Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri terbaik. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri terbaik. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Oktober 2017

Manusia Terbaik Menurut Islam (Dalil2)

1. Orang beriman dan beramal shalih
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah Sebaik-baik makhluk. (QS. Al Bayyinah: 7)

2. Manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya
Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. (HR. Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Awsath No. 5787. Al Qudha’i, Musnad Syihab No. 129. Dihasankan Syaikh Al Albani. Lihat Shahihul Jami’ No. 6662)

3. Paling Bagus Akhlaknya
Sesungguhnya  yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya. (HR. Bukhari No. 3559, dari Ibnu Umar, Muslim No. 2321, dari Ibnu Amr. Ini lafaz Bukhari).
Akmalul mu’minina imanuhum ahsanuhum khuluqa” , Sebaik-baik keimanan orang mukmin ialah yang paling baik akhlaknya. (HR. At Tirmidzi, dari Abu Hurairah Ra)

4. Manusia yang tidak suka mengusik dan menyakiti saudaranya
Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, Islam apakah yang paling utama? Beliau bersabda: “Yaitu orang yang muslim lainnya aman dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari No. 11, Muslim No. 42, dari Abu Musa Al Asy’ari)

5. Orang Yang Ditimpa ujian (penyakit, miskin, musibah) tapi Bersabar dan Taat
Sesungguhnya Kami dapati Dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah Sebaik-baik hamba. Sesungguhnya Dia Amat taat (kepada Tuhan-nya). (QS. Shad: 44)

6. Orang kaya tapi taat kepada Allah Ta’ala
Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, Dia adalah sebaik- baik hamba. Sesungguhnya Dia Amat taat (kepada Tuhannya). (QS. Shad: 30)

7. Manusia yang paling  tenang, khusyu, dan tuma’ninah  ketika shalat
Sebaik-baiknya kamu adalah yang paling lentur bahunya ketika shalat. (HR. Abu Daud No. 672. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 672).  Ket: Maksud hadits ini adalah mereka yang shalatnya tenang, tuma’ninah, khusyu, dan tidak mengganggu  bahu saudaranya.

8. Suami yang terbaik sikapnya terhadap istrinya
Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap istrinya, dan aku yang terbaik terhadap istriku. (HR. At Tirmidzi No. 3895)

9. Mempelajari Al Quran dan Mengajarkannya
Sebaik-baiknya kalian adalah yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya. (HR. Bukhari No. 5027, dari Utsman)

10. Gigih dalam amar ma’ruf, nahi munkar & bersilaturahmi
Sahabat Durrah binti Abi Lahab radhiyallaahu ‘anha berkata: “Seorang laki-laki berdiri ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang di atas Mimbar, lalu berkata: “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling baik?” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling mengerti terhadap isi al-Qur’an, paling bertakwa, paling gigih dalam amar ma’ruf, paling gigih dalam nahi munkar, dan paling semangat dalam bersilaturrahmi.”  (HR Ahmad [27434], al-Thabarani dalam al-Kabir dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban).

11. Paling konsisten terhadap kewajiban
Sesungguhnya yang terbaik di antara kamu adalah yang paling bagus qadha-nya. (HR. Bukhari No. 2305, Muslim No. 1601, dari Abu Hurairah)
Maksud “qadha” adalah yang  paling konsisten menepati kebenaran yang wajibkan kepadanya. (Ta’liq Mushthafa Al Bugha, 2/809)

12. Manusia yang panjang umur dan amalnya semakin baik
Maukah aku tunjukkan manusia terbaik di antara kalian? Mereka menjawab: “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Manusia terbaik di antara kamu adalah yang paling panjang usianya dan semakin baik amalnya.” (HR. Ahmad No. 7212, dari Abu Hurairah. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: shahih lighairih. Al Hakim, Al Mustadrak No. 1255, katanya: shahih sesuai syarat Syaikhan (Bukhari-Muslim))

13. Terbaik pada masa jahiliyah dan Islam
Sebaik-baiknya kalian pada masa jahiliyah adalah yang terbaik di antara kalian pada masa Islam, jika mereka paham agama. (HR. Bukhari No. 3384, dari Abu Hurairah)

14. Para sahabat nabi dan orang yang mengikuti jejak mereka
Kalian adalah umat yang terbaik dikeluarkan untuk manusia, memerintahkan yang ma’ruf, mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Ali ‘Imran: 110)

Sebaik-baiknya manusia adalah zamanku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya. (HR. Bukhari No. 2652)



SEBELAS GOLONGAN MANUSIA TERBAIK MENURUT RASULULLAH
1. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain.
2. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang terbaik akhlaknya.
3. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang terbaik pembayaran hutangnya.
4. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang diharapkan kebaikannya dan selamat daripada kejahatannya.
5. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang terbaik terhadap isterinya.
6. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang suka memberi makan dan menjawab salam.
7. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang lemah lembut bahunya dalam sholat (dalam saf sholat dengan memberi ruang kepada saudaranya).
8. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang panjang umurnya dan baik amalannya.
9. Sebaik-baik manusia diantaramu ialah yang paling memberi kemanfaatan kepada orang lain.
10. Sebaik-baik sahabat di sisi Allah ialah yang terbaik terhadap sahabatnya, sebaik-baik bertetangga ialah yang terbaik terhadap tetangganya.
11. Sebaik-baik manusia ialah yang memiliki hati yang sejahtera (suci, taqwa, jauh dari dosa, jauh dari dendam, jauh dari dengki) dan lidah yang benar.


Semoga Allah menjadikan kita semua menjadi sebaik-baik manusia. Aamiin

Senin, 29 Januari 2024

Karakter Manusia Terbaik

(Ramah, Suka menolong & Bermanfaat)

1. Dua Pertanyaan Sahabat

Ketika sedang duduk iktikaf di masjid Nabawi, Rasulullah Saw didatangi oleh seorang laki-laki. Lalu dengan sungguh-sungguh lelaki itu bertanya dua hal: (kitab hadis riwayat Ath-Thabrani 6/139)

> Pertama, "Ya Rasulullah, MANUSIA spt apa yang paling dicintai Allah."

Rasulullah menjawab, “khoirunnas anfa'uhum linnas,” yaitu sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi manusia lainnya.

> Kedua, "Ya Rasulullah, AMAL apa yang paling disukai Allah?" Rasulullah menjawab “idkhol al-surur ‘ala qolbi al-mu’min ...“ yaitu memasukkan kegembiraan kedalam hati orang mukmin yang sedang mengalami kesusahan...  

Dan Rasulullah menambahkan, yaitu: melepaskan kesulitannya, atau menghilangkan kelaparannya, atau melunasi hutangnya.

Saking tingginya nilai kecintaan Allah Ta'ala terhadap amalan itu, sampai² Nabi menegaskan, "Aku lebih suka membantu saudaraku sesama muslim (yang sedang mengalami kesulitan) daripada beriktikaf di masjid ini (Nabawi) selama sebulan penuh".

2. Bersikap Ramah

Pada Riwayat lain, dari Jabir bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia." (HR Thabrani dan Daruquthni).

Hadis itu sangat popular, namun kebanyakan kaum muslimin hanya hafal kalimat, “Khoirunnas anfa'uhum linnas,” artinya sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.

.

3. Karakter Manusia Terbaik

Dari kedua hadits tersebut kita bisa menarik kesimpulan, bahwa KARAKTERISTIK manusia yang dicintai oleh Allah Ta'ala meliputi tiga hal, yaitu:  Ramah, Suka menolong kesulitan orang lain, dan Bermanfaat bagi manusia lain.

a)  Bersikap ramah.  

Ramah itu ditunjukkan dengan sikap  3S, yaitu: Senyum, Salam dan Sapa.

b)  Suka menolong menyelesaikan kesulitan orang lain

Menolong atau memenuhi kebutuhan orang (beriman) yang sedang menghadapi kesulitan hidup, seperti  kelaparan, terlilit hutang, menderita sakit, dsb mempunyai nilai pahala yang tinggi. Bahkan Rasulullah menggambarkan nilai pahalanya melebihi pahala beriktikaf di masjid Nabawi selama sebulan.

Rasulullah bersabda, "Man laa yarham walaa yurham", artinya, "Barangsiapa tidak menolong (sesama manusia), maka ia tidak ditolong (oleh Allah)" (HR. Imam Bukhari dan Muslim)

c) Bermanfaat bagi orang lain 

Orang bermanfaat itu adalah apabila keberadaannya memberikan faedah atau keuntungan bagi orang di sekitarnya. Apa yang telah diperbuatnya membuat orang lain menjadi terbantu, menguntungkan dan membahagiakan. 

.

4. Muhasabah / Evaluasi Diri

Setelah kita mengetahui karakter terbaik manusia sesuai konsep Islam, tentu kita perlu bermuhasabah atau evaluasi diri. Apakah diri ini sudah mempunyai atau dekat dengan karakter terbaik itu, atau bahkan sebaliknya masih jangat jauh.

Allah berfirman: “Yā ayyuhalladzina āmanuttaqullaha, Waltanẓur nafsum mā qaddamat ligad, Wattaqullāh, innallāha khabīrum bimā ta'malụn”

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah. Dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Kita lakukan muhasabah atau evaluasi diri dengan tiga pertanyaan:

> Pertama, apakah diri kita sudah bersikap ramah terhadap orang lain? Apakah diri kita suka menebar senyum, bertegur sapa dan mengucapkan salam kpd tetangga dan kerabat (3)? Jangan2 selama ini diri kita masih ja'im dan sombong terhadap masyarakat.

> Kedua, seberapa banyak bantuan diri kita dalam mengatasi kesulitan orang lain (sesama muslim)? Seperti bantuan bencana, kelaparan, menolong kesulitan tetangga, dsb.

> Ketiga, seberapa besar nilai kemanfaatan diri kita bagi orang lain? Seberapa besar konstribusi kita terhadap pembangunan masjid, madrasah, jembatan dsb?. Termasuk juga seberapa besar konstribusi kita dalam pengurusan masjid, organisasi sosial, dsb?

Dengan tiga pertanyaan muhasabah itu kiranya kita dapat memperbaiki kekurangan² diri dan menjadi manusia dengan karakter terbaik yang dicintai Allah.

.

5. Kemauan & Istiqamah

Setiap orang tentu menginginkan pribadi dengan karakter terbaik. Untuk merubah karakter menjadi yang lebih baik dibutuhkan kemauan dan istiqamah.

A’a Gym memberikan tips untuk berubah menjadi pribadi yang baik dengan rumus 3M (Tiga Mulai), yaitu : a) Mulai dari diri sendiri, b) Mulai dari hal-hal yang kecil, dan c) Mulai dari sekarang.

a. Mulai dari diri sendiri

Tak perlu melihat dulu orang lain, tapi berbuat baiklah langsung dari diri kita sendiri.

b. Mulai dari hal yang terkecil

Melakukan kebaikan tidak harus langsung melakukan hal yang besar, mulailah dari hal yang terkecil di sekitar kita.

Mulailah dari Hal Terkecil Semua yang besar berawal dari hal kecil. Dari yang terkecil kemudian berkembang, maju dan besar.

c. Mulai dari sekarang

Segala kebaikan yang akan dilakukan jangan ditunda, tapi lakukanlah segera karena waktu kita sesungguhnya terbatas. Lakukanlah dari sekarang.

.

Marilah kita saling berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, “Fastabikhul khairat” .

*******


Manusia terhebat sepanjang sejarah

https://blogkalimana.blogspot.com/search?q=orang+paling+berpengaruh


 

 

  

Senin, 30 November 2020

Tausiyah & Khatib 5 Daris

    Tausiyah atau sering juga disebut denganTausiyah atau sering juga disebut dengan tausiah adalah istilah umum di kalangan umat Islam yang merujuk kepada kegiatan siar agama (dakwah) yang disampaikan secara tidak resmi (informal), berbeda dengan tabliq, ceramahorasi, atau kotbah yang lebih berkonotasi kepada pidato serius yang dihadiri oleh ribuan bahkan puluhan ribu jamaah.
    Secara praktis, tausiyah juga berarti ceramah keagamaan yang berisi pesan-pesan dalam hal kebenaran dan kesabaran, merujuk pada QS. Al-‘Ashr:3. "Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan atau pembagian barang-barang warisan"Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". 
    Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan"Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan"Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". 
    Tausiyah disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan"Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan"Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan
    Pada hakikatnya tausiyah bertindak dalam pengarangan sebuah tulisan, penggabungan beberapa kata menjadi kalimat yang menarik dan enak dibaca sehingga membuat pembaca merasakan dapat mengetahui apa yang sebelumnya tidak mereka ketahui sebelumnya. Sebuah artikel berasal dari pengalaman seseorang, imajinasi,pengetahuan umum atau penelitian ilmiah.
    Pesan-pesan dalam hal kebenaran dan kesabaran, merujuk pada QS. Al-‘Ashr:3. "Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan atau pembagian barang-barang warisan"Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan"Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya 
    Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan"Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran.. 
    Begitupun tausiyah juga berarti ceramah keagamaan yang berisi pesan-pesan dalam hal kebenaran dan kesabaran, merujuk pada QS. Al-‘Ashr:3. "Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan atau pembagian barang-barang warisan"Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat.
    Berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan"Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan"Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". 
    Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan"Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan"Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan
    Tausiyah terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan"Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan"Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan

    Seorang Khatib harus bisa memberi nasihat, peringatan serta ajaran tentang agama Islam. Biasanya orang muslim menyebutnya dengan Dakwah. Siapapun berhak menjadi Khatib. Dan selain itu setiap muslim harusnya siap menjadi Khatib kapan saja, sehingga ketika ada seorang Khatib yang berhalangan hadir karena suatu hal, maka siapapun muslim itu bisa menggantikannya tanpa harus menunggu dan mencari siapa penggantinya.

    Menjadi seorang Khatib adalah sosok yang menjadi panutan. Oleh karena itu, ia harus memberikan peringatan atau penasihat dan wasiat kebenaran dan Jamaah akan menilai segala yang diperbuat khatib baik disadari maupun tidak, mulai dari perkataan, perbuatan atau tingkah lakunya serta cara berpakaiannya. Maka seorang Khatib wajib memiliki adab yang baik,diantaranya berpakaian yang rapi dan sopan, Akhlakul Karimah (Berpribadian luhur),bertutur kata santun, jujur dan Uswatun Hasanah .

    Tausiyah juga berarti ceramah keagamaan yang berisi pesan-pesan dalam hal kebenaran dan kesabaran, merujuk pada QS. Al-‘Ashr:3. "Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan atau pembagian barang-barang warisan.
    Jenis dan cara penulisan artikel
    Deskripsi
    Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
    Contoh deskripsi berisi fakta:
    Hampir semua pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. Hutan Mentawaijuga menyimpan anggrek aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai. Siamang kerdil, lutung Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata.
    Contoh deskripsi berupa fiksi:
    Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain.
    Topik yang tepat untuk deskripsi misalnya: Keindahan Bukit Kintamani, Suasa pelaksanaan, Promosi, Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional, Keadaan ruang praktik, Keadaan daerah yang dilanda bencana.
    Langkah menyusun deskripsi: Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan, Tentukan tujuan, Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan, Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan, Kembangkan kerangka menjadi deskripsi
    Tausiyah juga berarti ceramah keagamaan yang berisi pesan-pesan dalam hal kebenaran dan kesabaran, merujuk pada QS. Al-‘Ashr:3. "Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan atau pembagian barang-barang warisan.
    Tausiyah adalah istilah umum di kalangan umat Islam yang merujuk kepada kegiatan siar agama (dakwah) yang disampaikan secara tidak resmi (informal), berbeda dengan tabliq, ceramahorasi, atau kotbah yang lebih berkonotasi kepada pidato serius yang dihadiri oleh ribuan bahkan puluhan ribu jamaah.
    Secara praktis, tausiyah juga berarti ceramah keagamaan yang berisi pesan-pesan dalam hal kebenaran dan kesabaran, merujuk pada QS. Al-‘Ashr:3. "Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan atau pembagian barang-barang warisan.
    Penulis tausiyah adalah orang atau individu yang bertindak dalam pengarangan sebuah tulisan, penggabungan beberapa kata menjadi kalimat yang menarik dan enak dibaca sehingga membuat pembaca merasakan dapat mengetahui apa yang sebelumnya tidak mereka ketahui sebelumnya. Sebuah artikel berasal dari pengalaman seseorang, imajinasi,pengetahuan umum atau penelitian ilmiah.
    Tausiyah juga berarti ceramah keagamaan yang berisi pesan-pesan dalam hal kebenaran dan kesabaran, merujuk pada QS. Al-‘Ashr:3. "Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan atau pembagian barang-barang warisan.

    Khatib adalah orang yang menyampaikan khotbah pada waktu salat Jumat. Biasanya bisa disebut juga juru khotbah.[1] Khatib merupakan bagian dari ajaran Agama Islam yang harus dipahami dan dipelajari oleh pemeluk agama Islam serta merupakan bagian dari sekian banyaknya amalan ritual dari agama tersebut. Pada dasarnya hatib adalah perwakilahn, hukumnya adalah fardhu kifayah.[2] Terlepas seorang muslim menjadi Khatib atau tidak, memahami dan mengetahui ilmu nya merupakan keharusan.

    Seorang Khatib harus bisa memberi nasihat, peringatan serta ajaran tentang agama Islam. Biasanya orang muslim menyebutnya dengan Dakwah. Siapapun berhak menjadi Khatib. Dan selain itu setiap muslim harusnya siap menjadi Khatib kapan saja, sehingga ketika ada seorang Khatib yang berhalangan hadir karena suatu hal, maka siapapun muslim itu bisa menggantikannya tanpa harus menunggu dan mencari siapa penggantinya.

    Contoh deskripsi berupa fiksi:
    Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain.

    Topik yang tepat untuk deskripsi misalnya: Keindahan Bukit Kintamani, Suasa pelaksanaan, Promosi, Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional, Keadaan ruang praktik, Keadaan daerah yang dilanda bencana.

    Menjadi seorang Khatib adalah sosok yang menjadi panutan. Oleh karena itu, ia harus memberikan peringatan atau penasihat dan wasiat kebenaran dan Jamaah akan menilai segala yang diperbuat khatib baik disadari maupun tidak, mulai dari perkataan, perbuatan atau tingkah lakunya serta cara berpakaiannya. Maka seorang Khatib wajib memiliki adab yang baik,diantaranya berpakaian yang rapi dan sopan, Akhlakul Karimah (Berpribadian luhur),bertutur kata santun, jujur dan Uswatun Hasanah .

    Tausiyah
    00. Bacaan Pembukaan Khutbah / Ceramah 
    00. Doa Khatib Jum'at  
    00. Dzikir & Do'a Usai Shalat Fardhu 
    00. Doa Ampunan & Doa Umum      
   Konsep (Jan 2024)
    Khatib 
    01. Menghidupkan Qalbu (Jum - Tasmod) - (Tiga unsur ruhaniah) Menghidupkan Qalbu; Resume
    04. Sabar & Syukur . Menyikapi Dua Bentuk Ujian Allah     
    06. Note : Pendusta Agama (kisah janda sarifah) &  Kisah Seorang Syarifah Miskin
    07. Dua Tangan Yang Pernah Dicium Rasulullah (kedudukan manusia sama kecuali takwa)      
    10. Kufur Nikmat
    
    13. Penyakit Hati (Banyak dzikir tp ... - Membersihkan Qalbu) -- Sur Gim + Cidun 
    17. Logika AQ  & Note : Logika AQ

    07. Note : Pendusta Agama (kisah janda sarifah) &  Kisah Seorang Syarifah Miskin 


    Ramadhan 2021
    04. Kekuatan Niat
    05. Sifat Sombong
    08. Penyakit Hati (Jum: Banyak dzikir tp ...) (Mengelola Qalbu) -- Sur Gim + Cidun                                     
    11. Mengendalikan Nafsu (Lengk)        

    Dasar / Tasawuf

    01. Filosofi : Sangkan Paraning Dumadi (DK)

    02. Tiga Unsur Ruhaniyah = Menghidupkan Qalbu (Jum - Tasmod)

    03. Nafsu (DK)
    04. Qalbu (DK)
    05. Tasawuf Deka
    08. Penyesalan Terbesar di Akhir Hayat (Sedekah)
    Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut. Contoh deskripsi berisi fakta:   
    Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain. Topik yang tepat untuk deskripsi misalnya: Keindahan Bukit Kintamani, Suasa pelaksanaan, Promosi, Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional, Keadaan ruang praktik, Keadaan daerah yang dilanda bencana.
       
    Kultum
    04. Kenikmatan Yang Melebihi Surga (3 Gol Org Beribadah)
    07. Hakekat Taqwa
    09. Sabar
    13. Ibadah Sosial
    22. Menghidupkan Qalbu (MT)
    24. Tombo Ati (MT)
    25. Jaman Edan (MT)
    28. Wukuf di Padang Arafah (MT)
 
-    ------

    52.  Deskripsi Islam
    54.  Hakekat Doa
    58.  Manusia Terbaik Menurut Islam (Banyak macam)
   
    Langkah menyusun deskripsi: Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan, Tentukan tujuan, Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan, Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan, Kembangkan kerangka menjadi deskripsi 
    Tausiyah adalah istilah umum di kalangan umat Islam yang merujuk kepada kegiatan siar agama (dakwah) yang disampaikan secara tidak resmi (informal), berbeda dengan tabliq, ceramahorasi, atau kotbah yang lebih berkonotasi kepada pidato serius yang dihadiri oleh ribuan bahkan puluhan ribu jamaah.
   Agama Islam Blog
    Langkah menyusun deskripsi: Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan, Tentukan tujuan, Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan, Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan, Kembangkan kerangka menjadi deskripsi 
    Tausiyah juga berarti ceramah keagamaan yang berisi pesan-pesan dalam hal kebenaran dan kesabaran, merujuk pada QS. Al-‘Ashr:3. "Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan atau pembagian barang-barang warisan.
    
    Tausiyah juga berarti ceramah keagamaan yang berisi pesan-pesan dalam hal kebenaran dan kesabaran, merujuk pada QS. Al-‘Ashr:3. "Watawa shoubil haqi watawa shoubish shabr" yang artinya "Dan mereka saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran". Tausiyah juga dapat dimaknai sebagai wasiat atau pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal dunia, dapat pula berisi penyerahan atau pembagian barang-barang warisan
Artikel Blog
Artikel Bidang
Artikel (Blog Waktu)
Artikel Kompasiana
Wawasan
Agama Islam
Tausiyah & Khatib 5