sering menghadiri pengajian diperlakukan diskriminatif dan tidak akan mendapat kesempatan sekolah karena sang perwira dianggap fanatik, sehingga sejak saat itu karir militernya suram.
Silakan perhatikan siapa para perwira tinggi beken yang diangkat dan menduduki pos penting pada masa Benny Moerdani menjadi Pangad atau Menhankam seperti Sintong Panjaitan; Try Sutrisno; Wiranto; Rudolf Warouw; Albert Paruntu; AM Hendropriyono; Agum Gumelar; Sutiyoso; Susilo Bambang Yudhoyono; Luhut Panjaitan; Ryamizard Ryacudu; Johny Lumintang; Albert Inkiriwang; Herman Mantiri; Adolf Rajagukguk; Theo Syafei dan lain sebagainya akan terlihat sebuah pola tidak terbantahkan bahwa perwira yang diangkat pada masa Benny Moerdani berkuasa adalah non Islam atau Islam abangan (yang tidak dianggap "fanatik" atau berada dalam golongan "islam santri" menurut versi Benny).
Inilah yang dilawan Prabowo antara lain dengan membentuk ICMI yang sempat dilawan habis-habisan oleh kelompok Benny Moerdani namun tidak berhasil. Tidak heran kelompok status quo dari kalangan perwira Benny Moerdani membenci Prabowo karena Prabowo yang menghancurkan cita-cita mendeislamisasi Indonesia itu.

Mengapa Benny Moerdani dan CSIS mau mendeislamisasi Indonesia?
Karena CSIS didirikan oleh agen CIA, Pater Beek yang awalnya ditempatkan di Indonesia untuk melawan komunis, namun setelah komunis kalah dia membuat analisa bahwa lawan Amerika berikutnya di Indonesia hanya dua, "Hijau ABRI" dan "Hijau Islam".
Lalu, Peter Beek menyimpulkan ABRI bisa dimanfaatkan untuk melawan Islam, maka berdirilah CSIS yang dioperasikan oleh anak didiknya di Kasebul, Sofjan Wanandi, Jusuf Wanandi, Harry Tjan Silalahi, mewakili ABRI: Ali Moertopo, dan Hoemardani (baca kesaksian George Junus Aditjondro, murid Pater Beek).
Tidak percaya gerakan anti Prabowo di kubu Golkar-PDIP-Hanura-NasDem ada hubungan dengan kelompok anti Islam santri yang dihancurkan Prabowo?
Silakan perhatikan satu per satu nama-nama yang mendukung Jokowi-JK, ada Ryamizard Ryacudu (menantu mantan wapres Try Sutrisno-agen Benny untuk persiapan bila Presiden Soeharto mangkat).  Ada Agum Gumelar-Hendropriyono (dua malaikat pelindung/bodyguard Megawati yang disuruh Benny Moerdani); ada Andi Widjajanto (anak Theo Syafeii) ada Fahmi Idris (rumahnya adalah lokasi ketika ide Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan Mei 1998 pertama kali dilontarkan Benny Moerdani); ada Luhut Panjaitan; ada Sutiyoso; ada Wiranto dan masih banyak lagi yang lain.
Lho, Wiranto anak buah Benny Moerdani? Benar sekali, bahkan Salim Said dan Jusuf Wanandi mencatat bahwa Wiranto menghadap Benny Moerdani beberapa saat setelah dilantik sebagai KSAD pada Juni 1997. Saat itu Benny memberi pesan sebagai berikut:
"Jadi, kau harus tetap di situ sebab kau satu-satunya orang kita di situ. Jangan berbuat salah dan jangan dekat dengan saya sebab kau akan dihabisi Soeharto jika dia tahu."
(Salim Said, halaman 320)
Tentu saja Wiranto membantah dia memiliki hubungan dekat dengan Benny Moerdani namun kita memiliki cara membuktikan kebohongannya. Pertama, dalam Memoirnya, Jusuf Wanandi menceritakan bahwa pasca jatuhnya Soeharto, Wiranto menerima dari Benny Moerdani daftar nama beberapa perwira yang dinilai sebagai "ABRI Hijau", dan dalam sebulan semua orang dalam daftar nama tersebut sudah disingkirkan Wiranto.
Ketika dikonfrontir mengenai hal ini Wiranto mengatakan cerita "daftar nama" adalah bohong. Namun bila kita melihat catatan penting masa setelah Soeharto jatuh maka kita bisa melihat bahwa memang terjadi banyak perwira "hijau" di masa Wiranto yang waktu itu dimutasi dan hal ini sempat menuai protes.
Fakta bahwa Wiranto adalah satu-satunya orang Benny Moerdani yang masih tersisa di sekitar Soeharto menjawab sekali untuk selamanya mengapa Wiranto menjatuhkan semua kesalahan terkait Operasi Setan Gundul kepada Prabowo; mengatakan kepada BJ Habibie bahwa Prabowo mau melakukan kudeta sehingga Prabowo dicopot; dan menceritakan kepada mertua Prabowo, Soeharto bahwa Prabowo dan BJ Habibie bekerja sama menjatuhkan Soeharto, sehingga Prabowo diusir dan dipaksa bercerai dengan Titiek Soeharto. Hal ini sebab Wiranto adalah eksekutor dari rencana Benny Moerdani menjatuhkan karir dan menistakan Prabowo.
Membicarakan "kebejatan" Prabowo tentu tidak lengkap tanpa mengungkit Kerusuhan Mei 1998 yang ditudingkan pada dirinya padahal saat itu jelas-jelas Wiranto sebagai Panglima ABRI pergi ke Malang membawa semua kepala staf angkatan darat, laut dan udara serta menolak permintaan Prabowo untuk mengerahkan pasukan demi mengusir perusuh.
Berdasarkan temuan fakta di atas bahwa Benny Moerdani mau menjatuhkan Soeharto melalui kerusuhan rasial dan Wiranto adalah satu-satunya orang Benny di lingkar dalam Soeharto maka sangat patut diduga Wiranto memang sengaja melarang pasukan keluar dari barak menghalangi kerusuhan sampai marinir berinisiatif keluar kandang.

Selain itu tiga fakta yang menguatkan kesimpulan kelompok Benny Moerdani ada di belakang Kerusuhan Mei 98 adalah sebagai berikut:
1. Menjatuhkan lawan menggunakan "gerakan massa" adalah keahlian Ali Moertopo (guru Benny Moerdani) dan CSIS sejak Peristiwa Malari di mana malari meletus karena provokasi Hariman Siregar, binaan Ali Moertopo (lihat kesaksian Jenderal Soemitro yang dicatat oleh Heru Cahyono dalam buku Pangkopkamtib Jenderal Soemitro dan Peristiwa 15 Januari 74 terbitan Sinar Harapan).
2. Menurut catatan TGPF Kerusuhan Mei 98 penggerak lapangan adalah orang berkarakter militer dan sangat cekatan dalam memprovokasi warga menjarah dan membakar. Ini jelas ciri-ciri orang yang terlatih sebagai intelijen, dan baik Wiranto maupun Prabowo adalah perwira lapangan tipe komando bukan tipe intelijen, dan saat itu hanya Benny Moerdani yang memiliki kemampuan menggerakan kerusuhan skala besar karena dia mewarisi taktik dan jaringan yang dibangun Ali Moertopo (mengenai jaringan yang dibangun Ali Moertopo bisa dibaca di buku Rahasia-Rahasia Ali Moertopo terbitan Tempo-Gramedia).
Lagipula saat kejadian terbukti Benny Moerdani sedang rapat di Bogor dan ada laporan intelijen bahwa orang lapangan saat kerusuhan 27 Juli 1996 dan Mei 98 dilatih di Bogor!!!
3. Alasan Megawati setuju menjadi alat Benny Moerdani padahal saat itu keluarga Soekarno sudah sepakat tidak terjun ke politik dan alasan Benny Moerdani begitu menyayangi Megawati mungkin adalah karena mereka sebenarnya pernah menjadi calon suami istri dan Soekarno sendiri pernah melamar Benny, pahlawan Palangan Irian Jaya itu untuk Megawati, namun kemudian Benny memilih Hartini wanita yang menjadi istrinya sampai Benny meninggal (Salim Said, halaman 329).
Berdasarkan semua fakta dan uraian di atas maka kiranya sudah tidak bisa dibantah bahwa alasan Kelompok Benny Moerdani, dalang Peristiwa 27 Juli 1996 dan Kerusuhan Mei 1998 ada di belakang Jokowi-JK dengan mengorbankan keutuhan partai masing-masing (PDIP, Hanura, Golkar) untuk melawan Prabowo adalah dendam kesumat yang belum terpuaskan sebab Prabowo menjadi penghalang utama mereka ketika mencoba mendeislamisasi Indonesia. [hudzaifah/Berric Dondarrion/voa-islam.com]

Selamat Ultah

Semoga dg bertamah usia, bertambah pula keberkahan, kebahagiaan dan ketaqwaan.

Selamat Ultah Om Kailani. Doa kami menyertaimu. 🙏🙏🙏

Qurban Menuju Taqwa

Tiada ujian berupa pengorbanan yang lebih hebat dari seorang manusia,selain
pengorbanan Nabi Ibrahim (atas perintah Allah) yang harus menyembelih anak yang sangat dicintainya.

Qurban (hewan) kita tidaklah sebanding dengan pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim.

Semoga Iedul Adha ini menjadikan kita sbg hamba yang lebih Tawadhu dan Ikhlas, dengan meneladani ketaatan dan ketulusan hati Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam berkorban demi mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selamat Iedul Adha 1439 H

Salam T’dzim; D Kalimana.

Jumat, 25 Januari 2019

Sedekah Satu-satunya Cara Bersyukur Kepada Allah

Bersyukur memang sangat mudah diucapkan, tetapi tidak mudah dilaksanakan. Sampai-sampai Allah mengklaim, "Sangat sedikit sekali di antara hamba-Ku yang mau bersyukur". (QS. Saba' ayat 13).
Pada ayat yang lain Allah Swt berfirman: "Sesungguhnya Allah sentiasa melimpahkan kurnia-Nya kepada (seluruh) manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur." (Al-Baqarah ayat 243), dan "Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari nikmat Allah" (QS. Ibrahim ayat 7).
Padahal bagi orang yang enggan bersyukur, Allah Ta'ala mengancam, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim ayat 7).
Imam Al-Ghazali mengajarkan kepada kita, cara membuktikan rasa syukur adalah dengan suatu perbuatan, yaitu bersedekah. Ada empat macam wujud syukur dalam bersedekah, yaitu (1) sedekah harta, (2) sedekah ilmu, (3) sedekah tenaga, dan (4) berdo'a (mohon ampunan bila tak mampu bersedekah dengan tiga cara tadi).
Aturan main dalam bersedekah adalah … dst.

NO ROCKY, NO PARTY! ; The Newest Indonesian Phenomena


Oleh: DR. Moeflich Hasbullah
(Pakar Sejarah Islam, Dosen UIN Sunan Gunung Djati)

Jagat pengamat politik Indonesia belakangan dimeriahkan oleh hadirnya seorang yang tidak biasa atau di luar mainstream. Ya, seorang pengamat politik dari latar belakang filsafat yang kuat. Oleh kehadirannya, pengamatan politik tidak lagi sekedar wacana tindakan-tindakan pragmatis dan transaksi kekuasaan tapi lebih dalam lagi ke perenungan, pembongkaran nilai-nilai dan substansi. Ini tidak biasa dan tak ada presedennya di Indonesia. Pemikiran politik mengalami pencerahan.
Filsafat itu narasi abstrak logis rasional, sedangkan politik dunia pragmatis oportunis sehari-hari. Karenanya, filsafat hampir tidak pernah tertarik pada dunia politik praktis. Filosof ini adalah kekecualian
Banyak diakui, pengamatan politiknya cerdas, kritis, lugas, menggelitik dan tajam dan itu karena latar belakang filsafatnya. Membicarakannya tokoh yang populer melalui ILC ini karenanya menjadi menarik. He is one of the newest Indonesian phenomena!!
Menyimak Rocky Gerung adalah menyimak ketajaman dan kedalaman. Banyak orang, terutama yang pernah dibimbingnya, menilainya genius, di atas cerdas. Kepiawaian memilih diksi-diksinya membuktikan itu, analisis dan kelugasannya membuat para penyuka pikiran kritis mengalami ekstase. He is smart and enlighthening!
Sebutan “Prof” dari banyak orang menempel sebagai kelayakan atas kecerdasan yang dimilikinya walaupun dia hanya S1. Tapi kecerdasan dengan jenjang studi dan gelar sering tak otomatis berkaitan.
Apa yang membuat kemunculan Rocky Gerung menyedot perhatian publik dan mempesona banyak penggemarnya? Retorikanya menarik, argumentasinya berisi dan kata-katanya bermagnet, dibalut ketenangan, percaya diri dan meyakinkan saat berbicara.
Tapi yang paling menonjol dari RG adalah kemampuannya memilih diksi-diksi yang sering mengejutkan. Banyak ungkapannya menyengat dan mencengangkan dan ketika dijelaskannya dengan logis dan rasional orang kemudian faham walaupun harus sambil mengernyitkan dahi tanda berpikir keras.
Pernyataannya yang mengejutkan bagi alam pikiran agama dan keilmuan di Indonesia misalnya “kitab suci itu fiksi.” Itu ucapan luar biasa berani, menohok dan mengejutkan. Kalau bukan dari mulut RG, mengatakan kitab suci fiksi mungkin sudah kena pasal penistaan agama dan masuk penjara.
Tapi RG tenang, tak berbeban dan tak bergeming. “Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, maka kitab suci itu adalah fiksi,” katanya dalam ILC, 10 April 2018. Argumetasinyalah yang menyelamatkannya yang orang dibuat menerima. He knows what he is saying!!
Yang berusaha menyanggahnya di diskusi-diskusi ILC rata-rata adalah para politisi yang menurutnya “defisit pikiran” sebagaimana kritik RG pada penguasa sebagai “rezim anti pikiran.” Pikiran-pikiran kritis diberangus, dipersekusi, dicap radikal dan diadili. Defisit pikiran, baginya, sering membuat orang tampak dungu. Tak mengerti tapi bersemangat menyanggah dan membantah.
Melalui ketajaman dan diksi-diksinya yang memukau, RG banyak memberi khalayak gizi pemikiran dan pemahaman baru tentang banyak hal seperti bedanya fiksi dan fiktif yang banyak orang baru tersadarkan.
Pengertian hoax-nya berbeda dengan mainstream sebagai pernyataan tak bermakna yang informasi nol. Dan dia menemukan hoax justru banyak diproduksi negara dan para pejabat tinggi melalui pembodohan-pembodohan pernyataan yang isinya nol.
Saat pemerintah merasa harus memberantas hoax, RG justru menghentak publik dengan statement yang mengejutkan bahwa pembuat hoax terbaik adalah penguasa. “Hanya pemerintah yang bisa membuat hoax secara sempurna, karena data statistik dia punya, intelijen dia punya, media dia punya,” katanya.
Banyak pernyataannya yang tak lazim dalam tradisi bahasa intelektual baku. RG menyumbangkan diksi-diksi baru dalam tradisi intelektual Indonesia modern yang itu menjadi pesonanya tersendiri.
Negara dilihatnya mengarahkan diri sebagai pengendali kebenaran (the state governing the truth). Saat pemerintah sering dikritik, menurutnya, ia harus menutup telinganya bukan menutup mulut pengkritik karena pemerintah itu memang ditakdirkan untuk dikritik kalau perlu terus-terusan dikritik. Kritik itu sejenis fantasi juga. Tak suka kritik menunjukkan kita terlalu norak dengan fantasi.
Pikiran-pikiran RG banyak yang memecah kebekuan dan kebakuan. Tentang ijazah S2-S3 yang tidak dia miliki dan ditanyakan orang, dia berteori dengan santai: “Ijazah adalah tanda seseorang pernah ke sekolah, bukan tanda seseorang pernah berpikir.” Tentang wanita dia berfatwa: “Wanita itu indah sebagai fiksi, berbahaya sebagai fakta.”
Kajian-kajian dan seminar-seminar tentang Pancasila bagi dia tak perlu, buang-buang dana dan energi. “Kalau Pancasila sudah final sebagai ideologi negara, ngapain diseminarkan lagi? Itu justru membuka peluang untuk interpretasi-interpretasi baru yang akan melemahkan Pancasila sendiri.” Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pun tak lepas dari kritiknya sebagai lembaga yang tidak perlu sementara gajinya ratusan juta. Itu pemborosan dana dan pikiran.
Filsafat pasti bersinergi dengan liberalisme karena liberalisme adalah paham kebebasan sebagai ciri filsafat. Tapi, “Islam liberalnya” Ulil Abshar, ia tertawakan. Bagi RG, Islam liberal itu sepenuhnya contradictio in terminis (secara istilah sudah kontradiksi -red). Itu teknik pemasaran saja. “Dari awal dia (Ulil) mencegah kejernihan pikirannya tentang beda antara ideologi sekular dengan doktrin agama. Ini digabung. Resultantenya ya nol. Islam kok disandingkan dengan liberal. Tidak ada logikanya itu”. Saya sendiri sudah mengupas kontradiksi-kontradiksi Islam liberal lebih detail di buku saya sebelum RG mengatakannya.
Masyarakat pun menyambut RG dengan antusias. Bermunculanlah komunitas-komunitas penggemar Prof Rocky Gerung. Tv-tv banyak mengundangnya dalam acara-acara talkshow. Videonya ratusan di youtube.
Mengapa itu muncul? Bagaimana seorang filsuf bisa jadi idola baru masyarakat? Jawabannya, selain masyarakat sekarang lebih melek literasi karena keterbukaan infomasi, juga karena rakyat selama ini merasa berada dalam posisi terdakwa oleh kekuasaan. Dalam Cultural Studies, RG seakan memerankan diri sebagai outlet gagasan-gagasan sub-altern yang terpinggirkan.
Nalar publik berada dalam situasi psikologis yang tersudutkan. Munculnya pemikiran-pemikiran kritis kepada penguasa, yang itu sehat bagi demokrasi, malah diperlakukan sebagai musuh, dilaporkan, diperiksa, dibully, dipersekusi dan dicap radikal.
Bagi RG, dengan begitu pemerintah sedang mengatur kebenaran dan ini berbahaya karena bisa mengarah kepada totaliarianisme. Kritik-kritik filosofis yang tajam pun membuka cakrawala berpikir masyarakat.
Karenanya, ketika muncul “kalimat-kalimat Robinhood” dari Rocky Gerung, masyarakat seperti menemukan Mesiah atau Ratu Adil yang menyantuni mereka, yang menyuapi perut-perut lapar, menyambut aspirasi-aspirasi yang terhambat, yang memapah pikiran-pikiran yang diadili, yang memberi harapan milenial rakyat. Tanpa sadar, RG seperti sedang menjadi lakon utama dalam film “Sang Pencerah.”
Adakah kelemahan RG? Tentu. Ada kelemahan-kelemahannya yang membuatnya banyak diserang juga.
Pertama, pikiran-pikirannya banyak yang tak terjelaskan sepenuhnya sehingga berpeluang membuka mispersepsi dan misinterpretasi. Pikirannya banyak yang masih butuh penjelasan ketika menjadi konsumsi publik.
Kedua, RG tegas tak pro penguasa sehingga dia harus berhadapan dengan kaum protagonist. Bila tidak tegas, tampaknya ia merasa mengkhianati kritisitas dan ketajaman pikirannya sendiri.
Ketiga, dia berbicara di ruang publik yang itu bukan ruangnya untuk gugatan-gugatan radikal-filosofis. Maka, serangan-serangan ketakfahaman dan ketaksekufuan pikiran adalah resiko yang harus ditangggungnya walaupun RG sudah terbiasa menikmatinya.
Masyarakat penonton ILC pun terbelah. Yang tak menyukainya meminta RG tak ditampilkan lagi. Kritik-kritiknya atas rezim khawatir mempengaruhi masyarakat. Sebaliknya, penyukanya minta dia dipertahankan karena dia selalu jadi bintang kejora yang menerangi. Diskusi ILC tanpa RG, dirasakan mereka, tak bermutu dan tak menyuguhkan hajatan supremasi intelektual. Istilah “No Rocky No Party!! pun menjadi imajinasi, fiksi dan fantasi.
Bravo Prof. Rocky Gerung, make Indonesia better with your intellectual enlightenment!!
(Sumber: fb)
***
“Logika yang buruk, punya efek inflasi pada upaya “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Karena itu, pemimpin yang tak berpikir, bukan saja dungu, tapi seklaigus melanggar konstitusi.” (@rockygerung)

Rabu, 23 Januari 2019

Hakikat Hidup; Mencari Kebahagiaan

1. Keinginan Dalam Hidup

Apabila kita bertanya pada sembarang orang, “‘Apa yang anda inginkan dalam hidup ini?”. Bisa dipastikan bahwa jawabannya adalah ‘ingin bahagia’.  Dan setiap orang bila ditanya dengan pertanyaan yang sama pasti jawabannya juga sama, kecuali orang gila. Dengan begitu maka dapat disimpulkan bahwa bahagia adalah tujuan hidup manusia.

Namun sayangnya tidak setiap manusia mengetahui hakekat kebahagiaan, dan tidak tahu bagaimana cara merengkuh kebahagiaan.Sehingga banyak cara manusia untuk mendapatkan kebahagiaan hidup.

2. Upaya Manusia untuk Hidup Bahagia

Kebanyakan orang mengejar kebahagiaan dengan 3 cara, yaitu harta, tahta dan popularitas.

Pertama; Harta. Sebagian besar manusia beranggapan bahwa harta merupakan modal utama untuk merengkuh kebahagiaan.  Dengan harta (melimpah) mereka mengira bisa membeli apa saja yang dibutuhkan dan diinginkan dalam hidup ini. Oleh karenanya mereka bekerja keras untuk menghimpun dan menimbun harta.

Apakah benar harta bisa menjamin kebahagiaan?.   Survei membuktikan bahwa banyak orang kaya yang tidak menikmati kekayaannya.  Sebagian besar kekayaannya hanya disimpan dalam bentuk tabungan, deposito, atau aset.  Kebanyakan orang kaya mengungkapkan bahwa hidup yang mereka dijalaninya terasa biasa-biasa saja. Meski fasilitas serba ada dan semua kebutuhan terpenuhi, namun kehidupan terasa datar, hambar, jenuh dan membosankan.  Bahkan  Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman mengakhiri hidup dengan cara menabrakkan tubuhnya ke kereta api. Ini membuktikan bahwa harta (melimpah) tidak menjamin hidup bahagia.  

Kedua; Tahta atau kekuasaan.   Sebagian orang beranggapan bahwa dengan tahta (kekuasaan) mereka akan dilayani, dihormati dan disegani banyak orang.  Dan dengan kekuasaan mereka dapat menguasai dan memerintah banyak orang. Maka beragam cara dilakukan manusia untuk mendapatkan kekuasaan, bahkan merebutnya dengan berbagai cara.

Apakah benar dengan tahta hidup akan bahagia?.  Ternyata tidak sedikit pejabat yang mengalami stress.  Banyak persoalan dan masalah yang harus ia hadapi. Masalah persaingan, pelayanan, pembangkangan, kesehatan, keluarga, dan sebagainya.  Setelah berhasil memperoleh jabatan, ia masih harus berupaya agar jabatannya tidak lepas. Dan setelah menduduki satu jabatan, ia masih menginginkan jabatan lain yang lebih tinggi, dan begitu seterusnya.  Banyak para pejabat yang mengaku hidupnya menjadi terkekang, kebebasannya terbatas, penuh aturan, formalitas. dsb. 

Buktinya Getulio Vargas, presiden Brazil yang begitu berkuasa bunuh diri dengan cara menembakan pistol ke jantungnya karena stres.  Ini membuktikan bahwa jabatan dan kekuasaan  tidak menjamin hidup bahagia.    

Ketiga; Popularitas.   Sebagian orang yang lain beranggapan bahwa popularitas akan membuat mereka hidup bahagia. Karena popularitas mereka akan dikagumi, dipuja-puja dan dikenang oleh banyak orang. Maka beragam cara dilakukan orang untuk bisa menjadi popular.

Apakah benar popularitas membuat hidup bahagia?.  Ternyata banyak pasangan selebritis yang rumah tangganya hancur berantakan.  Bahkan, Michael Jackson, penyanyi terkenal dunia dari USA tewas setelah meminum obat penenang hingga overdosis.  Demikian pula Marilyn Monroe, artis cantik dari USA  juga  tewas akibat kebanyakan mengkonsumsi obat anti depresi.       

 

3.  Apakah kebahagiaan itu?

Orang miskin, orang idiot, orang cacat, dan orang yang tidak tampan,  bisakah mereka hidup bahagia?

Berdasarkan berbagai penelitian ilmiah, para pakar psikologi berkesimpulan bahwa kebahagiaan tidak bisa diukur dengan harta, pangkat, kondisi fisik dan segala variabel duniawi.  Siapapun orangnya bisa berbahagia dan bisa juga menjadi tidak bahagia. Karena sesungguhnya kebahagiaan itu terletak pada ke­tenangan hati seseorang.

Bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, populernya, cantiknya, kuasanya, atau se-sukses apapun hidupnya.  Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah sikap hati orang itu sendiri.

Jebakan 99.  Alkisah... Ada seorang Raja yang begitu berkuasa tengah termenung memikirkan hidupnya, sambil memandang taman di depan istananya.  Ia sering gelisah karena sulit menemukan ketenangan dan susah merasakan kebahagiaan. Ia susah tidur akibat banyaknya pikiran yang mengganggu. Padahal selama ini ia tidur di kamar mewah di atas kasur yang empuk.

Ketika sedang melamun, sang raja melihat seorang tukang kebunnya yang sedang bekerja sambil bernyanyi dan tertawa ria. Setiap hari ia datang dengan senyuman dan pulang dengan keceriaan.

Padahal gajinya pas-pasan dan rumahnya begitu sederhana. Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya.  Saat dia pulang keluarganya telah menunggu dengan hidangan makan seadanya dan keluarga kecil ini pun makan dengan bahagia.

Raja pun heran melihat orang ini. Ia memanggil penasihatnya dan bertanya, "Telah lama aku hidup di tengah kegelisahan, padahal aku memiliki segalanya. Tapi aku sungguh heran melihat si tukang kebun itu. Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya. Kadang-kadang ia tertidur di bawah pohon, seperti tak ada beban dalam hidupnya. Padahal ia tidak memiliki apa-apa."

Sang penasehat memberi penjelasan, "Padukan raja, tukang kebun bisa hidup bahagia seperti itu karena ia mensyukuri apa yang telah ia peroleh. Ia ikhlas dengan keadaan yang telah ditakdirkan.  Ia tidak berusaha mencari sesuatu di luar mimpinya"

Lalu sang Penasehat berkata : Paduka raja, Itu karena tukang kebun itu tidak tersentuh Jebakan 99.  Bila ia sudah terkena jebakan ini, maka hidupnya akan gelisah dan ia tdk akan bisa tidur. 

Dst ...

Jadi kunci kebahagiaan itu ada pada hati.    Orang miskin yang hatinya lapang maka dia akan merasakan hidupnya nyaman & tenteram.  Sebaliknya, orang kaya yang hatinya keruh maka hidupnya akan menderita. 

 

4. Pengertian Kebahagiaan

Kita bisa mencapai sesuatu apabila jelas definisinya. Seperti saat kita ingin menuju ke suatu tempat, kita harus tahu terlebih dahulu alamatnya kemudian mencari jalan menuju ke sana.

Nah, sama halnya dengan bahagia. Kita tidak akan pernah mencapai kebahagian bila kita tidak tahu definisinya.  Setelah tahu definisi bahagia (sebagai tujuan) baru kita mencari jalan untuk mencapainya. 

Dari berbagai pandangan pakar psikologi dan spiritualis, kita rangkum bahwa definisi kebahagiaan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang tak terbebani dan ditandai dengan ketenangan, kecukupan, kesenangan dan cinta, hingga kegembiraan hidup yang intens.

Pemahaman sederhana tentang hidup bahagia adalah kehidupan yang tenang, tenteram, damai dan sejahtera (TTDJ). Tenang adalah  hidup yang tidak bergejolak (karena selalu tidak puas). Tenteram adalah tidak ada kecemasan/ketakutan/kesedihan. Damai adalah tidak ada gangguan, tidak ada permusuhan, bersatu. Dan sejahtera adalah tidak kekurangan, kecukupan, penuh dan keceriaan.

Apakah benar orang yang hidupnya tenang, tenteram, damai dan sejahtera adalah orang yang bahagaia? Bagaimana denga kehidupan Sidarta Gautama, Lady Day, Bill Gates, dsb?

 

5. Hakekat Kebahagiaan

Kebahagiaan merupakan dambaan setiap manusia, bahkan kaum beragama mendambakan kebahagiaan dan kebaikan tidak saja di dunia, tetapi juga di ahirat.

Prof. William James (1842-1910),  tokoh pragmatisme yang telah memberi kontribusi besar pada pemikiran filsafat dunia Barat, berpendapat: "Kebahagiaan tidak selalu berada pada orang yang hidupnya penuh dengan kemudahan tanpa masalah, tetapi justru kebahagiaan seringkali dirasakan oleh orang yang selalu berhasil dalam mengatasi berbagai persoalan hidup".

Menurut William, orang yang mempunyai banyak persoalan hidup tetapi ia selalu dapat mengatasinya itulah orang yang senantiasa bahagia. Sedangkan orang yang tidak pernah mempunyai persoalan hidup, yang perjalanan hidupnya adem ayem dan mulus-mulus saja, maka dia tak akan merasakan kebahagiaan. Ia hanya merasakan kehidupan yang datar, hambar, tidak dinamis dan menjemukan. Sebuah kehidupan yang "tidak hidup".

Prof. William, penulis buku Pragmatism (1907) dan TheMeaning of Truth (1909) itu menambahkan bahwa kebahagiaan itu dibangun oleh pikiran, "Engkau bukanlah yang engkau kira, tetapi apa yang engkau pikirkan.  Kalau engkau memikirkan kebahagiaan, engkau akan bahagia. Kalau engkau berpikiran sedih, engkau menjadi sedih. Dan kalau engkau berpikiran takut, engkau akan menjadi takut". 

Pendapat  itu senada dengan pandangan DR. Dale Carnegie, pakar psikologi dan motivator terkemuka di AS : "Hidup kita dibentuk oleh pikiran kita. Orang tidak terlalu terluka oleh apa yang terjadi, tetapi oleh pendapatnya (pikirannya) tentang apa yang terjadi".  Meski kehidupan seseorang nampak berat, tetapi jika ia berpikiran senang maka ia akan merasa bahagia. Hal itu dapat diilustrasikan dengan kisah Jebakan 99

 

6. Lima Kiat untuk Bahagia 

Untuk bisa membangun suasana hati bahagia, ada lima kita yang perlu dilakukan yaitu : (1) Senyum dan ramah, (2) Hidup sederhana, (3) Bersyukur dan bersedekah, (4) Berfikiran positif, dan (5) Selalu Ingat Tuhan.


PertamaSenyum dan Ramah.  

Senantiasa senyum dan sikap ramah terhadap orang-orang disekitar akan menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan.   Senyum akan menciptakan suasana ceria dan gembira karena terpancar dari sorot mata dan aura positif pada wajah, Gemar tersenyum akan membawa dampak yang baik pada psikologis kita serta terhadap orang-orang di sekitar kita. Senyum jangan sampai berlebihan karena bisa mengganggu orang di sekitar kita karena rishi, sehingga tersenyum bisa dilakukan dalam hati.

KH. Abdullah Gymnastiar memberikan resep 3S, yaitu: Senyum, Salam, & Sapa.

Bersikap ramah pada orang sekitar kita akan menciptakan suasana ceria dan gembira. Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya kalian tidak akan bisa menarik hati manusia dengan harta kalian, maka tariklah hati mereka dengan wajah berseri dan akhlak mulia (HR. Tirmidzi)

Hal pertama yang harus dilakukan untuk bersikap ramah adalah membiasakan mengatakan 3 kata sederhana yaitu “terima kasih”, “maaf” dan “tolong”.  Tiga kata tersebut adalah “the three magic words” (tiga kata ajaib), meski sederhana dan ringan diucapkan namun  memiliki kekuatan yang luar biasa dan bermakna positif dalam membangun hubungan sosial yang baik antar manusia.  Sekecil apapun bantuan orang lain yang kita terima, sampaikan “terima kasih”, sekecil apapun kesalahan kita, sampaikan permohonaan “maaf”, dan Sekecil apapun bantuan yang kita minta, awali dengan kata “tolong”.


Kedua; Hidup Sederhana.

Keluar dari kesederhanaan berarti lenyapnya kebahagiaan sejati“ begitu kata Goethe, salah seorang tokoh berpengaruh di Jerman. Sifat manusia sesungguhnya begitu tamak dalam memperbanyak harta. Manusia tidak pernah merasa puas dan bahagia dengan apa yang ada.

Nabi Muhammad bersabda "Andai kata manusia telah memiliki satu lembah berisi emas, niscaya ia masih ingin memiliki satu lembah lagi. Tidak ada yang dapat mengisi penuh mulutnya (hawa nafsu) melainkan tanah (maut), kecuali mereka yang selalu bersyukur dan merasa cukup."   Allah Swt berfirman, Bermegah-megahan (soal harta) telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur”. (Q.S. At-Takasur : 1-2).


Ketiga; Bersedekah.

Mensyukuri apa yang telah kita dapati juga menjadi kunci kebahagiaan.  Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).

Bersedekah dengan mengeluarkan kelebihan harta kita untuk orang yang membutuhkan merupakan wujud syukur. 

Mario Teguh, motivator terkenal mengatakan: Bukan kebahagiaan yang menjadikanmu bersyukur, tapi kesyukuranlah yang menjadikanmu berbahagia.  Jika anda telah bahagia, maka berbagilah bahagia itu kepada orang yang hidupnya susah. Dengan semakin banyak orang bahagia di sekitar kita, maka hidup kita akan semakin bahagia dan mendapatkan amal/pahala yang besar dari Tuhan.

Mahatma Gandhi berkata: “Kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat anda berikan, bukan pada apa yang anda peroleh.”


Keempat; Berpikir Positif dan Menjauhi Buruk Sangka.

Setiap kesulitan pasti ada jalannya jika kita berusaha dan berdoa dengan penuh ketenangan. Tuhan tidak akan memberikan musibah/ujian yang tidak mampu kita selesaikan. Berfikirlah yang sehat dan positif tidak iri, dengki, suka pamer, gengsian, pendendam dan berbagai penyakit hati lainnya. Menjahui buruk prasangka, sebab secara psikologis buruk sangka akan menyebabkan berbagai penderitaan jiwa, yaitu marah, cemas, dan berbagai emosi negative lainnya.


KelimaSelalu Ingat Tuhan dan Banyak Berdoa.

Selalu ingat akan Tuhan, sebagai dzat pencipta dan pengatur seluruh alam semesta merupakan pangkal dari ketenangan hati. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah atas kehendak Allah, dan Dia pulalah yang akan mengaturnya. 

Menyerahkan segala permasalahan kepada Dzat pengatur alam semesta akan membuat hati menjadi tenang. Allah Swt berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah (berdzikir) hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28). Setelah mengingat Allah, maka awalilah selalu dengan doa (basmallah) setiap akan memulai pekerjaan dan mengakhiri dengan syukur (hamdallah) selesai melakukan pekerjaan. 

Itulah lima kiat sederhana yang dapat kita lakukan untuk menjadikan diri kita bahagia. Sesungguhnya bahagia itu tidak terlihat dari luar tetapi terasa dari dalam. Kalau ingin mencari kebahagiaan maka kebahagiaan itu ada diluar, tetapi kalau ingin merasakan kebahagiaan maka kebahagiaan itu ada di dalam.  

Jadi, orang-orang yang ada di tempat-tempat hiburan seperti night club, diskotik, karaoke, dan tempat hiburan malam lainnya adalah orang-orang yang sedang mencari kebahagiaan. Sedangkan orang yang bercengkerama dengan keluarga, nonton tv dirumah sambari minum teh hangat dan menyantap pisang goreng adalah mereka yang sedang menikmati kebahagiaan. 

Rasulullah SAW bersabda: Hendaklah kamu berbahagia bila mempunyai hati yang selalu bersyukur, lidah yang selalu berzikir, serta lingkungan (keluarga dan sahabat) yang baik (HR. Tirmidzi) .

Di sisi lain, Rasulullah Muhammad juga menyampaikan bahwa ada 4 hal yang membuat hidup seseorang bahagia, yaitu (1) istri yang salihah, (2) anak-anak yang menyenangkan, (3) lingkungan (sahabat-sahabat) yang baik, serta (4) mempunyai penghidupan yang diusahakan di negeri sendiri. (HR Dailami).

----- ----- ----- 

> Hakekat kebahagiaan https://blogkalimana.blogspot.com/2018/11/hakekat-kebahagiaan.html

> Teori Maslow https://blogkalimana.blogspot.com/search?q=teori+maslow

> Tujuan hidup adalah apa yang seseorang rencanakan untuk kehidupannya pada hari ini, esok hari, sebulan ke depan, setahun ke depan, bahkan beberapa tahun mendatang.